Bisnis

Uniknya Minuman Mirip Cairan Pencuci Piring, Mau Coba?

Sekilas sulit dibedakan, yang mana minuman dan yang mana cairan pencuci piring. Desainnya dibuat sama persis, dengan botol, stiker dan warna yang sangat mirip satu sama lain. Satu-satunya yang dapat membedakan adalah nama atau merk minuman yang sedikit diplesetkan.

Ide unik dan kreatif ini datang dari sekumpulan anak muda Universitas Brawijaya, Malang, yang kelimanya adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi di universitas tersebut. Mereka adalah Vialyne Dinata, Jonathan Steven, Yosua Halim, Panji Adhytama dan Selvi Hokman.

Ide unik yang baru dijalankan sekitar 4 bulan terakhir itu diakui kelimanya berawal dari makin trennya bisnis makanan dan minuman yang disajikan dengan cara unik. Menurut Vialyne, semua yang dikemas dengan unik, saat ini sedang berkembang dan membuat banyak orang penasaran.

Minuman mirip cairan pencuci piring itu mereka namakan Magic.Wash (Magic dot Wash). Masyarakat tak perlu takut mengonsumsi minuman ini, karena bahannya aman dan cukup mudah ditemukan di pasaran.

Seperti plain soda yang dikombinasi dengan aneka rasa, mulai jeruk, anggur, melon dan stroberi. Sedangkan untuk susu, digunakan susu sapi segar dengan penambahan rasa taro, bubble gum, coklat dan greentea. Magic dot Wash juga aman dikonsumsi karena tidak mengandung pengawet, sehingga hanya bertahan sekitar 2 – 4 hari saja.

Yang menarik, minuman-minuman tersebut diberi nama unik mirip dengan cairan pencuci piring yang beredar di pasaran. Seperti Sodlight yang dikemas sangat mirip dengan cairan pencuci piring merk Sunlight. Serta minuman berbahan susu, Momo, dibuat sangat mirip dengan merk Mama Lemon.

“Sodlight memang berbahan soda, jadi dinamakan Sod maksudnya Soda. Kalau Momo itu maksudnya minuman yang dihisap, mo..mo mo..mo,” jelas Vialyne sambil tersenyum di lokasi produksi minuman, Perumahan Griyasanta Ekslusive Malang.

Menurut Steven, botol kemasan minuman yang terlihat sangat mirip dengan botol cairan pencuci piring dipesan khusus dari pabrik plastik yang kini menjadi langganan. Botol tersebut memang khusus untuk minuman. “Kami selalu menggunakan botol baru dan pasti aman,” jelasnya.

Pemasaran yang mereka lakukan hingga kini masih sebatas sosial media, meski beberapa kali pernah mengikuti pameran. Namun setiap akhir pekan, mereka rutin memasarkan Magic dot Wash di area Car Free Day, jalan Ijen Malang.

Penjualan Magic dot Wash tak hanya di Malang dan sekitarnya, melainkan mencapai Klaten dan Yogyakarta. Bahkan beberapa kali sempat ada pesanan dari luar Jawa seperti Kalimantan dan Papua, namun mereka masih memikirkan cara mengirimkannya.

Untuk pengiriman dalam kota, mereka memanfaatkan jasa ojek atau bahkan diantar sendiri. Sedangkan untuk luar kota, pengiriman menggunakan jasa travel. Minuman-minuman tersebut dimasukkan dalam sebuah box dan diberi es, selanjutnya ditutup rapat hingga kedap air.

Sementara itu, Steven menjelaskan omzet Magic dot Wash dalam sebulan dapat dikatakan cukup lumayan. Dalam sebulan, omzet bisa menembus Rp 13,5 juta. Dan mereka mampu menjual sekitar 900 botol setiap bulannya. Harga jual untuk Sodlight Rp 15 ribu per botol, sedangkan jenis Momo dijual per botol dengan harga Rp 20 ribu. “Dalam sehari kami mampu menjual maksimal 30 botol. Dulu modal awalnya Rp 5 juta secara patungan,” tandasnya.

Loading...
2 Comments

2 Comments

  1. Avatar

    rini

    January 19, 2016 at 1:08 pm

    Maaf bukan mau menghalangi kreatifitas tp bgmn seandainya anak kecil (blm bisa membaca) lari kedapur & minum sabun cuci piring ibunya…? Apa itu sdh dipikirkan. Terimakadih

  2. Avatar

    Bambang Ermansyah

    February 23, 2016 at 3:53 am

    Saya tertarik untuk memasarkan produk ini di wilayah Jakarta dan Bekasi. untuk langkah awal, mohon informasi kontak person serta alamat lengkap.

    Salam Sukses..!!!
    Bambang Ermansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top