Bisnis

Do Kwon Bos Kripto Terra Luna Jadi Buron No. 1 Polisi Internasional

Do Kwon

Dampak jatuhnya Terra Luna terus berlanjut.  Interpol telah menerbitkan red notice untuk kepada aparat di seluruh dunia menangkap salah satu pendiri Terraform Labs yakni Do Kwon.

Kwon menghadapi tuduhan penipuan atas runtuhnya nilai perusahaan senilai US$ 40 miliar. Dikutip dari Bloomberg pada Senin (26/9), pejabat Korea Selatan menuduh Kwon dan lima orang lainnya melakukan kejahatan, termasuk pelanggaran hukum pasar modal.

Awalnya menjanjikan, nilai Terra Luna saat itu anjlok hingga nyaris nol, padahal bulan Maret mencapai titik tertinggi di USD 119. Itu membuat kerugian tinggi melanda para pembeli yang kadung percaya.

Kemudian, lima investor kripto asal Korea melayangkan gugatan terhadap Kwon dan co-founder Terraform Labs Daniel Shin atas dugaan penipuan dan pelanggaran regulasi keuangan lainnya. Kelima investor itu mengalami total kerugian sebesar 1,4 miliar Won (Rp 16,1 miliar).

Kwon diyakini berada di Singapura, tapi otoritas lokal sudah menyatakan dia tidak berada di sana. Kini, Interpol kabarnya turun tangan untuk melacak lokasi Do Kwon da membekunya.

Red notice sendiri pada intinya adalah permintaan pada penegak hukum di seluruh dunia untuk melacak dan menahan seseorang. Belum diketahui saat ini di mana kira-kira Do Kwon berada.

Terraform Labs berada di balik TerraUSD dan saudaranya, Luna. Nilai keduanya anjlok pada Mei 2022 lalu dan menyebabkan kerugian besar di pasar kripto yang tengah tertekan dampak pengetatan moneter.

Anjloknya nilai Terra juga menyebabkan runtuhnya Three Arrows Capital, Voyager Digital, hingga Celsius Network. Jaksa Korsel menyatakan surat perintah penangkapan Kwon dikeluarkan lantaran adanya bukti pria 31 tahun itu berusaha melarikan diri.

Do Kwon dan sobatnya, Daniel Shin, membentuk Terraform Labs pada 2018. Do Kwon adalah seorang sarjana ilmu komputer dari Stanford University. Dia mengenyam pendidikan di kampus tersebut pada 2010-2015.

Ia pun masuk daftar 30 Under 30 Forbes Asia pada 2019. Dia masuk daftar itu karena berhasil menarik 40 juta orang pengguna sejak 2018. Kini nasibnya benar-benar berubah 180 derajat.

Jejak Bos Terra Luna Do Kwon Sebelum Jadi Buronan Interpol

Menurut Bitcoin.com, Do Kwon disebut sudah menutup Terraform Labs di Korea beberapa hari sebelum nilai LUNA dan Terra USD kolaps. Perusahaan yang berkantor pusat di Busan itu dibubarkan, juga kantor cabanya di Seoul, dalam rapat dengan para shareholder 30 April lalu.

Terraform Labs sebenarnya adalah perusahaan yang didirikan di Singapura, namun juga terdaftar di Korea Selatan sebagai Terraform Labs Korea, yang punya kantor pusat di Busan dan kantor cabang di Seongdong District, Seoul.

Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Selatan kemudian meluncurkan investigasi terhadap Terraform Labs, organisasi di balik proyek stablecoin Terra yang dipimpin oleh Do Kwon.

Kini, Do Kwon menjadi buron Interpol karena otoritas Korsel menilainya melanggar hukum. Awalnya diduga berada di Singapura, ternyata ia tak ada di sana sehingga masih dilacak aparat.

Meski demikian, Kwon lewat akun Twitternya mengatakan dirinya siap membela diri dan mengklarifikasi fakta yang ada. “Kami telah memegang teguh integritas yang sangat tinggi,” kata Kwon lewat akun Twitternya.

“Saya sedang menulis kode di ruang tamu saya, hbu,” bunyi tweet Kwon, saat bos Terra Luna ini membalas tweet seseorang yang menanyakan keberadaannya.

Bahkan, seperti dikutip dari Financial Times, Rabu (28/9/2022), lewat akun media sosial miliknya, Do Kwon menyebut dirinya tidak berupaya sama sekali untuk bersembunyi. 

Ia pun menuturkan, dirinya masih pergi berjalan-jalan dan ke mal. Melalui unggahan di media sosial pula, ia saat ini masih menulis kode di ruang tamu rumahnya.

Unggahan ini seakan menjawab laporan sebelumnya yang menyebut Do Kwon tengah menjadi sosok paling dicari oleh penegak hukum di seluruh dunia.

Nantinya setelah tertangkap, pelaku atau buronan tersebut akan menunggu proses ekstradisi atau tindakan hukum lainnya.

Do Kwon

Bandar Besar Kripto yang Tumbang Terseret Anjloknya Terra Luna

Terra Luna anjlok bersamaan ‘musim dingin’ kripto, sebuah fenomena kejatuhan nilai aset ini karena beberapa faktor. Terra stablecoin (UST) juga ikut terjun bebas hingga di bawah US$1.

Hal tersebut menimbulkan efek berantai kepada platform kripto. Perusahaan seperti Voyager dan Celcius bahkan menyatakan bangkrut hanya dalam selang waktu dua pekan. 

Perusahaan lain juga disinyalir terdampak ambrolnya harga aset. Terbaru, Zip Max mengumumkan untuk menghentikan sementara penarikan dana.

Baca Juga : Apa Saja Jenis NFT

Mereka menjelaskan salah satu faktornya adalah masalah keuangan yang terjadi pada rekanan. Namun Zipmex tak menyebutkan siapa rekanan yang dimaksud.

Dikutip dari Cointelegraph, Zipmex dikabarkan menyalurkan dana ke Babel Finance demi mendapatkan imbal hasil. 

Akan tetapi Babel menghentikan penarikan pada Juni lalu karena tekanan likuiditas yang tak biasa. Adapun bulan lalu perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini juga terimbas krisis pasar Terra.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top