Entertainment

Depresi Dibalik Kematian SHINee’s JongHyun

Depression has no face merupakan ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan jenis penyakit yang satu ini. Beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh kematian Chester Bennington pada tanggal 18 Desember 2017 kemarin lagi-lagi dunia musik internasional dikejutkan oleh kematian salah satu anggota SHINee JongHyun yang ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di apartemennya di Chungdam, Seoul kemudian meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Polisi akhirnya menyimpulkan bahwa kematian JongHyun adalah akibat bunuh diri. Ditambah lagi dengan surat perpisahan yang kemudian diunggah oleh salah satu sahabatnya semakin menguatkan bahwa JongHyun memang mengakhiri hidupnya sendiri lantaran sudah tidak tahan dengan kondisi depresinya.

JongHyun Mengalami Seasonal Affective Disorder

Dalam sebuah wawancara JongHyun memang pernah mengungkapkan bahwa dia memang menghidap Seasonal Affective Disorder yaitu suatu kondisi dimana depresi dapat muncul dan justru memburuk ketika pergantian musim terjadi. Wuah, musim juga bisa menjadi pemicu depresi? Well, pada dasarnya seseorang sudah memiliki gangguan mental tertentu namun perubahan musim justru membuatnya semakin memburuk. Jika Anda agak bingung, coba bayangkan ketika hujan berhari-hari tanpa sinar matahari, orang yang waras saja bisa tiba-tiba berubah menjadi moody-an. Bayangkan saja jika seseorang dengan masalah mental akut dihadapkan pada situasi yang membuat orang normal saja bisa berubah emosional? Masih dalam wawancara yang sama JongHyun juga mengatakan bahwa depresinya bisa menjadi buruk ketika musim gugur ataupun musim dingin, dan hal ini sudah dialaminya sejak kecil.

Gejala Seasonal Affective Disorder

Secara umum jenis depresi ini merupakan gejala yang sering dialami oleh masyarakat yang tinggal di negara dengan empat musim namun terdapat gejala-gejala yang menunjukkan bahwa SAD tak lagi sekedar gejala depresi ringan tapi sudah menjurus pada kondisi yang dianggap berbahaya dan memerlukan bantuan seorang professional.

  • Wajar sekali merasa depresi ketika cuaca mendung tanpa matahari selama berhari-hari namun jika perasaan depresi tersebut tak kunjung hilang bahkan ketika sudah melakukan hal-hal yang menyenangkan maka tandanya kondisi ini sudah mengacu pada kondisi SAD akut.
  • Tak hanya merasa stress tapi juga muncul perasaan seperti merasa tak berguna, merasa gagal bahkan perasaan ingin bunuh diri merupakan gejala utama yang menunjukkan bahwa Anda memerlukan bantuan segera.
  • Walaupun gejala yang dialami setiap orang berbeda namun secara umum mereka yang mengalami SAD akan mengalami masalah bangun pagi, tak punya energi, selalu ingin tiduran, malas melakukan apapun, kecendrungan untuk makan berlebih yang dapat berakhir dengan masalah obesitas yang justru dapat semakin memperburuk kondisi.
  • Menunjukkan perubahan perilaku yang drastis pada musim-musim tertentu. Oleh karena itu kebanyakan penderita SAD juga mengidap Bipolar Disorder atau gangguan kepribadian sehingga nyaris seperti orang yang memiliki kepribadian ganda.

Kasus JongHyun hanyalah salah satunya dan kebetulan dia adalah seorang public figure, bahan dengan statusnya yang merupakan seorang yang terkenal, multi-talenta, kaya raya berwajah tampan saja bisa berakhir tragis. Karena sekali lagi depression has no face, jenis penyakit yang memang tidak bisa dipahami oleh mereka yang tidak mengalaminya langsung namun jika Anda mengenal seseorang dengan indikasi serupa, sebaiknya segera bertindak dan meminta pertolongan. Jangan pernah menganggap remeh depresi, penyakit ini terlihat normal dari luar tapi ternyata menggerogoti dari dalam sama seperti yang dikatakan oleh JongHyun dalam kata-kata terakhirnya “I’m damaged from the inside. The depression that has been slowly eating away at me has completely swallowed me, and I couldn’t win over it.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top