Bisnis

Maggot, Cara Budidaya dari Ampas Tahu

Maggot, Cara Budidaya dari Ampas Tahu

Maggot adalah salah satu hewan (Belatung) yang sangat identik dengan lalat dan juga sampah. Namun ternyata, maggot yang sering dianggap sebagai suatu hal kotor dan menjijikan ini mengandung protein yang cukup tinggi. Akhir-akhir ini, belatung menjadi salah satu lahan bisnis yang sangat potensial.

Kandungan pada maggot tidak jauh beda dengan pakan olahan pabrik, oleh karena itu maggot disarankan agar dapat dijadikan sebagai pakan alami. Sehingga Belatung ini dapat di jadikan salah satu sumber usaha dan penghasilan sampingan.

Pembudidaya maggot semakin lama semakin bertambah. Hal ini karena cara budidaya maggot tidak jauh berbeda dengan cara budidaya cacing sutra, yaitu dengan melakukan pembibitan.

Selain itu, budidaya belatung juga tidak memerlukan modal yang tidak terlalu besar. Bagi petani ikan, manggot merupakan salah satu pakan alami yang bergizi dan mudah dimanfaatkan.

Maggot BSF

Black Soldier Fly (BSF)

Maggot BSF adalah organisme yang berasal dari larva Black Soldier Fly (BSF) dan dihasilkan pada metamorfosis fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang nantinya akan menjadi BSF dewasa.

Untuk mendapatkan Maggot BSF , siapapun bisa membudidayakan dengan cepat dan kemudian melaksanakan panen dari usia 10 hari hingga 24 hari. Waktu yang disebutkan di atas untuk bisa melaksanakan panen adalah saat BSF sudah menetas, dan kemudian masuk fase larva yang bisa tumbuh antara 15-20 milimeter hingga masuk fase pupa. Setelah menetas, Maggot BSF akan mengandung protein yang tinggi antara 41-42% protein kasar, 31-35% ekstrak eter, 14-15% abu, 4,18-5,1% kalsium, dan 0,60-0,63% fosfor dalam bentuk kering.

Baca Juga : Budidaya Ikan Lele, Hal Dasar Yang Harus Diketahui

Budidaya Maggot dari Ampas Tahu

Untuk proses beternak belatung, caranya cukup praktis dan mudah. Terdapat beberapa media yang dapat dijadikan untuk pertumbuhan belatung, salah satunya dalah ampas tahu. Adapun tahapan budidaya manggot dengan ampas tahu antara lain sebagai berikut :

  1. Persiapan Alat dan Bahan.
    Langkah pertama adalah menyiapkan alat dan bahan diantaranyamber besar atau bak,
    plastik, tali dan juga media utama yaitu ampas tahu. Disarankan untuk menggunakan bak atau ember yang tinggi agar hasil panen yang didapat lebih banyak dan maksimal, karena belatung hanya akan menempel di bagian permukaan saja. Beri beberapa lubang kecil pada bagian ember tadi dengan ukuran sekitar 1 hingga 2 cm.

    Kemudian sesuaikan lubang satu dengan yang lainnya, jangan terlalu jauh ataupun terlalu rapat. Lalu, ember atau bak tersebut dicuci hingga bersih dengan menyiram air panas ke ember tersebut agar bersih dari berbagai jenis bakteri.

    Kemudian siapkan berbagai bahan lain seperti tali dan ampas tahu. Tali digunakan untuk menggantung ember yang menjadi wadah belatung tersebut agar mampu mengundang lalat dan lebih mudah dalam melakukan proses beternak.
  2. Jauhkan Dari Gangguan.
    Ember atau Bak yang dijadikan wadah untuk produksi belatung tersebut tadi juga akan menarik berbagai gangguan yang dapat merusak usaha budidaya ini.

    Gangguan tersebut dapat berasal dari hewan lain seperti rakun, rubah dan anjing. Mereka akan lebih tertarik untuk menggangu wadah tersebut. Oleh karena itu sebaiknya di buat pagar pengaman atau dapat diletakkan pada ruangan tertutup maupun terbuka yang jauh dari gangguan.
  3. Pembiakan Lalat
    Pada tahap ini diperlukan indukan untuk menghasilkan bibit, yaitu yang sebagai indukan adalah berupa lalat. Lalat tersebut dibiarkan bebeas mengerumuni ampas tahu yang sengaja dimasukan kedalam wadah yang di biarkan menggantung agar larva bisa tumbuh di sana.

    Kemudian ampas tahu yang digunakan dapat di campur dengan sedikit ikan asin agar aromanya lebih tajam dan lebih mudah memikat lalat untuk berkumpul. Biarkan ember dalam keadaan yang terbuka sehingga lalat-lalat berkumpul menghasilkan telur di tempat yang sesuai.

    Hanya dalam beberapa hari telur tersebut akan menetas menjadi larva. Setelah itu dapat di lihat manggot mulai muncul dalam hitungan hari saja.
  4. Panen Manggot
    Pada umumnya setelah telur-telur diletakkan dalam wadah maka akan menetas menjadi larva dari 6 hingga 7 hari berikutnya. Apabila telah memasuki hari ke 7 maka manggot akan mulai terlihat.

    Setelah terlihat, peternak dapat langsung memanennya. Umunya, dibutuhkan waktu hingga 2 minggu dari awal proses persiapan pembuatan alat hingga panen. Proses panen diakukan secara manual menggunakan jebakan maggot agar lebih mudah.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top