Bisnis

Bos Freeport Menemui Jokowi Lagi, Ada Apa?

CEO Freeport-McMoRan Inc. Richard Adkerson akan menemui Presiden Joko Widodo, Senin (7/10/2019).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan pertemuan Adkerson dengan Kepala Negara hanya sebatas courtesy call.

“Pertemuan biasa saja, courtesy call,” tuturnya di Gedung Kementerian ESDM, Senin (7/10/2019).

Bambang pun mengamini dia beserta Menteri ESDM Ignasius Jonan akan mendampingi orang nomor satu Freeport tersebut bertemu dengan Jokowi. Sayangnya, Bambang tidak menjelaskan secara rinci lokasi dan waktu pertemuan tersebut. 

Sebelumnya, Adkerson terakhir menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 21 Desember 2018. Saat itu, Presiden Jokowi mengumumkan selesainya proses divestasi dengan ditandai beralihnya saham 51,2% PT Freeport Indonesia ke PT Inalum (Persero).

Saat itu, Adkerson mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah berusaha mencari solusi bersama untuk kelanjutan bisnis Freeport Indonesia.

“Ini menjadi kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Sekarang kami dapat melanjutkan bisnis hingga 2041 dan mendapat kepastian dalam aspek hukum ataupun fiskal,” tuturnya.

Bos Freeport Menemui Jokowi
Tambang Emas Freeport

51 Persen Saham Freeport Indonesia Dikuasai Pemerintah

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, proses pengambil alihan 51% saham Freeport kepada negara melalui Inalum merupakan amanat Presiden Joko Widodo. Dengan dukungan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian LHK dan Kementerian BUMN, divestasi 51% saham akhir selesai.

“Saya ucapkan terimakasih tak terhingga pada Ibu Rini, Ibu Sri Mulyani, Pak Jonan, Ibu Siti atas dukungan luar biasa mendukung Inalum untuk menjalankan amanat Presiden Jokowi. Di mana kami menghantarkan Freeport kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” tegasnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pokok-pokok perjanjian HoA ini selaras dengan kesepakatan pada 12 Januari 2018 antara pemerintah Indonesia, Pemda Papua dan Kabupaten Mimika, di mana Pemda mendapat saham sebesar 10% dari kepemilikan PTFI.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar USD3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,39% saham PTFI. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli sebelum akhir tahun 2018.

“Pemerintah berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif untuk memberikan kepastian kepada investor yang berinvestasi di Indonesia,” tuturnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga berkomentar dan mengatakan untuk melengkapi kepemilikan saham pemerintah Indonesia di Freeport Indonesia menjadi 51%, Inalum akan mengambil participating interest (PI) Rio Tinto 40%, saham pemerintah 9,36% dan saham Indocopper 10%.

“Jadi kalau ditambah punya negara menjadi menjadi 51,38%. Total nilai kita dengan ambil PI Rio dan Indocopper itu sebesar USD3,85 miliar,” ujarnya. Angka USD3,85 miliar ini jika dikonversikan ke Rupiah mencapai Rp55,4 triliun (kurs Rp14.400/USD).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top