Entertainment

5 Alasan Mengapa ‘House of the Dragon’ Lebih Populer Daripada ‘The Rings of Power’

house of the dragon_the rings of power

‘House of the Dragon’ (HOTD) merupakan weekly series paling trending saat ini. Episode pilot yang tayang perdana pada 21 Agustus kemarin telah memecahkan rekor 10 juta penonton, menjadi episode perdana dengan penonton terbanyak dalam sejarah di HBO. Berlatar 200 tahun sebelum ‘Game of Thrones’ yang terkenal lebih dulu, kali ini kita akan diajak melihat masa kejayaan klan Targaryen, dimana konflik utamanya masih sama yaitu memperebutkan Iron Throne. 

Tak sendirian di skena weekly series bergenre fantasi yang saat ini sedang mengudara, Prime Video juga merilis ‘The Lord of the Rings: The Rings of Power’ yang kerap dibanding-bandingkan dengan HOTD. Keduanya sama-sama kisah prekuel, adaptasi dari novel fantasi populer, serta memiliki fandom yang sangat besar di komunitas budaya pop berkat kesuksesan serial/film ‘original’-nya. Meski ada beberapa konsep cerita dan spektrum dunia fantasi yang berbeda, banyak dari kita tak akan tahan untuk tidak membandingkan dua serial fantasi yang sedang mengudara ini. Lantas, mengapa ‘House of the Dragon’ lebih populer dari ‘The Rings of Power’? Berikut penjelasan lengkapnya!

1. ‘House of the Dragon’ Rilis Seminggu Sebelum ‘The Rings of Power’

house of the dragon_pilot
House of the Dragon (Episode Pilot)

Selain media seni, serial televisi/streaming adalah hiburan dengan nilai komersial. Strategi promosi dan perilisan yang tepat juga mempengaruhi kesuksesan suatu serial. Dalam poin ini, HBO menang start dengan merilis HOTD seminggu lebih awal dari ‘The Rings of Power’. Baik disengaja maupun tidak, timeline ini merupakan ‘keberuntungan’ yang membuat HOTD mencuri major audience terlebih dahulu. Sementara ‘The Rings of Power’ rilis pada 1 September di pekan berikutnya. 

Langkah persaingan yang cukup keras pun diambil oleh HBO dengan merilis episode pilot HOTD di YouTube (di negara terbatas) pada hari yang sama dengan perilisan serial Prime Video tersebut. Sepertinya HBO serius untuk mempertahankan rekor jumlah penonton mereka di episode perdana yang tembus 10 juta. 

2. ‘House of the Dragon’ Setia dengan Materi Sumber 

house of the dragon_caraxes
House of the Dragon (Episode 2)

Salah satu poin yang utama yang diakui penggemar sebagai keunggulan HOTD kesetiaan naskah pada materi sumber. George R.R. Martin sebagai penulis novelnya saja dilibatkan dalam jajaran produser eksekutif. ‘House of the Dragon’ sendiri diangkat dari novel ‘Fire & Blood’, dimana Dance of the Dragons menjadi peristiwa utama yang sudah terkenal di kalangan penggemar novel maupun serial ‘Game of Thrones’. Meski banyak dari penonton telah mengetahui akhir cerita dari klan Targaryen, sejauh ini ‘House of the Dragon’ menyuguhkan episode-episode baru yang memikat untuk ditonton. Bahkan memikat penggemar baru untuk join dalam fandom ini. 

Sementara ‘The Rings of Power’ memiliki mengadaptasi dunia ciptaan J.R.R. Tolkien dengan karakter baru dan beberapa referensi dari karakter yang sudah terkenal dalam fandom selama ini. Sebetulnya secara produksi, serial ini memiliki sinematografi, musik, dan semesta yang tak kalah detail dan menggugah seperti ‘HOTD’. Namun ada cukup banyak elemen yang tidak sesuai dengan ekspektasi penggemar setia trilogi ‘Lord of the Rings’ (LOTR). Jika penggemar setianya saja tidak puas, siapa yang akan mempromosikan serial ini untuk mendapatkan penonton baru? Buat kalian yang bukan penggemar LOTR dan ingin menonton serial fantasi dengan produksi berkualitas, mungkin bisa coba saja menonton serial ini tanpa peduli kata media. 

3. ‘The Rings of Power’ Memiliki Isu Hak Cipta

The Rings of Power_Pilot
The Rings of Powers (Episode Pilot)

Dukungan dan keterlibatan G.R.R. Martin dalam pengembangan serial HOTD menjadi salah satu asupan utama akan kualitas serial adaptasi novel ini. Meski melibatkan banyak sutradara dan penulis naskah, G.R.R. Martin hadir sebagai konsultan setiap kali dibutuhkan. Ia bahkan bisa menolak maupun memberikan koreksi pada naskah HOTD. Semoga saja ‘House of the Dragon’ konsisten dalam hal ini, belajar dari kegagalan ‘Game of Thrones’ dimana  menuju season-season terakhirnya bukan buah pikiran utama dari penulis novelnya, melainkan eksekutif produser David Benioff dan D.B. Weiss. 

Lain halnya ‘The Rings of Power’ yang sebetulnya memiliki batasan dalam mengembangkan naskahnya. Amazon hanya memiliki kuasa untuk mengadaptasi semesta fantasi karya Tolkien dari ‘The Lord of the Rings’ dan ‘The Hobbit’, namun tidak dengan ‘The Silmarillion’. Dimana novel tersebut memiliki materi yang dibutuhkan untuk memahami semesta Middle-earth di masa lampau. Keluarga Tolkien sendiri sebetulnya tidak pernah mendukung project adaptasi dari novel fantasi ini. Putra Tolkien, Christopher bahkan tidak menyukai trilogi LOTR yang sukses besar. 

4. ‘House of the Dragon’ Berhasil Membuat Kita Lupa Kegagalan ‘Game of Thrones’

house of the dragon_episode 5
House of the Dragon (Episode 5)

Hanya melalui episode pilot saja, HOTD telah memberikan kualitas naskah yang lebih baik dibandingkan GOT episode perdana pada 2011 silam. Seakan hendak menebus kesalahan mereka, HBO memberikan budget dan proses produksi ekstra untuk HOTD. Mulai dari pemilihan aktor seperti Matt Smith, Olivia Cooke, dan Paddy Considine yang sudah cukup terkenal di skena hiburan mainstream. Hingga keseriusan dalam menulis naskah episode per episode yang menyuguhkan sesuatu untuk membuat penonton ketagihan. Tak sabar menanti episode berikutnya. Dimana sensasi tersebut tak terlalu kita dapatkan pada GOT season pertama, episode-episode pertama. 

‘The Lord of the Rings’ trilogi mungkin sejauh ini masih menjadi franchise fantasi terbaik. Namun karya-karya terusannya (The Hobbit) menimbulkan kekecewaan pada penggemarnya karena tidak bisa menyamai kualitas triloginya. Hal yang sama juga sedang terjadi pada ‘The Ring of Powers’. Berbeda dengan agenda HOTD ibarat ‘penebusan dosa’, ‘The Ring of Powers’ adalah proyek pembuktian yang seakan ingin memberikan lebih dari semesta Tolkien, namun tidak ada yang meminta. 

5. World Building ‘House of the Dragon’ Lebih Fokus dengan Karakter Kunci yang Jelas

the rings of power_pilot
The Rings of Power (Episode Pilot)

Dalam episode perdananya saja, ‘House of the Dragon’ mampu memberikan banyak informasi penting yang dirangkum dengan padat dan jelas. Hanya dalam durasi kurang lebih satu jam, kita langsung paham apa latar belakang konflik, objektif utama cerita, hingga deretan karakter kunci dalam liga perebutan tahta kali ini. Sementara episode-episode selanjutnya menjadi media elaborasi dari motivasi hingga perkembangan posisi tiap karakter. Beriringan dengan pengenalan karakter-karakter pendukung yang sangat mulus. 

Dibandingkan dengan HOTD, ‘The Rings of Power’ tidak mampu memberikan pengenalan semesta dan karakter yang ringkas dalam dua episode perdananya. Semestanya terlalu luas, namun tidak dieksplorasi secara maksimal dan banyak detail dibiarkan tanpa penjelasan. Karakter baru juga terus bermunculan, jadi membuat penonton masih belum bisa menentukan mana karakter yang kuat dan hanya pendukung saja. 

Dengan poin penjabaran di atas, bisa terlihat mengapa ‘House of the Dragon’ menjadi serial yang lebih populer dibandingkan ‘The Rings of Power’. Tak hanya beruntung dengan timeline dan strategi promosi yang tegas, ‘House of the Dragon’ juga menunjukan kualitas naskah dan world building fantasi yang sangat diperhitungkan dalam tahap produksinya. Popularitas HOTD juga bisa terlihat dengan trending topic di media sosial setiap pekannya. Hingga aneka meme yan menunjukan keberpihakaan penonton pada serial klan naga ini. Kalau kalian, nonton ‘House of the Dragon’ atau ‘The Rings of Power’? Atau menonton dua-duanya?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top