Bisnis

“Lemahnya Rupiah Bukan Ancaman”

Portal Berita

Nilai tukar dollar AS terhadap rupiah akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan hangat seantero Indonesia. Bagaimana tidak, nilai tukar tersebut menjadi titik terlemah rupiah sepanjang masa.

Berbagai sektor perekonomian kelabakan dengan masalah tersebut. Tak sedikit pula pengusaha dan pelaku bisnis yang ketar-ketir. Biaya produksi yang mahal, ditambah semakin lemahnya daya beli masyarakat, mempengaruhi iklim perekonomian yang kian ‘lesu’.

Berbeda dengan pengusaha dan pelaku bisnis lainnya, di saat semua orang serba ketakutan dengan masalah tersebut, situs belanja busana muslim pertama di dunia asal Indonesia, HijUp.com, malah tak menilai lemahnya rupiah sebagai acaman. CEO HijUp.com, Diajeng Lestari, bahkan beranggapan bahwa kenaikan dollar AS justru akan berimbas baik bagi bisnisnya, Jumat (28/8/2015). Dikutip dari Kompas, Diajeng Lestari berkata, “Justru malah bagus, banyak kostumer kami berasal dari luar negeri.”

Diajeng mengatakan, harusnya keadaan tingginya kurs dollar AS dapat dimanfaatkan dengan baik jika saja Indonesia berada di posisi negara produsen bukan konsumen. Wanita yang merintis situs belanja online-nya sejak tahun 2011 tersebut malah memberikan pesan-pesan kepada para pengusaha Indonesia lainnya dalam menghadapi lemahnya rupiah terhadap dollar.

“Perkuatlah lini-lini produksi dari Indonesia, salah satu lini tersebut adalah lini busana muslim,” ujar Diajeng.

Diajeng mengakui jika kenaikan harga dari bahan baku yang diimport memang ada. Akan tetapi, ketika dollar AS melambung, kata Diajeng, justru bakal membuka peluang untuk pasar luar negeri yang lebih luas.

Menurutnya, selama ini, konsumen HijUp.com yang berasal dari luar negeri rata-rata asal negeri tetangga. Diajeng mengatakan tahun depan dirinya akan lebih fokus memperkuat pasar busana muslim di luar negeri, khususnya di negara asal Britania Raya, yaitu Inggris. Jumlah penduduk muslim yang banyak menjadi alasan mengapa HijUp.com bakal fokus ke negara tersebut. “Inggris punya tiga juta penduduk muslim,” tuturnya.

Bukan sekedar bualan. London Fashion Week akan menjadi bukti. Keikutsertaan HijUp.com tahun depan bukan cuma meramaikan, tapi juga sebagai langkah serius untuk turun langsung ke pangsa pasar muslimah di Inggris.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top