Bisnis

Heboh Bisnis Asuransi Dapet Gaji Rp 1 M, Emang Bener Asuransi Bikin Kaya?

Bisnis Asuransi

Ramai di media sosial sebuah video wawancara pekerja wanita yang memiliki income atau pendapatan ratusan juta hingga Rp 1 miliar sebulan hanya dengan bisnis asuransi.

Dalam video yang diunggah oleh Felicia Putri Tjiasaka itu disebutkan bahwa tiga wanita bernama Christina, Juliana dan Gwen. Mereka mengaku bekerja dalam bidang bisnis asuransi.

Di video itu Felicia menanyakan income per bulan. “Boleh spill nggak income per bulannya berapa?,” tanya Felicia. “Rp 1,1 miliar,” ujar wanita bernama Jule. Dia menyebut bekerja sebagai pebisnis di bidang asuransi.

Selain itu Christina juga mengaku income yang didapatkan dari bisnis asuransi per bulan Rp 1 miliar. Sama seperti Jule, Christina juga merupakan pelaku bisnis di bidang asuransi. Terakhir wanita bernama Gwen memiliki pendapatan Rp 600 juta sebulan dan dia juga sebagai pelaku bisnis asuransi.

Ternyata Begini Sistem Pekerjaan Bisnis Asuransi Mereka

Dari penelusuran ketiga wanita ini yaitu Christina, Juliana (Jule) dan Gwen bekerja di tempat yang sama yaitu Alife by Vision.

Mereka bertiga merupakan co-founder perusahaan ini, sebuah jabatan yang cukup tinggi. Alife ini adalah sebuah Insurance Agency yang didirikan pada 2019 dan merupakan bagian dari Vision Agency.

Kembali ke pembuat konten video tersebut, Felicia Putri Tjiasaka merupakan co Founder Ternak Uang. Ternak uang ini adalah platform edukasi finansial untuk meningkatkan literasi finansial dan investasi masyarakat Indonesia.

Ternak uang ini memberikan kelas-kelas pelatihan sampai video untuk para member yang terdaftar. Selain itu juga ada laporan market secara bulanan, kelas analisa hingga komunitas member aktif.

Bisnis Asuransi
Agen asuransi semestinya bukan tipe yang sekadar mengincar penghasilan jumbo

Kata Pakar Ekonomi Soal Bisnis Asuransi

Di TikTok, video yang dirilis terkait asuransi tersebut ternyata hingga kini telah disukai oleh 1,5 juta orang dan menuai 17.600 ribuan komentar dan di-repost sebanyak 42,4 ribu kali. 

Tapi benarkah bisnis asuransi bisa menjanjikan penghasilan besar seperti tiga contoh di atas?

Founder Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Wong Sandy Surya menyatakan agen asuransi berpotensi mengantongi penghasilan miliaran rupiah setiap bulan. Meski begitu, untuk bisa mencapai level itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

“Benar penghasilan agen asuransi bisa sampai miliaran. Tapi perlu diingat, agen asuransi itu bukan berbasis gaji, melainkan komisi. Bahkan, bisa dibilang seorang agen profesional itu sudah seperti entrepreneur.” Katanya

Lebih jauh, Sandy menyatakan seorang agen asuransi semestinya bukan tipe yang sekadar mengincar penghasilan jumbo. Jauh dari itu, menurut dia, agen asuransi juga harus memiliki komitmen memberikan edukasi dan pelayanan soal pentingnya proteksi finansial kepada masyarakat seluas-luasnya.

Sebab, menurut dia, masih banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi para agen asuransi. Salah satunya adalah bagaimana menjelaskan ke calon pemegang polis di mana pun dan kapan pun, bahkan walaupun mereka tidak jadi membeli produk asuransi.

Selain itu, agen asuransi harus mengurus klaim pemegang polis sampai tuntas, serta berkewajiban berkontribusi kepada negara melalui pajak yang nilainya terbilang jumbo. Agen asuransi juga punya tugas utama mendidik masyarakat soal produk-produk asuransi.

“Jangan sampai masyarakat itu ketika mendapat bencana, tidak lantas setelahnya terjadi bencana keuangan juga buat mereka. Jadi agen asuransi itu sebenarnya intinya adalah berbagi,” tambahnya

Dalam konteks perpajakan, saat ini agen asuransi berstatus pengusaha kena pajak. Ada pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 1,1 persen dari komisi atau imbalan, serta pajak penghasilan (PPh) dengan skema norma 50 alias pendapatan agen yang terkena pajak hanya sebesar 50 persen dari seluruh penghasilan mereka.

Lebih jauh Sandy membeberkan bagaimana hubungan ideal antara seorang agen dengan pemegang polis. Pertama, harus ada keterbukaan dan rasa percaya di antara keduanya. Kedua, saling membantu. Ketiga, menjaga kesetiaaan.

Sebab, menurut dia, ada saja oknum agen yang tak setia dengan perusahaan asuransi. Akibatnya, pemegang polis kesusahan ketika butuh klaim. Ada juga tipe pemegang polis yang tidak setia, gonta-ganti agen dan produk asuransi dari bermacam perusahan karena satu dan lain hal.

Sandy menekankan bahwa agen asuransi yang akan sukses adalah mereka yang bisa bekerja dengan tulus dan mampu mem-branding diri secara profesional, serta mengutamakan kepentingan pemegang polis.

“Saya pun sekarang ini bertahan selama 31 tahun karena memegang mindset kepentingan nasabah di atas segalanya. Agen asuransi juga harus berkomitmen memberikan masukan yang membangun, baik kepada perusahaan asuransi, maupun kepada para nasabah itu sendiri,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top