Entertainment

Kronologi Penggrebekan Marshanda dengan Suami Karen

Marshanda disebut-sebut menjadi selingkuhan / pelakor suami Karen Idol, Arya Claproth. Saking kesalnya, Karen bahkan sampai menggerebek apartemen Marshanda belum lama ini.

Karen pun buka-bukaan. Ia mengungkap kronologi kecurigaan suaminya berselingkuh hingga menggerebek apartemen mantan kekasih Baim Wong itu.

“Kejadiannya tanggal 8 September saya dan suami cekcok, ada tindakan KDRT yang sudah saya laporkan juga ke Polrestabes Bandung,” ungkap Karen. “Pada saat itu, baju saya dirobek, saya dibekap dengan baju yang dirobek dari badan saya.”

Kejadian itu berlangsung cukup lama. Beruntung, aksi penganiayaan itu berakhir saat dihentikan anaknya.

“Intimidasi itu dilakukan dari jam 11 malam sampai jam 05.30 pagi, berakhir saat mbak saya ambil video itu, ada bukti saya mendapatkan tindak KDRT,” lanjut Karen. “Lalu mbak saya bangunkan anak saya, anak saya menyelamatkan saya, bangunkan saya dari tangga, berteriak minta bapaknya untuk stop aniaya saya.”

Alih-alih amarah Arya mereda, ia malah naik pitam hingga membawa pergi anak mereka. Tak ingin kehilangan sang anak, Karen terus menghubungi sang suami.

“Lalu saat itu juga, dalam keadaan syok dan tertekan, suami bawa anak saya pergi dari rumah orangtua saya di Bandung,” terang Karen. “Setelah anak saya dibawa, saya cari. Saya diputus kontaknya, enggak diangkat telpon saya, enggak bisa cari anak saya kemana-mana.”

Karen lantas meminta bantuan saudara-saudaranya. Ia ingin tahu dimana Arya membawa pergi anak mereka.

“Sebagai ibu saya kehilangan anak saya. Dari 8 September sampai 28 Oktober mereka berada di apartemen Aspen di Fatmawati,” lanjut Karen. “Saya sangat mengenal tempat itu dan tahu siapa yang tinggal di tempat itu.”

Karen sempat mengonfirmasi kebenaran info tersebut di penjaga keamanan apartemen. Tidak sendirian, ia ditemani adik, polisi hingga perwakilan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) (lembaga perlindungan anak indonesia).

“Saya telepon intercom di atas, sudah tahu itu apartemen milik Marshanda atas nama ibu Rianti Sofyan, ibunya,” kata Karen. “Jadi saya sangat terkejut saat itu, karena mobil itu diikuti dari rumah ayahnya, akhirnya berhenti di Aspen, saya langsung datang ke Aspen.”

“Tapi enggak langsung gerebek, saya persiapkan dulu. Saya datang besoknya, saya tunggu dari pagi, saya telepon intercom di atas ‘pak arya ini ada istrinya dibawah mencari anak’. Dia bilang, ‘saya enggak ada urusan dengan orang itu’ padahal saya masih istrinya,” kenang Karen. “Walau sudah sekapat berpisah. Kalau merasa benar kenapa kabur, ke parkiran kabur saya loncat ke depan mobil. Saya ditabrak mobil saat itu. Kejar-kejaran di parkiran. Akhirnya dipalang sama adik dan mbak saya.”

Akhirnya Karen berhasil mengambil anaknya. Aksi saling tarik pun terjadi, tapi Karen bersikeras membawa anaknya.

“Akhirnya saya berhasil untuk mengambil anak saya pada saat itu. Saya buka pintunya, saya tarik anak. Anak saya sudah nangis-nangis di dalam karena sudah lama enggak ngelihat ibunya,” ujar Karen. “Anak saya saya ambil terus dia langsung turun . Tidak, ini anak saya, anak saya.”

Kini Karen tidak ingin anaknya merasa trauma dengan perbuatan sang suami. Kendati demikian ia tidak habis pikir mengapa sang suami dan anaknya bisa ada di apartemen Marshanda.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top