Bisnis

Harga Bitcoin Anjlok Jadi US$21.000, Terendah Dalam 18 Bulan Terakhir

Harga Bitcoin Anjlok

Harga Bitcoin jatuh di bawah level US$25.000 per keping, ini menjadi yang terendah dalam 18 terakhir. Mata uang kripto tersebut anjlok 9,41% dalam 24 terakhir.

Menurut coinmarketcap.com, Senin (13/6/2022) siang, harga Bitcoin merosot 20,3% dalam seminggu terakhir. Tercatat, mata uang kripto tersebut turun sekitar 45% dari harga tertingginya pada Oktober 2021 lalu.

Dilansir dari afr.com, penurunan tersebut diakibatkan oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) pada Jumat lalu. Hal tersebut juga berdampak pada aset berisiko global. Kebijakan pengetatan The Fed yang agresif turut membuat aksi jual mata uang kripto yang berakibat penurunan harga aset tersebut.

Harga Bitcoin Terus Merosot, Mata Uang Kripto Lain Alami Hal Sama

Sementara itu, pada pagi tadi, Selasa (14/6/2022), harga Bitcoin turun 8,67 persen ke posisi US$25.830 per keping. Mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar paling besar itu dalam sepekan ini turun 16,30%.

Lihat Juga: 6 Mata Uang Digital Selain Bitcoin Yang Cocok Dijadikan Investasi

Selain Bitcoin, ethereum juga terjun bebas hingga 17,49%. Saat ini, satu koin ethereum hanya dijual US$1.121. padahal, harga normalnya di atas US$2.000 per koin.

Disusul BNB yang juga jatuh 13,18% ke posisi US$208,51% koin. Sementara cardano merosot 4,68% ke posisi US$0,4455 per koin.

Tidak ketinggalan, solana dan XRP juga turun masing-masing 8,59% dan 10,01%. Kini, sekeping solana dihargai US$26,45 dan XRP US$0,2978 per keping.

Akibat menurunnya harga Bitcoin dan mata uang digital lainnya, dua platform cryptocurrency terbesar dunia pun membatasi aktivitas jual beli akibat krisis kripto yang masih berlanjut.

The Celsius Network, salah satu platform dengan 1,7 juta pelanggan mengatakan bahwa kondisi pasar yang ekstrem memaksa perusahaan untuk menyetop sementara seluruh transfer, penarikan dan pertukaran antar akun.

Lihat Juga: Mengenal Bitcoin, Mata Uang Digital Yang Bernilai Fantastis

Di Indonesia sendiri masih melarang kripto untuk digunakan sebagai alat bayar. Tapi, kripto masuk dalam komoditi bursa berjangka. Sehingga tak masalah selama ditujukan sebagai investasi atau komoditas yang diperjualbelikan oleh pelaku pasar.

Aset kripto diatur oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) Kementerian Perdagangan melalui Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top