Bisnis

Rilis Starbucks BPJS ‘Ready to Drink’, Strategi Marketing Inovatif Bisnis F&B 2022

Starbucks BPJS

Biasanya minuman Starbucks hanya bisa didapat di gerai Starbucks itu sendiri. Satu gelas minuman di Starbucks bisa dibanderol puluhan ribu rupiah atau bahkan Rp100 ribuan. Hal ini pun membuat Starbucks dipandang sebagai salah satu kedai kopi mewah. Namun siapa sangka, Starbucks BPJS kini hadir dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Starbucks merambah produk ready to drink alias siap minum. Produk tersebut dijual di minimarket yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Kemasan kaleng Starbucks BPJS ini masih mencirikan logo putri duyung. Produk Starbucks BPJS Doubleshot Espresso mengeluarkan varian rasa Espresso Latte dan Mocha isi 220 ml.

Harga Starbucks kalengan ini bikin banyak publik tercengang lantaran jauh lebih murah dari minuman di gerainya. Cukup Rp 14.900, pecinta kopi bisa menikmati Starbucks kalengan. Saat ini Starbucks BPJS sudah dijual di minimarket Alfamart dan Indomaret.

Keputusan Starbucks untuk merambah pasar minimarket ini menarik para penggemar kopi sekaligus pengamat brand. Arto Biantoro (21/9) selaku aktivis brand lokal untuk menanyakan pendapatnya soal ini.

Menurut Arto Biantoro, kehadiran Starbucks kalengan atau dikenal dengan Starbucks BPJS di minimarket tentu sebuah langkah untuk memperluas pasar, tapi sekaligus juga demi memperkuat ekuitas brand Starbucks itu sendiri di pasaran kopi.

“Jadi Starbucks mungkin di bayangan saya ingin merambah dari premium market sampai ke market yang ada di bawahnya. Dan itu sebenarnya sah-sah saja. Memang biasanya dilakukan brand-brand yang memiliki kekuatan ekuitas, brand yang sudah populer, dia kemudian memperbesar kemampuannya atau kekuatannya dengan merambah pasar. Dan itu sekali lagi hal yang wajar,” ucapnya.

Langkah ini juga dinilai Arto Biantoro sebagai hal wajar dalam proses pengembangan usaha. Arto berujar, “Ada yang namanya brand extension, line extension, dan category extension. Dan brand seperti Starbucks yang punya global present itu sebenarnya sudah di dalam level mereka sudah mampu mengembangkannya ke sana.”

tahun 2018, Starbucks bekerja sama dengan Nestle untuk memproduksi Starbucks kalengan.

Kerjasama Nestle dan Starbucks kembangkan Starbucks BPJS

Ia juga mengamati kalau sebelum Starbucks BPJS ini keluar, Starbucks sebelumnya sudah pernah mengeluarkan minuman ready to drink lain dalam kemasan botol kaca, tapi pada saat itu harganya masih mahal. Langkah ini dianggap kurang berhasil karena menyamai harga kopi Starbucks yang dibeli di gerainya langsung.

Kemudian pada tahun 2018, Starbucks bekerja sama dengan Nestle untuk memproduksi Starbucks kalengan seperti yang sekarang.

“Dan kalau nggak salah, lewat kerjasama dengan Nestle setahu saya, di tahun 2018 itu, kerja sama ini kemudian menghasilkan apa yang kita lihat sekarang. Pabriknya ada di Indonesia. Jadi proses produksinya murah, harga jualnya bisa lebih kompetitif,” katanya.

Arto menyoroti bahwa Starbucks jeli melihat pola dan kebiasaan konsumen sebelum meluncurkan Starbucks kalengan ini. 

“Karena ada konsumen yang datang ke kafe, mereka duduk-duduk nongkrong untuk membahas, tapi ada juga profil customer yang grab and go, which is yang ada di minimarket dan titik-titik lain. Nah ini dua behavior yang berbeda. Dalam dunia ritel, memahami behavior adalah kunci keberhasilan,” tegasnya.

Ia meyakini bahwa Starbucks tidak ‘bermain sendiri’. Selain sudah melakukan analisa pasar, mereka juga melakukan kerjasama strategis dengan brand yang memiliki kemampuan ritel cukup baik, khususnya di Indonesia. “Dan itulah yang terjadi sekarang, kita bisa melihat produk itu di pasar,” sambungnya

Melalui The Global Coffee Alliance, Nestlé dan Starbucks akan membawa beragam rangkaian varian kopi premium – termasuk termasuk biji utuh, sangrai dan giling serta kapsul Starbucks untuk Nespresso dan Nescafé Dolce Gusto. 

Nestlé dan Starbucks akan terus berkolaborasi membentuk produk baru, inovasi dan strategi pemasaran yang dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan pengalaman keunikan menikmati Starbucks secara global.

Dilansir dari Reuters, sebelumnya Nestle dan Starbucks telah menandatangani kesepakatan lisensi global pada tahun 2018 yang memberikan pihak Nestle hak abadi untuk memasarkan kopi kemasan Starbucks dan produk layanan makanan secara global.

Perjanjian awal tersebut mengecualikan barang yang dijual di kedai kopi Starbucks dan produk siap minum.

Head of Nestle Coffee Brands David Rennie dalam sebuah pernyataannya menyebutkan, rencana perluasan perusahaan ke sektor kopi siap minum dilakukan untuk terus membangun kepemimpinan global dalam komoditas kopi.

“Dengan rencana ekspansi kami ke produk kopi siap minum, Nestle akan terus membangun kepemimpinan globalnya dalam komoditas kopi dan akan mendapat manfaat dari peluang pertumbuhan baru di segmen yang berkembang pesat dan menarik konsumen baru dan lebih muda,” kata David Rennie seperti dikutip Reuters.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top