Entertainment

Ironis, Ketika Artis Duta Anti Narkoba Terjerat Kasus Narkoba

Indonesia memang sudah sangat darurat narkoba pasalnya ketika lagi-lagi kasus artis yang terjerat narkoba beredar di media, tak ada yang terkejut, tak ada yang kaget, komentar kebanyakan netizen hanya berkisar ‘sudah bisa’ atau ‘lagi-lagi artis’ sehingga kasus narkoba yang harusnya tergolong kasus berat terdengar sudah sangat biasa dan kalaupun menjadi pembahasan hangat, tak berapa lama kasus itu akan menghilang ditelan bumi, kemudian tanpa disadari, suatu hari si artis tiba-tiba saja muncul dalam sebuah serial FTV yang bahkan tak seorangpun menyadari bahwa seharusnya dia masih mendekam di penjara. Tak kalah ironis, kabar tertangkapnya Pretty Asmara pada hari Minggu dini hari lalu kembali mengundang komentar ‘lagi-lagi artis, sudah bisa pakai narkoba’. Padahal tak ada yang biasa dalam kasus ini mengingat Pretty Asmara adalah seorang artis duta anti narkoba.

Pretty Asmara “Saya dijebak!”

Ketika ditangkap, Pretty Asmara lagi-lagi mengeluarkan statement klise yang sepertinya digunakan oleh hampir semua artis yang tertangkap tangan memakai ataupun membawa narkoba “Saya dijebak”. Menurut Kombes Pol Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, pihaknya memang sudah lama mengincari tempat dimana Pretty Asmara dan kawan-kawan sedang melakukan pesta narkoba dan ketika ada info terbaru bahwa sedang diadakan pesta narkoba, pada Minggu tanggal 16 Juli 2017, dini hari sekitar jam 01.00 diadakan penggrebekan hasilnya sekitar 9 orang berhasil diamankan dan dua diantara kesembilan orang itu merupakan pengedar dan perantara. Pretty Asmara sendiri walaupun setelah hasil tes urine ternyata negatif namun diduga kuat dia berperan sebagai perantara dan juga kedapatan membawa tiga jenis narkoba yaitu sabu serta alat penghisapnya, ekstasi serta satu narkoba jenis baru Happy Five.

Dituding sebagai pengedar narkoba di kalangan artis sejak dua tahun lalu, Pretty Asmara malah berteriak histeris di depan kamera dan lagi-lagi mengatakan bahwa dirinya dijebak dan tidak pernah mengatakan bahwa dirinya sudah dua tahun berperan sebagai pengedar narkoba. Namun, Kasubdit II Ditresnarkoba, AKBP Dony Alexander kepada wartawan pada tanggal 18 Juli 2017 lalu ketika ditemui di Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa perihal dugaan bahwa Pretty Asmara adalah salah satu dari pengedar narkoba kelas kakap, pihaknya akan lebih mengintensifkan lagi pemeriksaan. Sementara tentang komentar Pretty Asmara bahwa dirinya dijebak lagi-lagi AKBP Dony Alexander tidak berkomentar banyak hanya menekankan bahwa semuanya nanti tergantung pada DPO dan penyelidikan lebih lanjut.

Selain Pretty Asmara, juga ditangkap seorang pengedar berinisial D dan tujuh orang lainnya yang kesemuanya juga artis. Namun masih ada satu lagi tersangka yang masih dalam pengejeran berinisial AL. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, AL adalah orang yang meminta Pretty untuk menyediakan narkoba dan diduga sebagai orang yang bertanggung jawab pada pesta narkoba di tempat karoke itu.

Narkoba dan artis sepertinya memang bukan merupakan hal yang baru lagi, sebelum Pretty Asmara, sudah banyak nama-nama artis yang terjerat narkoba mulai dari Restu Sinaga sampai Raffi Ahmad dan terakhir anak laki-laki Jeremy Thomas beberapa hari sebelumnya juga dijadikan tersangka karena kepemilikan Happy Five. Awalnya, kasus ini mencuat saat sang ayah Jeremy Thomas mengadukan sikap oknum aparat yang katanya menganiaya anaknya sampai babak belur namun ternyata proses penyelidikan terus berlanjut dan Axel terbukti telah memesan Happy Five secara online. Dikabarkan karena kasusnya ini, Axel sempat depresi berat dan sang ibupun Valerie Thomas banjir dukungan dari para netizen.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top