Entertainment

Angelina Sondakh Dikabarkan Segera Bebas, Ini Profil dan Perjalanan Kasusnya

Angelina Sondakh Dikabarkan Segera Bebas, Ini Profil dan Perjalanan KasusnyaAngelina Sondakh Dikabarkan Segera Bebas, Ini Profil dan Perjalanan Kasusnya

Tidak lama lagi Angelina Patricia Pinkan Sondakh atau yang lebih dikenal dengan nama Angelina Sondakh akan bebas dari penjara. Kabar kebebasannya pun disampaikan sang kuasa hukum, Krisna Murti. Krisna menuturkan bahwa proses administrasi kliennya itu sudah rampung.

Namun, kata Krisna, Angelina Sondakh harusnya bisa bebas lebih cepat namun karena tak dapat membayar uang denda sehingga harus mendekam di rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, lebih lama.

Lantas, Siapakah Angelina Sondakh?

Mengutip Kompas TV, Angelina Sondakh merupakan artis sekaligus politisi kelahiran New South Wales, Australia pada 28 Desember 1977. Sebelum menjadi politisi, ia dikenal sebagai seorang artis dan model

Karirnya dimulai saat dirinya terpilih sebagai pemenang kontes kecantikan, Puteri Indonesia 2001. Kemudian, wanita yang kerap disapa Angie ini memutuskan terjun ke dunia politik.

Dia pun terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat. Pada 29 April 2009, ia pernah menikah dengan aktor sekaligus politisi Adjie Massaid. Sang suami kemudian meninggal dunia karena serangan jantung pada 5 Februari 2011.

Pernikahan Adjie Massaid dan Adjie itu dikaruniai seorang putra bernama Keanu Jabaar Massaid yang kini berusia 14 tahun.

Lihat Juga: Saling Balas! PDIP Singgung Politik Sinetron, PD Sebut Rakyat Kangen SBY

Tentang Kasus Korupsi yang Menjeratnya

Pada 2012 lalu Angie terbukti mendapat suap terkait kepengurusan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan Nasional. Ia dianggap terbukti melakukan korupsi dengan menerima suap berkaitan dengan kewenangannya sebagai anggota Badan Anggaran DPR dan Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Komisi X DPR RI tahun 2010.

Saat itu, Jaksa menganggap Angie terbukti mendapat suap dari Grup Permai sebesar Rp12,58 miliar dan 2,35 miliar dolar Amerika Serikat.

Uang itu adalah imbalan karena Angie sudah mengupayakan supaya anggaran proyek perguruan tinggi di Kemendiknas dan Wisma Atlet di Kemenpora bisa disesuaikan atas permintaan Grup Permai.

Lihat Juga: Umur 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Jadi Tahanan KPK

Sementara itu, berdasarkan fakta persidangan kala itu, Muhammad Nazaruddin pernah mengenalkan Angelina Sondakh kepada Direktur Pemasaran Grup Permai, Mindo Rosalina Manulang. Dari perkenalan tersebut Angie beberapa kali berjumpa dengan Mindo di Gedung DPR dan sebuah pusat perbelanjaan di Senayan.

Menurut jaksa, dari pertemuan itu tercipta kesepakatan. Kesepakatan tersebut adalah Angie menyanggupi keinginan Mindo untuk menggiring anggaran dengan imbalan fee 5% dari nilai proyek.

Fee itu sudah harus dibayarkan lebih dulu senilai 50% sementara sisanya diserahkan ketika anggaran sudah disepakati dan turun dalam daftar isian pelaksanaan anggaran atau DIPA.

Lalu fee tersebut dijanjikan sudah diterima Angelina Sondakh dalam kurun waktu Maret 2010-November 2010. Menurut jaksa penuntut umum KPK, fee diberikan secara bertahap lewat kurir. Salah satu kurir yang mengirimkannya bernama Jefri yang mengantarkannya ke ruangan Anggota DPR I Wayan Koster yang terletak di lantai enam Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Vonis Hukuman Angelina Sondakh

Angie terbukti menerima uang tersebut. Jaksa mengungkapkan salah satu bukti penerimaan uang tersebut adalah komunikasi lewat Blackberry Messenger (BBM) antara Angie dengan Mindo.

Kemudian majelis hakim Tipikor awalnya memvonis Angie dengan hukuman penjara 4,5 tahun dan denda Rp250 juta dengan subsider penjara enam bulan. Setelah itu, Angie mengajukan banding.

Lihat Juga: Publik Tak Puas Kinerja KPK, Novel: Berantas Korupsi Tanggung Jawab Jokowi

Namun, Mahkamah Agung justru menambah vonis hukuman Angelina Sondakh jadi 12 tahun kurungan. Angie tak mau menyerah dan mencoba mengajukan Peninjauan Kembali (PK). PK tersebut kemudian dikabulkan MA dengan menjatuhi hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top