Entertainment

Mengenal Generasi K-Pop dari Masa ke Masa Hingga Mencapai Puncak Popularitas di Dunia

Generasi K-Pop dari Masa ke Masa

Saat ini, K-Pop semakin dikenal di seluruh penjuru dunia. Genre musik ini digemari bukan hanya semata-mata melihat paras idolnya, melainkan karena memiliki melodi adiktif, lirik menginspirasi, koreografi energik, serta kualitas produksi sangat baik. Bukan hanya itu, penggemar juga terpukau oleh karisma seniman dengan masa trainee bertahun-tahun. Sebelum akhirnya menjadi selebriti multitalenta yang luar biasa.

Di dalam dunia K-Pop terdapat pembagian generasi yang didasarkan pada era group tersebut didebutkan. Sebenarnya, belum ada definisi valid mengenai generasi K-Pop. Namun, secara umum dibedakan berdasarkan hal tersebut. Hingga saat ini, terdapat tiga generasi K-pop. Untuk mengenal lebih jauh, berikut ini informasi masing-masing generasi dari masa ke masa.

1. Generasi Pertama

Seo Taiji The Boys

Deman idol group di Korea Selatan mulai memuncak pada tahun 1992, ketika group bernama Seo Taiji & The Boys memulai debutnya. Aliran musik yang dibawa oleh boy broup ini diterima oleh kawula muda pada masa itu. Hingga akhirnya, industri musik di negara tersebut mengalami transformasi.

Secara garis besar, Seo Taiji & The Boys menjadi kiblat para musisi, dimana musik pop Korea Selatan berkembang menjadi lebih modern. Sejak saat itu, musik pop memiliki ciri khas penambahan bahasa Inggir dalam lirik dan terdapat koreografi dalam setiap lagu. Dari sinilah awal mula musik K-Pop dikenal di kenal dan berkembang di beberapa negara.

Dari sini, terlihat bahwa musik pop Korea Selatan memiliki peluang populer yang sangat beser. Hingga, muncul group baru tidak lama setelahnya seperti H.O.T, G.O.D, S.E.S, Fin.K.L, Baby V.O.X, SHINHWA, Sechkies, Chakra, Jewelry, Click-B, Roo’ra, Cool, dan lainnya.

Boy dan Girl group tersebut turut meramaikan belantika industri musik Korea Selatan. Uniknya, nama group pada era ini cenderung menggunakan singkatan. Sayangnya, sebagian besar idol generasi pertama ini hanya bertahan tidak lebih dari lima tahun. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang masih eksis sampai saat ini.

Para mantan anggota idol di generasi pertama memilih bersolo karir atau debut akting setelah group mereka tidak aktif lagi. Namun, ada pula yang mengadakan konser reuni setiap tahun seperti S.E.S dan SHINHWA. Selebriti ini tidak pernah lepas dari group yang telah membesarkan namanya.

2. Generasi Kedua

Super Junior

Generasi kedua K-Pop dimulai pada tahun 2003, agensi ternama mulai berlomba-lomba melahirkan boy dan girlband terbaik. Perusahaan yang mendominasi pasa masa itu tidak lain adalah SM Entertainment, YG Entertainment, dan JYP Entertainment. Di mulai dengan kemunculan DBSK, lalu dua tahun kemudian Super Junior resmi debut.

Super Junior tercatat sebagai group dengan anggota paling banyak saat itu, yaitu 12 orang. Selanjutnya, SNSD, Shinee, F(X). Sementara, YG Entertainment menjadi agensi paling jagoan setelah mendebutkan Big Bag dan 2NE1. JYP Entertainment turut bersaing dengan membentuk 2PM, 2AM, Wonder Girls, dan Miss A.

Idol dari agensi Big Three tersebut disambut hangat oleh masyarakat di luar Korea Selatan. Hal inilah yang membuat agensi lain turut membentuk idol baru seperti KARA, Infinite, Beast, U-Kiss, SS501, Sistar, T-ara, After School, Brown Eyed Girl, MBLAQ, dan masih banyak lagi.

Idol pada generasi ini dianggap sebagai era emas bagi para penggemar K-Pop, pasalnya dari tahun 2008-2013 genre musik Korea ini sudah sangat populer, tapi belum terkontaminasi dengan budaya luar. Untuk dapat menikmati musik video mereka juga belum sebebas sekarang.

Dahulu, belum banyak agensi yang membuat kanal resmi Youtube untuk setiap group. Tidak seperti sekarang, musik video baru rilis sudah dapat langsung dinikmati melalui kanal Youtube. Bahkan, dapat dinikmati menggunakan platform lain. Oleh karena itu, K-Popers yang mengenal idol di era ini disebut sebagai penggemar veteran

3. Generasi Ketiga

BLACKPINK

Biasanya, penggemar yang mengenal K-Pop sejak era kedua akan terus mengikuti perkembangan hingga generasi selanjutnya. Kesuksesan dari boy dan girl group generasi pertama membuat perusahaan besar sangat matang dalam merekrut trainee. Hal ini dapat dilihat dari kesuksesan EXO, BTS, Got 7, Winner, Red Velvet, Twice, iKON, dan Blackpink yang mampu menyaingi popularitas seniornya.

Hadir dengan semangat muda, mereka menciptakan karya segar yang dinanti oleh penggemar. Penggemat baru umumnya lebih tertarik mengikuti K-Pop generasi ketiga. Hal ini karena, informasi terakit idol yang debut dari tahun 2013 hingga sekarang lebih mudah dicari.

Lihat saja platform seperi Youtube dan Spotify, lagu group generasi ini paling mudah ditemukan. Belum lagi, para idol memiliki akun sosial media pribadi untuk menyapa penggemar secara langsung.

Style idol pada generasi ini dinilai jauh lebih baik dari pendahulunya. Para idol mulai menggunakan aksesoris dari bran high end, baik saat tampil maupun untuk keseharian. Tentunya badget yang dikeluarkan juga jauh lebih mahal. Meskipun demikian, tidak sedikit yang menggunakan fashion mereka sebagai kiblat.

Mungkin pada generasi pertama, penggemar sangat biasa melihat interaksi antar group yang dinaungi agensi yang sama. Tapi, pada generasi ketiga idol memiliki komunikasi lebih baik. Mereka dapat mendukung satu sama lain meskipun berbeda agensi.

Sedangkan, generasi ke empat adalah K-Pop yang debut pada tahun 2018. Beberapa idol yang debut di era ini antara lain Stray Kids, (G)-idle, Ateez, Itzy, TXT, Secret Number, dan Aespa. Boy dan girl group generasi ini masih akan ditunggu sampai beberapa tahun kedepan. Penggemar berharap kualitas musik jauh lebih baik.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top