Bisnis

Mengenal Analisa Pola Candlestick

Analisa pola Candlestick

Analisa pola candlestick merupakan satu dari 3 bentuk jenis chart selain line dan bar yang ada dalam trading forex. Candlestick chart adalah grafik yang terbentuk dari kumpulan harga yang berbentuk batang lilin. Melalui bentuk grafik ini trader bisa memperoleh informasi tentang open, high, low dan close dari periode tertentu. Informasi ini menjadi bahan yang sangat dibutuhkan dalam melakukan trading forex. Gunakan perusahaan forex resmi Indonesia yang sudah terdaftar di lembaga keuangan di Indonesia. Memilih broker perusahaan forex online Indonesia jadi langkah pertama untuk meraih kesuksesan Anda.

Bentuk analisa pola candlestick dinilai sangat penting karena sangat berguna sekali dalam studi analisa teknikal. Analisa ini disebut sebagai sumber dari segala sumber analisa teknikal.

Analisa ini pertama kali ditemukan oleh seorang bisnisman dari jepang bernama Homa Munehisa. Pengusaha ini awalnya menggunakan pola ini untuk memprediksi harga komoditi bisnis yang dijalankannya masa itu. Dengan pola yang dibuatnya Homa membaca tingkat ketersediaan dan permintaan komoditi dagangannya. Berkat pola yang diciptakannya, Homa bisa membaca peluang dan menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya waktu itu.

Pada masa modern ini, para trader mengikuti sistem yang dijalankan sang penemu pola candlestick ini, dan menemukan beberapa jenis candle dengan karakternya masing-masing. Pemahaman dasar dari candlestick adalah semua informasi sudah direfleksikan dalam harganya. Penjual dan pembeli menggerakan pasar berdasarkan harapan keuntungan yang lebih besar dan ketakutan akan terjadinya kerugian (fear and greed).

Baca Juga : Cara Membaca Pola Grafik Forex

Analisa candle mengunakan data harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low) dan penutupan (close). Jika penutupan di bawah harga pembukaan maka body candle biasanya berwarna gelap atau hitam. Jika penutupan berada di atas harga pembukaan maka candle body biasanya berwarna terang adalah putih. Sedangkan garis diatas atau dibawah body disebut sebagai shadows, hal ini menunjukkan harga high dan low untuk periode waktu tertentu.

pola Candlestick
Pola Candlestick

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang analisa candlestick sebaiknya seorang trader terlebih dahulu mengetahui dasar dari terbentuknya sebuah candle dari segi psikologisnya. Candlestik terdiri dari badan (body) dan ekor (shadow). Badan berwarna putih menunjukkan posisi buyer yang sangat kuat terhadap pasar, candle seperti ini disebut bullish, High mewakili greed (ketamakan) dari buyer sementara low mewakili Fear (ketakutan) dari seller. Badan berwarna hitam menunjukkan posisi seller mendominasi pasar, candle ini juga disebut Bearish. Posisi open di atas kemudian di tutup di bawah, High mewakili fear dari buyer sementara low mewakili greed dari seller.

Meskipun cukup mewakili psikologi terhadap pergerakan harga candlestick, ada hal lain yang sebenarnya tidak diinformasikan pada candlestick yaitu pergerakan yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Setidaknya ada 4 jenis basic candle yang bisa kita pelajari dan menghasilkan suatu prediksi harga ke depan yaitu long day (buyyer/seller dominan sehingga harga bergerak banyak dan searah). Doji (harga cenderung lemah, biasanya terjadi setelah terjadi trend). Spinning Top (pergerakan lemah yang disebabkan tidak bergairahnya pasar) dan High Wave (harga cenderung bolak balik tidak teratur menandakan pasar confused).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top