Bisnis

10 Kesalahan Marketing yang Membuat Project Gagal

Kesalahan Marketing yang Membuat Project Gagal
Setiap marketers tentu akan sangat kecewa saat strategi marketing yang telah dirancang dengan baik, ternyata gagal. Terlebih, kegagalan tersebut diakibatkan oleh berbagai kesalahan yang dilakukan oleh marketers itu sendiri.
Entah disadari atau tidak, namun kesalahan-kesalahan tersebut memang kerap dilakukan oleh marketers itu sendiri.

Oleh karena itu, sebagai informasi dan inspirasi, berikut ini beberapa contoh kesalahan marketers yang kerap membuat gagal strategi marketing:

  • Marketers Kurang Responsif
Saat marketers kurang responsif terhadap konsumen atau calon konsumen, baik itu dalam menanggapi setiap pertanyaan, komentar, ide, saran dan lain sebagainya, maka akan membuat konsumen atau calon konsumen kecewa. Kekecewaan konsumen merupakan boomerang bagi strategi marketing yang telah Anda rancang.
  • Marketers Terlalu Mendominasi Pembicaraan
Saat mempresentasikan produk atau jasa yang ditawarkan, tentu marketers harus menjelaskan secara detail. Namun bukan berarti marketers harus mendominasi pembicaraan. Marketers harus cermat melihat situasi dan kondisi, apakah calon konsumen ingin mengutarakan pendapat atau pertanyaan.
  • Marketers Tidak Siap saat Presentasi
Presentasi merupakan saat terpenting dalam proses strategi marketing, karena semua strategi marketing yang telah Anda rancang akan dipresentasikan kepada calon konsumen. Jika saat presentasi marketers tidak siap, misalnya dalam hal kesehatan, mental, materi presentasi, penampilan (kerapihan) dan lain sebagainya. Maka hal ini sangat berbahaya dan kerap berujung pada kegagalan.
  • Marketers Tidak Melakukan Riset Secara maksimal
Saat marketers tidak melakukan riset dengan maksimal, maka akan berimbas pada kurang maksimalnya strategi di dalam proposal yang akan dipresentasikan kepada calon konsumen.
  • Marketers Terlalu Mengobral Janji
Saat marketers terlalu mengobral janji atau melakukan presentasi dengan konsep hiperbola, biasanya akan membuat calon konsumen tidak nyaman dan kerap berujung pada gagalnya presentasi.
  • Marketers Menggunakan Gaya Bahasa yang Monoton
Saat marketers menjelaskan strategi marketing dengan gaya bahasa yang monoton, misalnya dengan bahasa yang terlalu kaku, maka calon konsumen biasanya akan merasa jenuh atau bosan mendengarkan presentasi Anda.
  • Marketers Emosional
Saat presentasi kerap terjadi perdebatan, jika marketers larut dalam perdebatan, apalagi sampai terpancing emosi, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah gagalnya project. Pada dasarnya konsumen ingin diperlakukan sebagai raja, jadi sebagai seorang marketers yang baik seharusnya mampu mengesampingkan emosi.
  • Marketers ‘Sok’ Pintar
Seorang marketers seharusnya mampu mengedukasi calon konsumen dengan cara yang baik dan bijaksana, bukan malah merasa ‘sok’ pintar kemudian terlihat seperti menggurui calon konsumen. Ada beberapa tipikal konsumen yang kurang menyukai marketers yang terlihat ‘sok’ pintar.
  • Marketers Kurang Ramah
Seorang marketers seharusnya telah memiliki sifat dasar ramah dan sopan, bukan hanya saat berkomunikasi dengan konsumen atau calon konsumen saja, namun dalam aktivitasi sehari-hari pun, seorang marketers harus mampu bersikap ramah, sopan, menghargai, menjadi pribadi yang menyenangkan dan lain sebagainya.
Hal ini sangat penting untuk membuat calon konsumen Anda nyaman saat berkomunikasi dengan Anda. Dalam beberapa kasus, marketers yang kurang ramah kerap membuat project gagal.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top