Entertainment

Melihat Sisi Gelap Dunia Hiburan Korea Selatan dari Percobaan Bunuh Diri Kwak Jin Young

Kwak Jin Young

Memasuki awal tahun, industri hiburan Korea Selatan dihebohkan dengan kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Kwak Jin Young. Menurut kerabat dekat, kesadaran aktris veteran ini kembali pada 1 Januari 2021. Kabarnya, ia dilarikan ke UGD Rumah Sakit di Yeosu, Jeolla Selatan dua hari sebelumnya.

Hingga berita ini keluar ke publik, motif dibalik percobaan bunuh diri Kwak Jin Young belum diketahui. Wanita 50 tahun ini ditemukan tidak sadarkan diri setelah mengonsumsi pil dalam jumlah banyak.

Kwak Jing Young memulai debut sebagai artis pada tahun 1991, ia mengikuti audisi terbuka yang diadakan oleh saluran televisi MBC. Drama pertama yang dibintanginya adalah Eyes of Dawn (1991). Sejak saat itu, dirinya kerap kali muncul di layar kaca.

Tahun 2019 lalu, Kwak Jin Young menjadi perwakilan dari perusahaan Kimci. Rumah makan tersebut diberi nama Jong Mal, sesuai dengan karakter yang ia perankan dalam drama Son and Daughter (1992).

Serial televisi yang pernah dibintangi Kwak Jin Young antara lain Love in Your Bosom (1994), Hopeful Sky (1995), I Only Know Love (1998), Hug (1998), Letters Written on a Cloudy Day (1998), Typically Women (2010), dan Immortal Classic (2012).

Wanita kelahiran 12 Maret 1970 ini juga berperan sebagai tokoh utama dalam film Seven Princess Driver (2015). Selain itu, ia juga menjadi member utama dalam acara tv show Flaming Youth (2015).

Penyebab Utama Selebriti Memilih Mengakhiri Hidup

Sebelum Kwak Jin Young, cukup banyak selebriti Korea Selatan yang mencoba mengakhiri hidup. Disebabkan gangguan mental yang diderita ketika mulai memasuki dunia hiburan. Lantaran banyaknya tuntutan yang harus dilakuan agar tetap bersinar ditengah persaingan.

Dilansir dari beberapa sumber media, inilah sisi gelap dunia hiburan Korea Selatan yang tidak banyak diketahui.

  1. Selain Berbakat, Para Artis Dituntut Memiliki Penampilan Menarik

Menjalani kehidupan sebagai selebriti dianggap menyenangkan oleh sebagian besar orang. Bahkan pekerkaan ini paling digandrungi para penggemar di Korea Selatan. Akan tetapi, banyak yang belum mengetahui jika tidak mudah debut sebagai artis.

Tidak cukup hanya dengan bakat mumpuni, baik artis maupun idol harus menjaga penampilan agar tetap terlihat menarik. Mereka dituntut memiliki kepribadian yang baik kepada siapa saja.

Hal ini diungkap oleh mantan trainee SM Entertainent, Stella Kim. Saat itu, ia mengikuti pelatihan untuk dibut bersama Girl’s Generation. Dirinya mengaku trauma lantaran dituntut melakukan diet ketat. Apabila tidak ada perununan berat badan, mereka akan dicemooh habis-habisan.

Tidak sedikit mantan trainee yang mengaku mengalami hal serupa. Akibatnya banyak yang mengalami krisis percaya diri dalam waktu lama. Bahkan beberapa diantaranya nekat melakukan bunuh diri lantaran gagal debut sebagai artis.

Aktris pemeran drama Rooftom Room Cat (2003), Jeong Da Bin juga mengakhiri hidup dengan gantung diri. Menurut kabar yang beredar, ia menerima banyak tekanan selama berkarir di dunia hiburan. Sering kali mendapat bully lantaran penampilan fisik dianggap kurang menarik.

2. Tidak Bebas Berekspresi di Media Sosial

Melihat Sisi Gelap Dunia Hiburan Korea Selatan dari Percobaan Bunuh Diri Kwak Jin Young

Persaingan di dunia hiburan membuat sejumlah selebriti merasa penat. Sebagain dari mereka menghilangkan stress dengan mengekspresikan diri melalui media sosial. Platform media sosial dianggap sebagai tempat untuk mengekspresikan diri sebebasnya oleh para artis dan idol.

Meskipun ingin berekspresi seperti layaknya manusia biasa, para selebriti harus tetap berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Seperti kasus yang menimpa mendiang Choi Jinri atau dikenal dengan Sulli. Mantan member F(X) ini menerima kecaman dari nitizen.

Kematian Sulli diduga disebabkan oleh tekanan mental karena kerap kali menerima cyber bullyng. Kritik negatif yang diterima terkait kehidupan pribadi, penampilan, hingga bentuk fisik.

3. Pelecehan Seksual oleh Agensi untuk Mendongkrak Karir

Melihat Sisi Gelap Dunia Hiburan Korea Selatan dari Percobaan Bunuh Diri Kwak Jin Young

Tindakan asusila di balik gemerlap dunia hiburan Korea Selatan terungkap sejak kematian Jang Ja Yeon kembali diselidiki. Aktris yang sempat berpartisipasi dalam drama Boys Before Flower (2009) ini mengaku menderita tekanan mental.

Sebelum mengakhiri hidupnya, Jang Ja Yeon sempat meninggalkan surat. Ia menjelaskan bahwa Kim Sung Hun, pemilik agensi yang menaunginya sering melakukan tindak asusila terhadap dirinya.

Bukan hanya itu, Jang Ja Yeon kerap diundang untuk mendatangi pesta dan bertemu dengan orang-orang penting. Ia harus melayani mereka sebagai syarat untuk mendongkrak karinya.

Bahkan orang dalam di industri hiburan Korea Selatan menyatakan bahwa persiangan menjadi selebriti sangat kompetitif. Sehingga, tidak sedikit artis yang rela melakukan segala cara termasuk pelecehan seksual agar karirnya berjalan mulus.

4. Banyak Tuntutan Sehingga Menyebabkan Depresi

artis korea

Isu tentang tekanan mental yang diderita oleh para selebriti terutama idol menjadi sorotan. Beberapa kasus bunuh diri yang terjadi beberapa tahun terakhir semakin meyakinkan publik bahwa profesi ini penuh dengan konsekuensi.

Setelah kematian Kim Jong Hyun Shinee, beberapa artis yang melakoni profesi sama mengungkap tekanan yang dialami oleh para idol. Mereka dituntut tampil sempurna sejak usia muda.

Sudah menjadi rahasia umum kalau setiap artis maupun idol banyak yang melakukan operasi plastik. Untuk menghindari kontroversi berbuntut panjang, agensi akan berusaha membuat perubahan tersebut terlihat sealami mungkin.

Baca Juga : Deretan Selebriti yang Dikonfirmasi Menjadi Kontestan Miss Trot 2

Selain itu, ada pula yang mengungkap jika beberapa agensi memberlakukan kontrak budah pada artisnya. Biasanya, mereka menandatangani kontrak untuk lima atau tujuh tahun. Selama itu, agensi tidak melakukan transparansi keuangan. Hal ini penyebab idol merasa dirugikan dan memilih untuk keluar group.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top