Entertainment

Ranking Serial MCU Phase 4 Terbaik dan Terburuk, yang Mana Favorit Kalian?

mcu phase 4_she-hulk

MCU Phase 4 sebentar lagi akan segera berakhir. Baru-baru ini serial “She-Hulk: Attorney at Law” telah merilis episode finale-nya. Menjadi serial terakhir dalam fase ini. “Black Panther: Wakanda Forever” akan menjadi film terakhir penutup MCU Phase 4, rilis pada 11 November mendatang. Setelah kesuksesan besar pada MCU Phase 3, diakhiri dengan ‘Infinity War’ dan ‘Endgame’, Marvel Studios mencoba banyak hal baru di fase berikutnya. Tak hanya film, dalam fase 4 ada perpaduan antara serial dan film. Semenjak muncul Disney+, marvel mulai mencoba format weekly series untuk membangun semesta baru yang lebih megah. Penuh dengan hype selama berbulan-bulan, menjadi bahan pembicaraan di media sosial setiap pekannya. 

Jarak antara film dan serial MCU yang rilis dua tahun ini juga hampir berdekat satu sama lain. Ketika ada serial yang sedang tayang di Disney+, ada juga film yang sedang tayang di bioskop. Kita tidak pernah istirahat dari asupan MCU belakangan ini. Bahkan MCU Phase 5 dan 6 juga sudah diumumkan. Apakah MCU semakin menyajikan konten-konten yang seru? Bagaimana dengan format serial Marvel Studios terbaru dalam MCU Phase 4? Berikut ranking serial terburuk hingga terbaik MCU.

8. She-Hulk: Attorney at Law

Jennifer Walters (Tatiana Maslany) memiliki impian untuk menjadi pengacara sukses. Menjadi superhero setelah terkontaminasi darah Bruce Banner (Mark Ruffalo) dan menjadi She-Hulk sama sekali tidak ada dalam agendanya. Namun, Jen ternyata bermutasi menjadi mutan hijau super kuat yang lebih bisa mengendalikan diri dan berubah dengan fleksibel. Jen pun memulai hidup baru di usia 30an, juggling kehidupan antar Jen si pengacara dan She-Hulk yang fenomenal dan populer. 

Dari delapan serial MCU Phase 4, sepertinya “She-Hulk” menduduki peringkat paling bawa. Bukan karena kelewat buruk, serial ini hanya memiliki kemasan yang baru, overwhelming, dan menyuguhkan cita rasa baru yang tidak terlalu sesuai dengan segmentasi penggemar MCU pada umumnya. Setelah melihat sederet superhero berlaga di medan perang atau melawan penjahat. “She-Hulk” bisa digolongkan sebagai chick flick superhero, karena kental dengan feminisme dan pencarian jati diri pada sosok Jen. “She-Hulk” cukup seru dengan konsep fourth wall breaking-nya. Ada pula banyak cameo dan kejutan seru seputar MCU dalam serial ini. 

7. Ms. Marvel

Butuh waktu untuk mencintai superhero baru, penggemar MCU juga butuh waktu untuk mencintai Kamala alias Ms. Marvel. Serial MC Phase 4 ini tidak terlalu terkenal di kalangan audience barat, namun terasa sangat fresh bagi kita penonton Asia. Ms. Marvel adalah superhero muslim pertama dalam MCU. Hal tersebut dijadikan gimmick yang menghibur dalam setiap episode “Ms. Marvel”. Beberapa adegan cukup relevan buat kita penonton dari negara dengan mayoritas Muslim. “Ms. Marvel” juga berangkat dari latar belakang penggemar Avengers, sama seperti kita. Drama keluarga dalam serial ini juga terasa lebih hangat, berbeda dengan superhero Marvel lainnya yang memiliki latar belakang keluarga tragis. 

Mungkin Marvel Studio tidak terlalu percaya diri untuk merilis “Ms. Marvel” sebagai film layar lebar seperti ‘Shang-Chi’, “Black Widow”, superhero lainnya yang mendapatkan film solo. Padahal serial “Ms. Marvel” memiliki naskah yang cukup dragging, seharusnya bisa diringkas menjadi sajian film layar lebar origin dari superhero muda kita ini. 

6. Hawkeye

“Hawkeye” menjadi sajian serial Marvel yang pada masa perilisannya menjadi semacam serial bernuansa natal. Meski isi serial lebih fokus pada petualangan Clint Barton (Jeremy Renner) alias Hawkeye, bersama superhero wanna be muda, Kate Bishop (Hailee Steinfeld). Sajian drama dan aksi dalam serial ini sangat seimbang dan seru untuk ditonton. 

Hawkeye menjadi salah satu anggota Avengers dengan keadaan mental yang bikin miris. Ia tidak berbeda dengan pahlawan perang pasca ‘Endgame’ yang mengalami trauma dan masih berkabung akan teman-teman pahlawannya. 

Sementara Kate Bishop adalah jutawan muda yang berprestasi, Hawkeye adalah anggota Avengers panutannya. Interaksi antara pahlawan dan idola dalam “Hawkeye” sangat seru dalam berbagai perspektif. Ditambah lagi kehadiran karakter wanita garang lainnya yang menambah keseruan, Yelena Belova (Florence Pugh) dan Echo (Alaqua Cox). Keduanya akan kembali muncul dalam project MCU di masa depan, “Thunderbolts”. 

5. What If…?

mcu phase 4_what if
(What If…?)

MCU Phase 4 sangat didominasi dengan konsep baru yang kita kenal sebagai Multiverse. Dimana ternyata ada berbagai semesta dalam Marvel, dengan berbagai alternatif jalan cerita dan ending, bahkan jenis superhero baru. Multiverse pertama kali masuk dalam MCU melalui serial “Loki”. Jika ada serial MCU Phase 4 yang memberikan presentasi menarik sekaligus seru akan Multiverse, maka “What If…?” menjadi serial terbaik. 

Bagaimana jika Stephen Strange kehilangan hatinya, bukan tangannya? Bagaimana jika T’Challa adalah Starlord? Bagaimana jika dalam semesta lain, para superhero berusaha bertahan hidup dari serangan zombie? Ada banyak skenario menarik dalam “What If…?” yang motivasinya hanya untuk bersenang-senang, dan hal tersebut benar-benar menyenangkan. Dengan eksekusi serial, “What If…?” jadi terlihat seperti anthology superhero yang variatif dan tidak bikin bosan. Selalu ada kejutan seru dalam setiap episode. Ada drama yang tragis, ada aksi laga yang seru, ada juga skenario-skenario humoris yang menghibur. Menyatukan semua cerita yang terpisah pada akhirnya juga memiliki transisi yang sangat mulus. Buat penggemar garis keras komik, superhero, animasi, dan terutama penggemar berat MCU, “What If…?” adalah sajian Multiverse paling seru dalam MCU Phase 4. 

4. The Falcon and the Winter Soldier

Ada banyak superhero veteran ‘Endgame’ yang masih berlanjut kisahnya di MCU Phase 4. Beberapa di antaranya adalah Sam Wilson alias Falcon dan Bucky alias Winter Soldier. Kedua superhero ini bukan duo yang kita ketahui memiliki hubungan akur sebelumnya. Namun, ketika ancaman baru muncul, keduanya harus bekerja sama mengatasinya. Secara keseluruhan, “The Falcon and the Winter Soldier” mungkin memiliki plot superhero ala Marvel yang generik. Ada pahlawan, ada ancaman, kemudian terbentuklah petualangan dengan sekuen aksi.

Namun, bukan hal tersebut yang ingin dimaknai oleh serial ini. Baik Falcon dan Winter Soldier adalah superhero dengan kemampuan bertarung khusus, karena latihan dan raw skill sebagai manusia biasa. Mereka tidak memiliki kekuatan super seperti Spider-Man atau kekuatan dewa seperti Thor. “The Falcon and the Winter Soldier” menjadi serial dengan sisi humanis yang menyentuh, cukup serupa dengan “Hawkeye”. 

3. Moon Knight

mcu phase 4_moon knight
(Moon Knight)

“Moon Knight” juga menjadi superhero terbaru yang diperkenalkan dalam MCU Phase 4. Kesuksesan serial ini sempat disandingkan dengan “Loki” karena antusiasme penontonnya. Dibintangi oleh aktor papan atas, Oscar Isaac, Ia adalah Mark Spector, avatar dari dewa bulan dalam mitologi Mesir. Sebagai Moon Knight, Ia menjadi pemberatas kejahatan di tengah umat manusia. “Moon Knight” menjadi salah satu judul dalam MCU yang menghadirkan konsep gelap yang baru, namun berhasil menarik perhatian penggemar karena kemasannya yang benar-benar keren. Mulai dari naskah, penokohan protagonis, hingga produksi latar secara keseluruhan. “Moon Knight” juga memiliki elemen psychological suspense yang seru bagi audience dewasa. 

2. Loki

“Loki” sudah menjadi salah satu sosok villain dalam MCU yang paling dicintai. Tengil, cerdik, dan narsis, Loki adalah sosok villain dengan latar belakang yang kompleks. Sebagai saudara tiri Thor, Ia tumbuh dalam lingkungan yang toxic, seakan selalu memposisikan Thor sebagai pahlawan, dan Ia harus menjadi penjahat. Setelah dibuat patah hati pada MCU Phase 3, kita kembali dipertemukan dalam serial “Loki”. Berlatar sebelum “Avengers: Endgame”, Loki ditangkap oleh TVA dan menemukan takdir tragisnya. Tak ingin berakhir sebagai variant yang dihapus, Ia berusaha mengubah timeline kehidupan dari ancaman yang lebih besar. Namun Ia justru terjebak dalam petualangannya sendiri, kembali menjadi buron, melintasi ruang dan waktu. “Loki” Season 2 sudah dipastikan akan kembali dalam MCU. 

1. WandaVision

mcu phase 4_wandavision
(WandaVision)

Yang pertama dan yang terbaik, “WandaVision” merupakan serial perdana dalam MCU Phase 4 yang berhasil memberikan standar tinggi dalam serial Marvel. Sebelum “She-Hulk”, “WandaVision” menjadi bukti bahwa konsep variety dan fourth wall breaking bisa dieksekusi menjadi tontonan yang menyenangkan. Tidak overwhelming, namun tetap seru dengan berbagai kejutannya. Secara keseluruhan, serial ini menceritakan kisah Wanda dengan dunia sempurnanya di Westview. Dimana Ia menikah dengan Vision dan memiliki dua anak laki-laki. Namun, ada misteri tersembunyi yang berusaha disembunyikan oleh Wanda untuk diketahui siapa pun, termasuk kita sebagai penonton. 

Itu tadi ranking serial MCU Phase 4 dari yang terburuk hingga yang terbaik. Yang mana serial MCU favoritmu dalam fase 4 yang sudah berakhir ini?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top