Entertainment

Film Hollywood Yang Merugi

Film-film Hollywood memang menjadi film yang paling banyak digemari di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Selain kebanyakan cerita yang diusung menarik, efek visual serta teknologi canggih membuat film Hollywood terlihat lebih epik. Kehadiran film-film Hollywood seringkali dinanti bahkan berbulan-bulan sebelum film tersebut dirilis. Tentunya, strategi pemasaran dari film-film besar ini sangat berpengaruh. Rasa keingin tahuan dan penasaran dari penonton untuk segera ingin mengetahui bagaimana jalan cerita dan penyajiannya, merupakan modal penting bagi  laku tidaknya sebuah sajian film.

Namun, sebagus dan se-orisinil apapun cerita yang diusung, pun dengan strategi pemasarannya yang tepat, tetap saja, x-factor dan faktor keberutungan membawa pengaruh bagi kesuksesan sebuah film. Karena itulah, pada akhirnya segala usaha yang serius terkadang harus bertekuk lutut. Budget jutaan dolar harus direlakan menguap atau kembali tanpa untung. Dari berbilang film Hollywood yang mengalami kerugian atau cuma balik modal saja pada sepanjang sejarah per-film-an dunia, kali ini kami pilihkan 6 diantaranya.

Jupiter Ascending, produksi tahun 2015

Penayangan film ini sempat tertunda, sementara sebelum ia berhasil tayang, ia telah digadang-gadang menjadi film yang demikian sukses. Namun pada kenyataannya, film yang dibintangi oleh Mila Kunis, Channing Tatum, Eddie Redmayne dan Sean Bean  ini kurang mendapat respon yang baik dari para pecinta film. Ratingnya yang tercatat di IMDb hanya 5,3/10. Hal ini tentu saja bukan merupakan hasil yang cukuo baik, apalagi mengingat biaya produksinya yang mencapai 176 juta USD atau setara dengan 2,3 triliun rupiah yang tentunya juga banyak terkuras bagi gaji para pemain bintang, sementara pendapatan film ini hanya mencapi 625 miliar rupiah saja. Singkat kata, film ini sangat merugi.

Pan, produksi tahun 2015

Rupanya, kehadiran aktor Hugh Jackman, Garett Hedlund, Rooney Mara dan Amanda Seyfried bahkan Cara DeLevingne tidak mampu mendongkrak pendapatan film yang satu ini. Terinspirasi dari kisah Peter Pan karya J.M Barrie, si anak hilang yang tidak dapat menua, film ini menghabiskan biaya sebenar 150 juta USD atau lebih dari 2 triliun rupiah sementara pendapat yang berhasil dikumpulkannya hanya 128,4 juta USD atau sekitar 1,7 triliun rupiah saja. Film ini mengalami kerugian yang tidak sedikit. Padahal ide cerita yang diusung cukup unik, dimana pada film ini mengangkat kisah pada masa Captain Hook musuh bebuyutan Peter Pan, belum menjadi sosok yang jahat.

Tomorrowland, produksi tahun 2015

Film produksi Walt Disney, sangat jarang menjadi film flop. Namun kali ini, faktor keberuntung sedang tidak berpihak, sehingga bahkan kekuatan akting George Clooney dan Britt Robertson tidak mampu mengangkat nama film ini menjadi lebih diperhatikan oleh para pecinta film yang pada awalnya berjudul 1952, lalu berganti judul menjadi Tomorrowland mengikuti nama wahana yang terdapat di Disneyland. The Hollywood Reporter memperkirakan budget film ini adalah 330 juta USD atau 4,4 triliun rupiah. Kerugian yang dialami Disney untuk film ini berkisar antara 120 hingga 140 juta USD atau setara dengan 1,6 hingga 1,9 triliun rupiah. Sebuah kerugian yang cukup besar. Bisa jadi jenis film fantasi futuristik segala umur seperti ini saat ini berkurang peminatnya.

Jack The Giant Slayer, produksi tahun 2013

Pada awalnya, film ini diberi judul Jack, The Giant Killer dan terinspirasi dari dongeng Jack The Giant Killer dan Jack and the Beanstalk. Mengusung bintang muda Nicholas Hoult disertai Ewan McGregor, film ini harus tertatih-tatih dan kemudian gagal menembus box office. Film yang tayang perdana pada 26 February 2013 di Hollywood ini mendapat ulasan beragam dari para kiritikus. Namun yang pasti, film ini diperkirakan mengalami kerugian sebesar antara 125 juta hingga 140 juta USD atau setara dengan 1,7 hingga 1,9 triliun rupiah

R.I.P.D (Rest In Peace Department), produksi tahun 2013

Kali ini, kekuatan duo aktor Ryan Reynolds dan Jeff Bridges yang diuji dalam film ber-genre fantasy action comedy ini, dan sepertinya tidak terlalu berhasil. Film ini mendapat sambutan kurang menyenangkan dari para kritikus, dan rupanya juga mendapat sambutan kurang baik dari para pecinta film, dimana terbukti film ini mengalami kerugian saat harus puas mengantongi pendapatan 78 juta dollar atau setara 1,062 triliun saja dari total pengeluaran sebesar 130 juta dollar atau setara dengan 1,7 triliun rupiah. Singkatnya, bahkan untuk balik modal saja, film ini tidak mampu.

47 Ronin, produksi tahun 2013

Keanu Reeves memang tidak sesakti dulu, namun penampilannya patut dan selalu ditunggu. Mengangkat kisah mengenai samurai tak bertuan (Ronin) berjumlah 47 orang, film ini ber-setting abad ke-18 yang menuntut balas terhadap kematian junjungan mereka dalam balutan gaya kisah Chushingura. Sayangnya, film ini mendapat review negatif dari pada kritikus, meski beberapa dari mereka memuji eksyen dan aspek visual dari film ini. Anggaran film ini total untuk produksi film, distribusi dan pemasaran adalah 225 juta USD atau setara dengan 3,063 triliun rupiah. Sementara film ini hanya mampu meraup pendapatan sebesar 152 juta USD atau setara 2,069 triliun rupiah saja. Majalah Variety menyebut film ini sebagai salah satu film dengan kegagalan terbesar di Hollywood untuk tahun 2013.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top