Bisnis

5 Cara Mendapatkan Uang Dari Koleksi Buku Anda

Meski minat membaca warga Indonesia masig tergolong kurang, namun nyatanya masih saja ada pembaca yang rela merogeh kocek besar untuk mendapatkan buku penulis best seller. Selain itu, buku-buku pun terus diproduksi bahkan penulis-penulis baru masih bermunculan. Hal ini membuktikan bahwa buku masih memiliki daya tariknya sendiri di mata konsumen.
Nah, jika Anda ingin mulai berbisnis, mengapa tidak mencoba memulainya dari koleksi-koleksi buku Anda? Setidaknya ada 5 cara agar buku-buku koleksi Anda bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. Berikut 5 cara tersebut.

1. Menyewakan Buku Anda

Jika koleksi buku Anda cukup banyak dan Anda yakin selera Anda dalam memilih genre juga disukai orang lain, cobalah sewakan koleksi buku Anda. Anda bisa menyebutnya rental buku. Keuntungan dari berbisnis membuka rental buku ini adalah Anda bisa mendapatkan uang sewa harian dari penyewa buku-buku Anda. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya agar koleksi buku Anda tetap terawat dan penyewa mengembalikannya tepat waktu. Tentu, ada denda yang diberatkan pada penyewa jika telat mengembalikan buku. Anda juga mungkin memerlukan kopian KTP atau tanda pengenal milik penyewa untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk menjaga buku agar tetap terawat, cobalah sampul buku-buku Anda dengan sampul plastik. Gunakan selotip untuk menyampul buku, bukannya menjepitnya menggunakan streples. Selain itu, pembatas buku bisa hilang mengingat banyaknya jumlah penyewa. Anda perlu menghimbau penyewa agar tidak melipat kertas halaman saat membaca karena akan membuat kertasnya tipis. Oh ya, jangan lupa beri cap atau stempel bertuliskan nama dan alamat rental Anda untuk membuktikan bahwa buku-buku tersebut milik rental Anda.

2. Membuka Kafe Buku

Anda sudah lama ingin berbisnis kuliner? Sekalian saja membuat kafe buku. Bisnis ini cocok untuk Anda yang takut kehilangan koleksi buku Anda karena dengan membuka kafe buku ini penyewa akan membaca di tempat sambil menikmati hidangan kafe Anda.
Anda perlu sedikit usaha untuk menyewa tempat yang nyaman. Ingat, karena penyewa akan membaca di tempat, maka pilihlah tempat yang sepi dari keramaian atau paling tidak Anda mengkondisikannya demikian. Jangan memasang musik di kafe Anda dan kalau perlu pasang pendingin ruangan agar penyewa semakin betah.
Karena penyewa akan makan sambil membaca buku, maka sediakan saja menu-menu ringan seperti kue-kue dan aneka minuman. Pastikan Anda bersungguh-sungguh membesarkan kafe tersebut terutama dalam cita rasa hidangan yang disajikan. Jangan membuat penyewa kecewa.
Sampul buku Anda karena itu akan dibaca sambil makan. Pasang kertas peringatan yang mengatur besarnya denda jika sampai buku Anda ternodai oleh makanan.
Untuk display, Anda bisa meletakkan rak-rak buku di ruang terpisah dari kafe. Atau ingin menyatukannya juga boleh. Pasang rak-rak buku tersebut di dinding kafe.

3. Membuat Resensi Buku

Jika Anda memiliki bakat menulis, kenapa tidak buat resensi saja? Kirim resensi yang Anda buat ke media cetak maupun online, jika Anda beruntung, Anda akan mendapatkan honor jika resensi Anda diterbitkan.
Buku yang Anda resensi tidak terbatas jenisnya. Boleh fiksi ataupun non fiksi.
Resensi memuat gambaran tentang buku tersebut. Anda tinggal menuliskan pendapat Anda tentang apa saja kelebihan dan kekurangan buku tersebut, bagaimana pendapat Anda tentang isi buku tersebut tapi dilarang keras untuk spoiler. Jangan lupa untuk menuliskan tentang informasi buku tersebut seperti judul, penulis, penerbit, tahun terbit, harga dan sinopsis. Jika perlu lampirkan pula gambar yang memuat cover buku tersebut, boleh hasil jepretan sendiri, boleh hasil unduhan dari internet– jangan lupa menyebutkan sumber gambar cover tersebut untuk mencegah pelanggaran hak cipta. Selain itu, usahakan untuk bersabar menunggu balasan dan jangan pernah mengirim satu resensi ke banyak media karena bila Anda mendapat Acc dari dua media sekaligus, tentu itu akan membingungkan Anda. Selalu ingat untuk tidak menuliskan hal yang SARA dan pornografi dalam resensi yang Anda buat.

4. Memotretnya

Belakangan ini di sosial media banyak sekali penulis yang mempromosikan bukunya dengan foto-foto yang menarik disertai dengan kalimat promosi yang membuat penasaran. Buku-buku yang dipotret mungkin lebih banyak buku-buku baru yang masih sering dipromosikan. Kalau Anda hobi fotografi, mengapa tidak coba memotret buku-buku Anda? Jika foto Anda menarik dan memiliki harga jual, Anda tinggal tawarkan hasil jepretan Anda tersebut kepada penulisnya langsung. Atau kalau memungkinkan, bekerja samalah dengan penerbit, mungkin saja mereka sedang membutuhkan jasa fotografer?

5. Jual-Beli Buku

Meski di zaman serba canggih seperti sekarang, nyatanya masih banyak pedagang buku-buku bekas yang bisa kita temui. Jika biasanya Anda membeli buku-buku bekas untuk koleksi pribadi, kali ini cobalah membeli untuk menjualnya kembali. Anda bisa membaca buku yang Anda beli tersebut kemudian menjualnya. Sekali tepuk dapat dua nyamuk. Bahan bacaan Anda dapatkan, uang juga kembali karena buku bekas yang segelnya sudah dilepas pun masih banyak peminatnya.

Itu dia beberapa cara mendapatkan uang dari koleksi buku Anda. Tertarik mencoba? Semoga sukses!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top