Entertainment

Mark Sungkar Jadi Tahanan Kota Karena Alasan Kemanusiaan

Mark Sungkar Jadi Tahanan Kota Karena Alasan Kemanusiaan

Permohonan penangguhan penahanan terhadap Mark Sungkar atas perkara korupsi dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta. Penetapan tahanan kota Mark Sungkar berlaku mulai Rabu (5/5/2021).

“Maka dengan alasan kemanusiaan dan kemanfaatan hukum, akhirnya majelis hakim yang mulia bisa mengambil kebijakan hukum,” tutur Fahri Bachmid, kuasa hukum Mark Sungkar seperti dilansir dari laman Kompas.com, Kamis (6/5/2021).

“Untuk dilakukan pengalihan status hukum dari tahanan rutan jadi tahanan kota,” lanjut Fahri.

Status hukum Mark menjadi tahanan kota, dikatakan Fahri karena kliennya itu kooperatif dalam mengikuti proses hukum. menurutnya, alasan kemanusiaan, seperti usia Mark yang telah mencapai 73 tahun menjadi salah satu faktor utama penetapan status hukum ini.

“Terdakwa mengalami sakit cukup serius yaitu terkena COVID-19 dan dirawat intensif kurang lebih satu bulan di RS RSPP Jakarta Pusat,” kata Fahri.

Usai dinyatakan sembuh, Fahri mengatakan, majelis hakim mempertimbangkan kondisi kesehatan kliennya yang semakin menurun.

“Hal ini bisa dicermati dengan di mana keadaan Mark Sungkar yang tak bisa ikut persidangan sebagaimana seharusnya dan sejumlah penyakit lainnya,” tutur Fahri.

Ia menambahkan, keluarga Mark juga menjadi penjamin atas kliennya selama berstatus sebagai tahanan kota.

Diketahui, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PPFTI) itu terjerat korupsi. Ayah kandung Zaskia dan Shireen Sungkar itu didakwa korupsi senilai Rp 399,7 juta terkait laporan keuangan palsu kegiatan dana Pelatnas Asian Games 2018 di Bandung, Jabar.

Lihat Juga: Selamat, Zaskia Sungkar Lahirkan Putra Pertama Setelah 10 Tahun Menanti

Dalam dakwaan JPU, Mark Sungkar disebut tak mengembalikan sisa uang kegiatan dengan segera ke kas negara yang ditransfer oleh pihak The Cipaku Garden Hotel. Proposal kegiatan berjudul “Era Baru Triathlon Indonesia,” ke Menpora senilai Rp 5,072 miliar. Tetapi, sisa dana Rp 399,7 juta dari kegiatan itu disebut dikorupsi oleh Mark.

Ia tidak sendiri, ada beberapa nama lain yang disebut ikut dalam korupsi dana tersebut, seperti And Ameera Sayaka, Wahyu Hidayat, Eva Desiana, Jauhari Johan, dan pihak korporasi The Cipaku Hotel atas nama Luciana Wibowo.

To Top