Entertainment

Covid-19 Bukan Rekayasa, Alyssa Milano Alami Sakitnya

Covid-19 Bukan Rekayasa, Alyssa Milano Alami Sakitnya

Covid-19, virus baru yang menjelma menjadi pandemi di tahun 2020 dan salah satunya menyerang Alyssa Milano yang membagi ceritanya. Ya, tidak hanya satu negara, tetapi virus ini telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Penularannya yang cepat membuat para tenaga medis kewalahan untuk menangani pasien positif virus corona.

Virus ini ada sejak akhir 2019, tetapi singgah di Indonesia sejak awal 2020. Awalnya, banyak yang beranggapan bahwa covid-19 tidak semengerikan yang terjadi saat ini. Ternyata hal tersebut salah. Semakin hari, jumlah orang yang dinyatakan positif telah terinfeksi semakin meningkat.

Selain penularan, perkembangan covid-19 dalam tubuh juga tidak membutuhkan waktu yang lama, sehingga mampu merusak organ-organ vital hanya dalam beberapa hari. Pasien penderita akan mengalami penurunan kualitas kinerja organ-organ mereka. Yang akhirnya bisa saja meninggal dunia karena tidak memiliki kekebalan yang cukup, membuat tubuh sudah tidak mampu menyerang.

Akan tetapi, sungguh ironis ketika melihat masih ada yang menyepelekan virus ini. Mereka menganggap ini hanya hoaks, rekayasa, dan dilebih-lebihkan. Padahal, keadaan yang ada adalah nyata sebagaimana mestinya.

Kabar terbaru yang cukup menggemparkan, seorang publik figur dari Amerika Serikat menceritakan bagaimana rasa sakitnya positif corona (09/08). Ia adalah Alyssa Milano, seorang artis, produser, sekaligus penyanyi berkebangsaan Amerika Serikat.

Melalui instagram pribadi, ia mengunggah foto dirinya yang menggunakan selang pernapasan disertai cerita betapa sakit menjadi orang yang positif corona.

Dinyatakan Positif

Alyssa Milano Dinyatakan Positif
Alyssa Milano Dinyatakan Positif

Alyssa Milano dinyatakan positif setelah 2 kali tes yang hasilnya negatif dari covid-19. Mulanya, walau ia dinyatakan negatif, tetapi berbagai gejala yang timbul dirasakan olehnya merupakan gejala terinfeksi virus corona.

Begitu miris, 4 bulan Alyssa menahan sakit, tetapi tes yang dilaluinya tidak menunjukkan bahwa dirinya positif. Namun, ia masih belum yakin apakah betul ia negatif padahal kondisi tubuhnya semakin menurun, tidak seperti orang sehat.

Gejala yang dialaminya berupa sakit di bagian perut, pusing yang teramat sangat atau vertigo, jantung berdebar-debar, menstruasi tidak teratur, dan sesak nafas. Semua itu membuatnya kehilangan tenaga, semakin lemas setiap harinya.

Karena merasa tidak kuat, akhirnya ia melakukan tes antibodi untuk menentukan apakah ia benar-benar positif. Lain dengan tes sebelumnya, hasil dari tes terakhir yang dijalaninya menunjukkan bahwa ia positif terinfeksi covid-19.

Setelah kejadian tersebut, ia mengalami fase pemulihan agar badannya kembali fit dan mampu melawan virus dalam tubuhnya. Tahap-tahap perawatan ia jalani sesuai dengan anjuran medis.

Dengan berbagai peristiwa yang telah dialaminya, ia pun menceritakan kepada public bagaimana keadaannya setelah tertular virus ini, betapa sakitnya terinfeksi. Tujuan Alyssa melakukan hal ini agar masyarakat membuka mata bahwa covid-19 memang benar keberadaannya, bukan hoaks semata.

Keadaan Setelah Terinfeksi

Keadaan Setelah Terinfeksi
Keadaan Setelah Terinfeksi

Setelah terinfeksi virus corona, kondisi kesehatan Alyssa Milano semakin tidak karuan, jauh dari kata normal. Sesak nafas yang dialaminya semakin hebat karena virus ini menyerang organ pernafasan. Apabila tidak memiliki kekebalan tubuh yang baik, maka akan kalah dalam pertempuran melawan covid-19.

Bahkan, karena sesak nafas yang makin hebat, Alyssa harus menggunakan selang oksigen untuk membantunya bernafas. Ia pun menyampaikan bahwasanya tidak main-main rasanya. Maka dari itu, selagi sehat tetap upayakan untuk terhindar ya. Jaga kondisi masing-masing untuk kebaikan bersama.

Selain sesak nafas, ia juga mengalami demam dan sakit kepala. Kondisinya yang demikian membuatnya sulit untuk beraktivitas. Geraknya sangat terbatas, tidak bebas. Tidak mudah untuk melakukan berbagai hal, walau ringan. 

Tidak hanya sampai disitu, semakin lama ia pun mulai kehilangan ketajaman dari indera penciuman yang dimiliki. Susah sekali untuk menggunakan penciuman dengan optimal. Bisa dibayangkan betapa tidak enaknya menderita covid-19.

Keadaannya yang demikian juga membuatnya susah makan. Akibatnya, asupan energi yang diterima tubuh semakin sedikit, sehingga membuatnya semakin lemas. Yang harusnya menambah kekebalan malah menjadi lemah, sangat menyedihkan.

Nah, berkaca dari hal tersebut, sudah seharusnya untuk berhati-hati. Jangan menganggap remeh apalagi menyepelekan. Sebab, apabila sudah terpapar maka akan membahayakan kesehatan tubuh. Terlebih jika kekebalan yang dimiliki rendah. Stay safe.

Himbauan Dari Alyssa Milano

Himbauan Dari Alyssa Milano
Himbauan Dari Alyssa Milano

Dalam postingannya, ia tidak hanya menceritakan mengenai keadaannya, tetapi juga menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan untuk menghindari penularan covid-19 agar bisa membuat khalayak membuka mata untuk tetap waspada.

Ia menuturkan kepada public untuk melakukan semua yang telah dianjurkan oleh tenaga medis, seperti sering mencuci tangan agar tetap steril, sehingga kuman dan virus yang menempel bisa diminimalisir bahkan dimusnahkan.

Selain itu, juga sebaiknya mengurangi bepergian, kecuali untuk hal-hal yang sangat mendesak. Jika tidak begitu penting, lebih baik tetap di rumah demi kesehatan diri sendiri dan orang lain. Semakin sering bertemu orang, resiko penularan akan semakin tinggi.

Apabila memang sangat penting, sehingga memaksa untuk keluar dari rumah, maka gunakan masker agar covid-19 dapat ditangkis penularannya. Melalui masker yang digunakan, virus yang akan masuk lewat hidung akan tertahan.

Juga jangan membentuk kerumunan apalagi tergabung di dalamnya. Orang-orang yang terkumpul mempercepat penularan covid. Terlebih jika ada yang sudah mengalami gejala-gejala sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para petugas medis.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka selain menjaga diri dari paparan virus corona, juga menghargai para petugas medis yang telah bekerja dengan begitu keras untuk berjuang melawan pandemi ini. Jangan egois ya, tetap utamakan kesehatan.

Bukan hanya kesehatan diri sendiri yang harus dijaga, tetapi kesehatan bersama. Tetap berhati-hati dan waspada ya. Semoga pandemi segera berakhir.

To Top