Entertainment

Angelina Jolie Bintangi Film Biopik Maria Callas Terbaru Bersama Pablo Larraín 

angelina jolie_maria callas

Angelina Jolie dikabarkan akan membintangi film baru sutradara Pablo Larraín sebagai Maria Callas. Kali ini Pablo Larraín dan Steven Knight sebagai penulis naskah hendak mengangkat kisah Maria Callas. Publik figur wanita ini adalah sosok penyanyi opera yang legendaris. Dilansir dari IndieWire, project film yang dibintangi oleh Angelina Jolie ini masih belum diketahui judulnya, serta memiliki target untuk segera memulai syuting pada musim panas 2023. Masih cukup lama sebetulnya sampai kita bisa tahu pasti kapan film ini akan rilis. 

Film biopik terbaru Pablo Larraín ini memiliki materi yang cukup banyak untuk dieksplorasi. Bagi yang sudah tidak asing lagi dengan Larraín, sutradara ini memiliki metode dan rumus yang berbeda dari sineas lain ketika mengembangkan naskah biopik. Maria Callas adalah salah satu penyanyi soprano terikonik sepanjang masa. Callas tidak hanya terkenal sebagai wanita berbakat dalam bidangnya, Ia juga terkenal memiliki tempramen sebagai diva yang cukup kontroversial.

Diikuti dengan persaingannya dengan Renata Trebaldi yang juga merupakan penyanyi opera berbakat satu generasi dengannya. Diva berdarah Yunani-Amerika ini juga memiliki rabun dekat dan terlihat berjuang ketika mengalami penurunan berat badan drastis pada 1950an. Prestasinya dalam opera begitu banyak sehingga banyak penggemarnya menyebutnya sebagai La Divina, atau, “The Divine One.”

“Saya sangat serius bertanggung jawab atas kehidupan dan warisan Maria. Saya akan memberikan yang terbaik untuk memenuhi tantangan ini”, ungkap Angelina Jolie dalam pengumumannya sebagai aktris utama. “Pablo Larraín adalah sutradara yang sudah lama saya kagumi. Mendapatkan kesempatan untuk menceritakan lebih tentang Maria bersamanya, dan naskah oleh Steven Knight, adalah mimpi”, tambahnya. 

Pablo Larraín juga mengungkapkan semangat dan rasa bahagianya akan project biopic terbarunya ini. “Berkesempatan untuk mengkombinasikan dua hasrat paling mendalam dan personal saya, sinema dan opera, sudah menjadi mimpi penantian lama saya”, ungkap sang sutradara. “Bisa melakukan ini bersama Angelina, seniman yang sangat berani dan memiliki rasa ingin tahu, merupakan kesempatan yang menggugah. Benar-benar anugerah.”

Sepertinya sudah sejak lama kita melihat Angelina Jolie berakting dalam film award-worthy seperti ini, bersama dengan sutradara papan atas pula. Baru-baru on Angelina Jolie lebih akting dibalik layar, Ia baru selesai memproduksifilm keempatnya sebagai sutradara, “Without Blood”. 

Buat yang belum familiar dengan Pablo Larraín, sutradara ini telah sukses mengadaptasi kisah hidup publik figur perempuan sebagai film biopik. Larraín merupakan sutradara spesialis film biopik yang memiliki ciri khasnya sendiri. Tidak sekadar mengadaptasi dari materi sumber dengan akurasi sesuai sejarah, Ia selalu memilih untuk melakukan mengembangkan naskah sebagai seniman film, bukah ahli sejarah. Ia selalu memiliki persepsi pribadi setiap menyimak kisah hidup publik figur, khususnya publik figur perempuan paling ikonik dalam sejarah. Meski tidak pakem dengan materi sumber, Pablo Larraín memiliki hati yang tulus untuk tidak mengeksploitasi tragedi dari setiap tokoh yang Ia adaptasi dalam filmnya. 

Pablo Larraín mampu membuat penonton publik figur yang terkadang terlihat sebagai karakter dongeng bagi kita, menjadi sosok yang lebih manusiawi. Dengan berani mengeksplorasi agenda-agenda personal dari setiap karakter, baik sesuai dengan kenyataan maupun plot fiksi yang dikarang oleh Larraín sendiri. Tidak sendiri, Ia juga selalu bekerja dengan aktris yang juga memiliki wawasan luas tentang akting dan film. Ia lebih memilih untuk scouting aktris pofesional daripada casting untuk film-filmnya sejauh ini. Berikut bagiaman Pablo Larraín meraih kesuksesan di masa lalu, sebelum meraih kesuksesan berikutnya bersama Angelina Jolie di film terbaru yang masih dikembangkan. 

Pablo Larraín Pertama Kali Garap Film Biopik Jaqueline Kennedy, “Jackie” pada 2016

angelina jolie_film pablo larrain
Jackie (2016)

“Jackie” merupakan film biopik arahan Pablo Larraín tentang Jaqueline “Jackie” Kennedy, dibintangi oleh aktris pemenang Best Actress Oscar, Natalie Portman. Pertama, Larraín tampaknya tidak suka mengaplikasikan plot dalam naskahnya sesuai dengan referensi sejarah. Daripada membahas kisah suatu tokoh dari awal hingga akhir, Ia hanya memiliki satu momen atau agenda paling signifikan dari tokoh yang hendak Ia angkat ceritanya.

Untuk “Jackie”, Ia fokus mengeksplorasi salah momen paling mengerikan dalam hidup Jackie, yaitu ketika Ia harus melihat suaminya, John F Kennedy dibunuh di depan matanya. Kemudian bagaimana keadaan Jackie di masa berkabung dan melanjutkan hidup dengan tragedi yang masih traumatis baginya saat itu. 

Larraín tak lantas hanya menampilkan sekuen adegan per adegan dari peristiwa tersebut untuk menggerakan plot. Namun secara maksimal mengambil satu momen random (bisa jadi fiksi) untuk mengeksplorasi dampak psikologi dan kondisi mental dari Jackie mengenai peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.

Dengan begini, kira-kira, momen atau peristiwa adalah kehidupan Maria Callas mana yang angkat oleh Pablo Larraín bersama Angelina Jolie? Bisa saja fokus pada perseteruannya dengan diva saingannya, Renata Trebaldi. Atau apapun isu kesehatan mental yang mungkin di alami oleh Maria Callas di kehidupan pribadinya. Kita juga belum bisa menebak, mungkin saja sutradara ini hendak menyajikan rumus dan pola yang baru bersama dengan Angelina Jolie untuk mempresentasikan biopik Maria Callas. 

“Jackie” juga berhasil dieksekusi berkat kualitas akting dari Natalie Portman yang sudah tak perlu diragukan lagi. Untuk film satu ini, penokohan Jackie sepertinya tidak jauh dari referensi sumbernya. Portman berhasil menirukan gesture, aksen, dan pembawaan dari ibu negara yang anggun tersebut. Terkenal sebagai sosok yang tegar dan menawan di muka umum, “Jackie” juga mengeksploitasi kerapuhan yang tersimpan di balik senyuman istri presiden tersebut selama ini. Karen sudah bukan rahasia juga bahwa Jackie tidak memiliki pernikahan yang sempurna.

Akankah dalam film terbarunya bersama Angelina Jolie, Larraín akan kembali mengangkat kerapuhan dan tragedi dalam hidup Maria Callas?

Pada 2021, Sukses dengan “Spencer” Film Biopik Lady Diana Spencer 

angelina Jolie_film pablo larrain
Spencer (2021)

Pertama kali diumumkan bahwa Kristen Stewart akan berperan sebagai Diana Spencer, masyarakat awam banyak yang memberikan tanggapan negatif. Ada cukup banyak yang meragukan kualitas akting aktris Hollywood yang terkenal melalui film drama remaja “Twilight” ini. Namun Pablo Larraín selalu tahu apa yang Ia lakukan, termasuk ketika memutuskan untuk memilih Kristen Stewart sebagai bintang utamanya.

Sutradara ini juga menyukai aktris yang bisa diajak berdiskusi untuk mengembangkan karakter yang sedang Ia kembangkan. Melalui siaran press, Larraín menyakinkan bahwa aktris pilihannya ini memiliki cara yang menawan dalam melihat karakter Diana Spencer yang hendak mereka kembangkan. 

Pada titik ini, sudah ada terlalu banyak adaptasi dan biopik dari Lady Diana. Mulai dari adaptasi dalam “The Crown”, dan beberapa film di masa lalu. Jika “Diana” pada 2013 yang dibintangi oleh Naomi Watts mengangkat kisah cinta Diana dengan seorang dokter bernama Hasnat Khan, “Spencer” memiliki latar belakang plot yang tidak berbeda, titik berangkat yang tidak biasa jika dibandingkan dengan film biopik umumnya.

“Spencer” berlatar pada waktu yang mungin saja terjadi, namun plot dalam film ini lebih banyak elemen fiksinya. Menjadi gambaran besar dalam kanvas kecil kehidupan Diana Spencer selama menjadi istri Pangeran Charles. Hanya dalam agenda tiga hari terpenting dalam perayaan Natal di Inggris, kita jdi bisa memahami kehidupan Diana Spencer yang terisolasi, terkekang, penuh aturan yang ‘sepele’, namun harus dipatuhi. 

“Spencer” menjadi film biopik dengan konsep yang bebas dan tidak terpaku dengan pakem. Bisa dibilang 60 persen dari film ini adalah materi fiksi. Kedua, kekuatan dari film biopik Pablo Larraín adalah, kedua film ini biopiknya, “Jackie” dan “Spencer” bisa jadi bukan tentang publik figur yang terkenal, namun akan tetap menarik sekalipun plotnya diterapkan pada sosok wanita fiksi biasa. 

Itu tadi dua film Pablo Larraín yang patut kalian tonton sambil menunggu project-nya bersama Angelina Jolie. Melihat dua film biopik sebelumnya, kurang lebih kita bisa mulai menebak-nebak, metode unik apalagi yang kali ini akan dicoba oleh Pablo Larraín dalam menghidupkan kisah Maria Callas.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top