Bisnis

Harga Gas Di Indonesia Lebih Tinggi dibandingkan Korea, Singapura, dan Vietnam

Harga Gas Di Indonesia Lebih Tinggi dibandingkan Korea, Singapura, dan Vietnam

Industri Tekstil dan Produk Tekstil ‘ITPT’ mengutarakan keluhan terkait dengan harga gas yang belum mempunyai skala ekonomi pada Menteri Perindustrian ‘Airlangga Hartarto’ saat acara Breakfest Meeting Perkembangan ITPT Nasional (29/8).

Ade Sudrajat selaku ketua umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia ‘API’ mengatakan bahwa, gas merupakan tulang punggung dari proses industri dimana energi ini dapat berdaya saing secara global.

Ade menambahkan, tata niaga perdagangan gas saat ini di Indonesia terlalu kompleks, dimana harga gas yang berasal dari dalam negeri sendiri cenderung mahal dibandingkan dengan negara importir gas dari Indonesia.

Seperti contoh, gas Indonesia yang dijual ke Singapura dibanderol dengan harga USD4. Sedangkan harga jual di negeri sendiri ‘Indonesia’ dibanderol menjadi USD12. Berarti disitu terjadi percaloan yang besar. “Harus kita benahi, kan gas tersebut dapat langsung diberikan implikasi bagaimana dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Harapan kita harga gas tidak terlalu tinggi perbedaannya antara yang dijual di Singapura, Vietnam dan Korea, dibandingkan di dalam negeri,” Kata Ade (29/8).

Kontribusi gas yang merupakan energi di dalam industri mempunyai rata-rata kurang lebih 24 persen dan pastinya jika gasnya mahal pastinya barang produksi dalam negeri akan sulit bersaing secara global. Industri menggunakan gas sebagai pembangkit tenaga listrik. Jika gas yang didapat PLN harganya mahal, maka PLN akan menjual listriknya ke industri akan lebih mahal lagi.

“Gas yang merupakan tulang punggung produktifitas industri, diharapkan harganya lebih rendah, maka PLN akan jual listriknya ke industri akan jauh lebih murah,” Tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

To Top