Entertainment

Andien Alami Abusive Relationship Selama 9 Bulan: Sampai Dicekik dan Ditonjok

Abusive Relationship

Penyanyi Andien membuat pengakuan alami abusive relationship di tengah ramainya kabar KDRT yang dialami Lesti Kejora. Ia mengungkapkan bahwa dirinya juga sempat mendapat perlakuan kasar dari mantan kekasihnya.

Mengenai pengalaman buruk itu diungkap Andien melalui cuitan di Twitter-nya. “Gue pernah ngalamin abusive relationship (nggak bisa dibilang KDRT karena belum menikah) with my boyfriend back then,” kicau Andien.

Andien berkisah, saat pertama kali mendapat pukulan dari mantan kekasihnya itu, ia langsung minta putus. Namun, mantan kekasihnya memohon-mohon untuk dimaafkan. Karena kasihan, akhirnya Andien pun memaafkan.

“Kejadian abusive relationship pertama tuh dipukul, gue langsung putusin. Besoknya dia kayak nangis2 mohon2 dan bilang nggak bisa hidup tanpa gue. lalu karena gue kasihan.. Gue luluh,” lanjutnya.

Kata Andien, alih-alih berubah, mantannya itu justru mengulangi kesalahan yang sama. Tak hanya dipukul, bahkan Andien ditonjok hingga dicekik. Dan kejadian abusive relationship itu terus berulang selama 9 bulan lamanya.

“Setelah gue balikan, dia ngulangin hal yang sama. Lalu gue putusin lagi. Abis itu dia nangis2 lagi, mohon2, ampe gue kasian..Terus gue luluh lagi. Begitu aja terus selama 9 bulan isinya ditonjok, dibeset, dicekik, dipukul pake hardcase gitar. Putus nyambung. Minta maaf & luluh,” ujar perempuan 37 tahun ini.

Kala itu, Andien tak berani mengadu dan berkata jujur ke orang tua soal dirinya yang mengalami abusive relationship dari mantannya. Sebab, ia tak ingin melihat mantannya disalahkan oleh orang tuanya.

“Gue nggak bisa jujur ke orang tua soal abusive relationship ini, apapun selalu gue umpetin karena nggak mau orangtua nyalahin cowok gue. Bilangnya jatuhlah, kepentok lah. Padahal sih mereka juga tau ya nggak mungkin kepentok orang matanya sampe nggak bisa buka kayak petinju gitu,” kicaunya.

Andien baru bisa lepas dari abusive relationship itu setelah mendapat wejangan sang ibunda. Menurut ibunya, Andien tidak akan bisa mengubah kebiasaannya dari mantannya itu dalam waktu yang singkat.

“Yang bikin gue “sadar” adalah nasihat dari nyokap. Beliau bilang: menurutmu, kamu bisa mengubah orang yang sudah 20 tahun lebih mengenyam kehidupannya sendiri? Dengan pola asuh yang sudah terpatri di dia, semua kebiasaannya, semua masa lalunya. Bisa kamu ubah dalam beberapa bulan ini?,” ungkapnya.

Ia semakin tersadar usai sang ibunda mengatakan bahwa berubah atau tidaknya dia itu bukan menjadi tanggung jawab Andien.

“And she added.. ‘Andien Aku, dia bukan tanggung jawab kamu. Bukan tanggung jawab kamu untuk mengubahnya. Itu tanggung jawab dia sendiri. Tanggung jawab kamu adalah diri kamu’. That hit me hard,” imbuh Andien.

Dalam cuitan lainnya, Andien membeberkan alasan dirinya tidak melapor ke pihak kepolisian. Andien mengaku saat itu masih memiliki rasa belas kasihan pada mantannya tersebut. Ia juga takut bila kariernya di dunia hiburan hancur karena permasalahannya itu.

“Oh one more, kenapa gue nggak melapor ke polisi? Krn gue takut. Gue kasian juga ama dia. Males diwawancara wartawan. & Takut karier gue hancur :’) Suatu hari, tantenya dia melihat muka gue lebam & beliau berkata “sabar2 yaa, dia memang gitu orangnya agak keras” .. I was like ?!?,” tandas Andien.

Apa yang harus dilakukan agar sembuh trauma abusive relationship?

Pertama segera temukan terapis berpengalaman dalam menangani orang dengan trauma. Cari terapis yang memiliki pelatihan dalam terapi prolonged exposure (PE), eye movement desensitization and reprocessing (EMDR), cognitive processing therapy (CPT), atau trauma-focused cognitive behavioral therapy (TF-CBT).

Ini karena bentuk-bentuk terapi tersebut membantu orang memproses dan mengatasi peristiwa traumatis. Namun, ada kemungkinan bahwa beberapa jenis terapi lain dapat membantu. Jadi, jangan terlalu memaksakan diri untuk menemukan terapi yang tepat untuk pertama kalinya.

Lalu, jangan lupa miliki hubungan yang baik dengan terapis. Terpenting adalah klien merasa aman dan didukung oleh terapisnya. Mungkin kamu perlu waktu untuk menemukan yang pas, dan itu tidak apa-apa.

Terakhir, bangun sistem pendukung solid yang terdiri dari orang-orang yang kamu percayai, lakukan perawatan diri, menetapkan batasan, dan mencoba membuat ruang diri terasa senyaman mungkin.

Jangan merasa rendah diri jika kamu merasa trauma setelah putus dari pasangan abusive. Kamu tidak sendirian. Segera cari pertolongan dari profesional agar kamu bisa menjadi seperti dulu, sebelum “dirusak” oleh pasangan yang kasar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top