Bisnis

Sentimen Pasar dalam Trading Forex

trading forex

Pada umumnya, kebanyakan trader Forex lebih sering menggunakan analisa teknikal. Para trader memanfaatkan indikator yang biasanya telah disertakan dalam aplikasi trading popular. Bagi beberapa trader yang tetap berpegang pada analisa fundamental, berita di media massa seakan menjadi konsumsi wajib tiap hari. Namun, ada cara analisa yang lebih sederhada, yaitu dengan melihat sentiment pasar saham.

Sebenarnya, metode analisa dengan membandingkan bursa saham dan forex resmi indonesia ini bukan hal yang baru. Membandingkan dua pasar yang berbeda untuk membuat sebuah analisa disebut juga sebagai konsep analisa intermarket. Berikut kita akan membahas contoh sederhana bagaimana membandingkan pergerakan nilai mata uang dengan pasar saham.

Mari kita ambil contoh menilai pergerakan nilai dolar Amerika Serikat (USD) dan dolar Australia (AUD) bila dibandingkan dengan indeks saham S&P 500. Umumnya, saat grafik S&P 500 menukik, maka mata USD justru malah akan menguat. Bagaimanapun, indeks S&P 500 terdiri dari ratusan perusahaan besar di negeri Paman Sam, yang mana jika sahamnya turun berarti kondisi perekonomian di Amerika juga sedang kurang baik. Di saat seperti itu, trader semakin berminat untuk menggelontorkan dananya ke pasar saham dan aset lain yang berbunga tinggi.

Saat iklim bisnis sedang cukup baik, trader tentu akan lebih berminat untuk membeli aset berisiko tinggi. Perlu dicermati bahwa seperti saham, forex juga termasuk mata uang berisiko tinggi. Sementara USD yang termasuk safe haven dan berbunga rendah malah dijauhi. Selain USD, Yen Jepang dan Franc Swiss juga termasuk safe haven.

Sementara itu, kita tahu bahwa mata uang Australia termasuk uang mayor dengan suku bunga besar. Sedangkan bunga dolar Amerika Serikat cenderung rendah dan belum pasti kapan akan dinaikkan. Secara otomatis, ini mengakibatkan terjadinya carry trade, yaitu cara trading yang menjual mata uang berbunga rendah sambil membeli mata uang berbunga tinggi.

Baca Juga : Penyebab Kegagalan Trader Forex Dan Cara Mengatasinya

Dari sini dapat disimpulkan bahwa selama Amerika Serikat masih berusaha memulihkan perekonomiannya dan selama suku bunga dolar Australia masih tinggi, maka korelasi antara indeks S&P 500 dan mata uang AUD dan USD akan tetap ada. Dalam kondisi itu, kalau S&P500 mulai turun, artinya minat risiko berkurang, investor berusaha menghindari carry trade, dan mata uang seperti AUD dan USD kemungkinan juga akan mulai dijual.

Sebenarnya, ada banyak instrumen lain yang juga bisa diambil untuk memanfaatkan analisa intermarket. Tidak cuma menghubung antara pasar saham dengan valas saja. Bisa juga menggunakan perbandingan antara pasar surat hutang dengan valas. Pasar surat hutang juga dikenal mempunyai kapitalisasi yang luar bisa besar dan sangat cair. Sehingga kemungkinan intervensi dan manipulasi akan lebih diminimalisir.

Pada akhirnya, ada banyak model analisa alternatif yang dapat dimanfaatkan. Bukan hanya melihat faktor teknikal dan fundamental. Metode ini dapat menjadi opsi bagi trader forex dalam memprediksi pergerakan nilai tukar mata uang, saat melakukan trading di perusahaan forex online Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top