Bisnis

Tren Produk Tie Dye Menjadi Ide Bisnis Kecil-Kecilan Di Tengah Pandemi

Tren Produk Tie Dye

Di tengah pandemi ini, beberapa tren pakaian kembali digemari, bahkan telah viral di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Trend pakaian yang dimaksud adalah produk-produk pakaian dengan konsep tie dye, bahkan kini konsep produk tie dye diaplikasikan di produk-produk lainnya.

Adanya pandemi Covid-19 ini membuat kegiatan masyarakat dibatasi karena adanya Pembatasan Sosial Berskalan Besar (PSBB). Hal itulah yang membuat banyak bisnis mengalami kemerosotan yang tajam termasuk bisnis pakaian. Merosotnya bisnis pakaian di tengah pandemi membuat pelaku bisnis mengalami kerugian.

Oleh karena itu, mereka harus memutar otak bagaimana agar bisnis pakaian bisa berjalan meskipun dalam kondisi pandemi. Salah satunya dengan menciptakan sebuah produk baru yang mampu menarik minat pembeli kemudian di jualnya secara online.

Bisnis ini bisa dibilang mudah karena pembuatannya yang gampang. Bahkan banyak anak-anak muda sekarang ini memulai bisnis dengan berjualan produk tie dye produksi sendiri. Bisa dibilang bahwa jualan produk tie dye ini sangat cocok terutama untuk bisnis kecil-kecilan di tengah pandemi ini.

Tie dye ini sebenarnya bukan barang baru. Pembuatannya yang menggunakan teknik ikat dan celup ini sudah terkenal di negara Jepang sekitar tahun 552 sampai 749 masehi. Nah, pada tahun 1960-an, konsep tie dye ini populer di negara Amerika.

Teknik pembuatan produk tie dye

Di tahun 2020 ini, produk-produk dengan konsep tie dye kembali booming. Hal itu dikarenakan produk tie dye sekarang dimodifikasi dalam model pakaian atau barang yang membuatnya terlihat unik dan keren.

Produk tie dye yang paling populer adalah piyama. Di tengah pandemi ini, kebanyakan orang menghabiskan waktunya di rumah. Oleh karena itu, mereka membutuhkan suasana yang baru termasuk juga dalam hal pakaian. Piyama tie dye ini dapat menjadi pilihan karena motifnya yang unik dan bermacam-macam tetapi tetap berwarna dasar putih. Meskipun demikian, warna putih tersebut tentunya dipadukan dengan beberapa warna cerah lainnya yang dicampurkan dengan teknik ikat dan celup sehingga menghasilkan motif tie dye.

Kini, fungsi dari piyama yang biasanya digunakan untuk pakaian rumah beralih ke pakaian yang bisa digunakan di luar rumah. Hal itu dikarenakan konsep tie dye yang estetik sehingga cocok untuk digunakan untuk berjalan-jalan.

Setelah piyama tie dye booming, kini banyak pelaku bisnis tie dye yang juga melakukan hal yang ke beberapa produk lainnya. Di masa pandemi ini, semua orang diwajibkan untuk memakai masker agar terhindar dari penularan Covid-19. Pastinya orang-orang akan bosan dengan masker dengan motif polos. Hal itulah yang membuat pelaku bisnis tie dye mulai mengaplikasikan motif tie dye ke dalam pembuatan masker.

Hasilnya banyak orang yang suka karena menghasilkan masker dengan kombinasi warna yang bagus dan tidak membosankan. Selain masker, ada juga kunciran rambut, kaos kaki, sweater, tas, scarf, headband, kain untuk hiasan dinding, topi, celana, dan lainnya yang menggunakan konsep tie dye.

Tren Produk Tie Dye

Di media sosial, pencarian untuk kategori tie dye meningkat. Di Pinterest sendiri pencarian produk tie dye meningkat hingga 462%. Populernya produk tie dye sendiri disebabkan karena pembuatannya yang mudah dan juga media yang digunakan tidak harus bahan baru. Di Instagram sendiri banyak sekali akun-akun yang menjual produk-produk tie dye.

Di beberapa situs penjualan online pun, kini banyak menjual produk-produk tie dye. Tidak hanya toko-toko online yang besar, namun beberapa toko online kecil pun juga menjual produk ini. biasanya untuk toko-toko kecil, produknya buatan sendiri dengan stok yang terbatas.

Ketika produk tie dye dijual secara online, hal yang paling penting selain produknya sendiri adalah cara pengemasan. Saat ini, cara pengemasan menjadi salah satu hal penting untuk menjual sebuah produk. Dengan pengemasan yang menarik dan tentunya aman, para pembeli akan langsung berdatangan karena tertarik dengan produk sekaligus pengemasannya.

Banyak pemula yang memulai bisnis tie dye ini kemudian mengunggahnya di Tiktok membuat mereka kebanjiran orderan, apalagi jika unggahannya tersebut masuk ke fyp. Biasanya pemula akan mengunggah mulai dari awal jualan tie dye, proses pembuatan, proses pengemasan, dan lainnya. Salah satu yang menjadi daya tarik pembeli adalah cara pengemasannya yang menarik.

Bisnis tie dye ini tidak membutuhkan modal yang banyak. Dengan biaya di bawah sekitar satu jutaan, seseorang sudah bisa memulai bisnis tie dye. Untuk memulainya bisa dilakukan dengan membuat beberapa produk terlebih dahulu. Jika nantinya produk yang dijual banyak pesanan, maka bisa menambah stok-nya. Meskipun bisnis dimulai dengan modal kecil, namun keuntungan yang didapat berlipat-lipat per bulannya.

Ketika memulai berbisnis memang membutuhkan sebuah kesabaran. Hal itu dikarenakan produk yang dijual tidak langsung laris begitu saja. Butuh waktu sampai ada pesanan yang masuk. Apalagi di tengah pandemi ini, banyak sekali bisnis-bisnis besar yang mengalami kemerosotan meskipun sudah dibangun bertahun-tahun. Itu bisnis besar bisa merosot apalagi bisnis kecil-kecilan.

Ketika berbisnis jangan takut gagal. Lakukan semua hal yang sesuai dengan kemampuan. Jangan lupa untuk terus melakukan promosi terutama di media sosial karena itu penting untuk mengenalkan produk yang dijual ke publik.

Baca Juga : 5 Keuntungan Bisnis Travel, Jangan Kaget!

Jika kalian ingin berbisnis, mulailah secara kecil-kecilan terlebih dahulu. Buat produk yang unik dan berbeda dari yang lain. Setelah produk dibuat, promosikan dengan cara yang berbeda dan tentunya menarik minat pembeli. Untuk pemula, produk tie dye cocok untuk dijadikan bisnis kecil-kecilan untuk mengisi waktu luang. Hal itu dikarenakan bisnis ini membutuhkan modal yang sedikit dan tentunya pembuatannya pun mudah. Selain itu, tie dye juga menjadi tren yang populer di tahun 2020.

To Top