Bisnis

Mata Uang yang Mempengaruhi Harga Emas

Mata Uang yang Mempengaruhi Harga Emas

Emas merupakan logam mulia yang cukup diminati oleh para pelaku trading futures. Dengan harga yang relatif stabil, sepanjang sejarah perdagangan emas telah berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu komoditas pilihan yang patut menjadi favorit trader di investasi berjangka Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, ada dua cara analisis yang umum dipakai; fundamental dan teknikal. Lupakan dulu angka-angka dan grafik ayng membingungkan karena kali ini kita akan membahas analisis fundamental dalam memprediksi price action komoditas emas. Secara khusus dalam kaitannya dengan pergerakan mata uang.

Umumnya, ada empat mata uang yang keadaan fundamental ekonominya cukup berpengaruh besar terhadap pergerakan harga komoditas logam mulia ini. Keempat mata uang tersebut ialah; dolar Amerika Serikat (USD), Franc Swiss (CHF), dolar Australia (AUD), dan dolar Kanada (CAD).

Mata uang negeri Paman Sam dikenal sebagai mata uang “anti-emas”. Secara historis, USD hampir secara sempurna merefleksikan hubungan terbalik dengan mata uang ini. Bila harga emas naik, USD akan turun. Sementara saat harga emas turun, USD cenderung menguat.

Ini terjadi karena harga emas biasanya diukur dengan USD. Sehingga pelemahan USD karena ketidakpastian global akan menjadi penyebab utama untuk kenaikan harga emas, yang terjadi karena sifat emas yang dianggap sebagai bentuk substitusi kuat dari uang. Emas juga diyakini sebagai komoditas keamanan bagi banyak orang. Dalam kondisi ekonomi dan politik yang sedang tidak stabil, trader akan cenderung untuk lebih mengumpulkan emas, yang menyebabkan nilai tukar USD melemah.

Sementara untuk CHF, pergerakan harga CHF sangat kuat berhubungan dengan emas karena Swiss dikenal sebagai negara yang cukup banyak menyimpan cadangan emas. Regulasi Swiss dulu mewajibkan cadangan emas hingga 40% untuk mendukung mata uang negara tersebut. Meski aturan tersebut sudah diubah, hubungan kuat antara CHF dan emas tertanam dibenak para trader. Sehingga bila harga emas naik, maka nilai tukar CHF juga akan ikut terkerek.

Selain CHF, mata uang negeri Kangguru AUD juga termasuk yang cenderung bergerak searah dengan harga emas. Dengan statistik hingga 80%. Status Australia adalah salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia dan kontribusi emas terhadap nilai ekspor negara tersebut yang cukup dominan merupakan penyebab utamanya. Alhasil, jika komoditi ini naik, maka AUD juga akan ikut naik, begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, jika harga emas mulai menguat, bank sentral Australia mulai menaikkan suku bunga acuan untuk menahan laju inflasi. Ini menunjukkan harga emas yang cukup sensitif pada perekonomian negara Kangguru.

Yang terakhir ialah Kanada dengan mata uangnya CAD. Kanada adalah salah satu negara dengan nilai GDP terbesar di dunia. Negeri ini bertumbuh secara konsisten sejak 1991. Dimana kegiatan eksploitasi dan ekspor sumber daya alam, seperti emas dan minyak, merupakan salah satu tumpuan utama Kanada.

Dari pergerakan ketiga mata uang tersebut saja, sudah dapat memperhitungkan harga emas dengan cukup sederhana dalam menyusun rencana trading oleh perusahaan futures indonesia. Tentu kita tetap tidak dapat menafikan isu-isu fundamental lain dan juga faktor-faktor terkait. Namun, pergerakan keempat mata uang tersebut dapat menjadi pijakan awal yang cukup baik dalam menyusun rencara trading emas.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top