Entertainment

Mengenal Syekh Ali Jaber, Sosok Ulama Sekaligus Pendakwah Indonesia Yang Telah Meninggal Dunia

syekh ali jaber

Kabar duka tengah dirasakan oleh seluruh umat Islam di Indonesia, bahkan juga dunia. Pasalnya salah satu sosok ulama besar asal Madinah bernama Syekh Ali Jaber telah menghembuskan nafas terakhir pada Kamis, (14/1/2021) pukul 08.38 WIB. Beliau meninggal dunia setelah dinyatakan negatif Covid-19.

Syekh Ali Jaber dikenal sebagai sosok ulama yang kharismatik saat menjadi pendakwah dan kebaikan yang dimiliki beliau sangat menyentuh hati banyak orang. Bagi yang pernah menonton acara Hafiz Indonesia, pastinya mengetahui sosok Syekh Ali Jaber. Untuk lebih mengenal siapa beliau semasa hidupnya, berikut ini ulasannya.

1. Lahir di Madinah

Syekh Ali Jaber memiliki nama lengkap yaitu Ali Saleh Mohammed Ali Jaber lahir di Madinah pada tanggal 3 Februari 1976. Sebelumnya beliau tinggal di Madinah.

Berasal dari keluarga yang sangat religius. Di Madinah, beliau memiliki masjid besar yang digunakan untuk mensyiarkan agama Islam. Beliau merupakan anak pertama dari dua belas bersaudara. Sebagai anak pertama, beliau dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

2. Belajar agama dimulai sejak kecil

Sejak kecil, Syekh Ali Jaber sudah mulai belajar membaca Alqur’an. Ayah beliau dijadikan motivator beliau dalam belajar membaca Alqur’an. Saat Ali Jaber kecil, ayahnya sendiri sangat tegas dalam mendidik agama beliau termasuk Al-Quran dan salat, bahkan ayahnya tidak segan-segan memukul beliau apabila Ali Jaber tidak menunaikan salat.

Ali Jaber kecil mengira apa yang dijalani merupakan keinginan ayahnya yang harus dipenuhi. Namun, lama kelamaan beliau sadar bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan kewajiban yang harus dijalani. Di usianya yang ke sebelas tahun, beliau telah menghafalkan 30 juz Alqur’an, bahkan di usianya yang ke 13 tahun, beliau sudah menjadi imam di salah satu masjid di Kota Madinah.

3. Menjalani pendidikan dan belajar ilmu tafsir di Madinah

Semasa kecil, Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan ibtidaiyah hingga aliyah di Madinah. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, beliau melanjutkan pendidikannya dengan berguru kepada sejumlah tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi untuk mempelajari dan mendalami ilmu tafsir khususnya Al-Qur’an dan Hadist.

Selama beliau mendalami ilmu tafsir, beliau juga rutin menjadi pengajar dan pendakwah di masjid milik keluarganya. Selain itu, beliau juga aktif sebagai guru menghafal Al-Qur’an di Masjid Nabawi dan menjadi imam salat di salah satu masjid di Madinah.

4. Pertama kali datang ke Indonesia

Pada tahun 2008, Syekh Ali Jabar pertama kali datang ke Indonesia tepatnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sini, beliau menjadi guru tahfidz Quran, Imam besar dan  khatib di masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Saat tinggal di Lombok, beliau sering bermain sepak bola dengan warga di sana. Bahkan dia mendapatkan julukan sebagai “Ali Zidane” oleh warga Lombok karena dinilai mirip dengan pemain sepak bola bernama Zinedine Zidane.

5. Menikah dengan wanita asal Lombok

Syekh Ali Jaber dan keluarga

Syekh Ali Jaber menikah dengan wanita asal Lombok bernama Umi Nadia pada tahun 2008. Di pernikahannya ini, beliau dan istri dikaruniai seorang putra pertama yang diberi nama Alhasan dan putra kedua diberi nama Fahad Ali Jaber.  

6. Dikenal sebagai pendakwah dengan penyampaian yang rinci

Masyarakat Indonesia menyambut dengan baik kehadiran Syekh Ali Jaber sebagai seorang pendakwah. Isi dakwahnya yang menyejukkan dengan cara penyampaian yang sangat rinci serta sering diselingi dengan ayat-ayat Al-Quran dan Hadist.

7. Memiliki sifat rendah hati dan baik

Syekh Ali Jaber dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki sifat rendah hati. Beliau baik dan ramah kepada siapapun tanpa pandang bulu. Saat mengisi acara di Lombok, ada seorang anak kecil bernama Naja yang ingin bertemu dengan beliau. Saat itu bertepatan dengan hari ulang tahun Naja’, beliau memberikan kejutan khusus dengan mampir ke rumahnya. Beliau juga sempat mencium tangan Naja’ setelah mengucapkan selamat ulang tahun.

Yang menarik perhatian media, Syekh Ali Jaber pernah mencium kaki Naja di acara Hafiz Indonesia. Beliau benar-benar kagum dan terharu karena dengan kondisi Naja yang lumpuh otak, Naja bisa menyebutkan halaman dan letak ayat Al-Qur’an di setiap barisnya dengan benar. Beliau juga mencium tangan Kayla yang juga ikut Hafiz Indonesia.

Saat bulan Ramadhan pun, Ia menjadi imam salat tarawih di kediaman salah satu artis Indonesia yaitu Raffi Ahmad. Bahkan, beliau juga menjadi imam salat Idul Fitri 2020 di rumah Raffi.

Syekh Ali Jaber memang benar-benar orang baik. Raffi Ahmad pun diberi karpet yang berasal dari Masjidil Haram dan juga jubah penjaga makam Rasulullah SWT kepada Raffi

8. Jadi warga negara Indonesia tahun 2012

Ali Jaber warga negara Indonesia tahun 2012

Ia mulai berdakwah di Indonesia pada tahun 2008. Saat itu, beliau masih belum berganti kewarganegaraan. Di tahun 2012, beliau resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Dari situlah, karir beliau sebagai pendakwah di Indonesia dimulai. Beliau mulai sering keliling dunia untuk menjadi pendakwah di berbagai acara televisi seperti menjadi aktor dalam film Surga Menanti di tahun 2016, rutin mengisi acara televisi berjudul Damai Indonesiaku dan menjadi juri di Hafiz Indonesia.

Beliau juga pernah diminta untuk menjadi imam salat tarawih, pembimbing tadarus Quran dan imam salat Idul Fitri di masjid Sunda Kelapa Menteng, Jakarta. Selain itu, beliau juga menjadi pengajar di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Asykar, Puncak, Jawa Barat.

Meskipun beliau sering riwa-riwi di berbagai acara televisi, namun Syekh Ali Jaber mau menjadi khatib salat Jum’at di masjid-masjid kecil di pelosok daerah.

9. Mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber

Ia dikenal sebagai pendiri Yayasan Syekh Ali Jaber yang bergerak dibidang pendidikan khususnya Al-Qur’an dan Hadist bersanad. Yayasan ini menjadi wadah lahirnya para tahfidz AlQur’an di Indonesia. Yayasan tersebut berkantor di Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

10. Pernah menjadi korban penusukan oleh orang yang tidak dikenal

Saat mengisi acara di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung pada tanggal 13 September 2020, Syekh Ali Jaber tiba-tiba ditikam oleh seseorang yang tidak dikenal. Saat itu, tersangka yang diketahui berinisal AA tiba-tiba berlari ke atas panggung dengan mengarahkan sebuah pisau ke bagian leher dan dada.

Untungnya, beliau berhasil menghindari serangan dari pelaku. Tetapi, Syekh Ali Jaber mengalami luka di bagian bahu kanannya. Setelah pelaku diamankan, beliau meminta para jamaahnya untuk tetap menahan diri agar menyerang pelaku.

Meskipun beliau mendapatkan luka dari kejadian ini, namun beliau tetap memaafkan kesalahan pelaku. Bahkan, Syekh Ali Jaber sudah memaafkan pelaku di hari penusukan itu. Tidak tanggung-tanggung, beliau menanyakan kondisi pelaku setelah diamankan polisi. Syekh Ali Jaber juga mengingatkan pelaku agar rajin salat dan memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT.

11. Pernah positif Covid-19

Syekh Ali Jaber positif Covid-19

Syekh Ali Jaber pernah dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa, (29/12/2020) lalu. Kabar ini disiarkan melalui postingan Instagram @Yayasan.syekhalijaber. Awalnya, beliau hanya menjalani karantina mandiri.

Namun, saat kondisi demamnya naik turun disertai batuk hingga sesak nafas, akhirnya Syekh Ali Jaber dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan insentif pada Kamis, (31/12/2020).

Setelah mendapatkan perawatan, kondisi Syekh Ali Jaber menunjukkan perkembangan yang terus membaik di setiap harinya. Pada Senin, (4/1/2021) hingga Selasa, (5/1/2021), beliau masih dalam perawatan insentif di rumah sakit dengan kondisi yang semakin membaik. Bahkan dokter pun menyatakan bahwa tidak ada keterangan yang menyatakan beliau dalam kondisi kritis karena sudah negatif dari Covid-19

12. Meninggal dunia setelah dinyatakan negatif Covid-19

Setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit karena positif Covid-19, Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis, (14/1/2021) pukul 08.38 WIB di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta Pusat. Beliau meninggal dunia di usianya yang ke 44 tahun setelah dinyatakan negatif Covid-19. Hal itu dikabarkan oleh postingan Instagram @yayasan.syekhalijaber.

Kepergian Syekh Ali Jaber telah diterima oleh keluarga, istri, beserta kedua anaknya. Bahkan, beliau meninggalkan seorang anak yang masih dalam kandungan Umi Nadia, istrinya.

13. Dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Daarul Qur’an, Tangerang

Jenazah Syekh Ali Jaber dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Daaruul Quran, Tangerang pada Kamis, (14/1/2021) sekitar pukul 17.15 WIB. Hal ini berdasarkan keputusan dari keluarga Almarhum. Sebelum dimakamkan, jenazah disalatkan di masjid Pesantren Daarul Quran.

Sebagai salah satu ulama besar, pihak dari Pondok Pesantren Daaruul Quran tengah menyiapkan papan nisan khusus bagi Almarhum. Papan nisan tersebut dibuat oleh seorang kaligrafer internasional asal Maroko yang memiliki sanad dari juru tulis saat zaman Rasulullah SAW bernama Syeikh Bel’eid Hamidy.

Papan nisan Almarhum Syekh Ali Jaber tersebut nantinya akan dibuat kaligrafer bersanad nyambung hingga ke juru tulis Rasulullah SAW. Sementara  ini, nisan Almarhum masih ditulis dengan menggunakan spidol. Nantinya, baru akan dibuatkan granitnya dan papannya diukir maupun dipahat.

Baca Juga : Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Setelah 19 Hari Dirawat

Kepergian Almarhum Syekh Ali Jaber ini tentunya menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam. Almarhum juga dikenal sebagai sosok ulama yang baik.

Innalillahi Wainna Illaihi Rajiun. Kita ikhlaskan kepulangan beliau, Almarhum Syekh Ali Jaber kepada Rabbnya. Semoga beliau mendapatkan Rahmat Allah SWT, segala amal beliau diterima, diampuni segala dosa-dosanya, diterima segala amal saleh beliau, diberi kelapangan dalam kuburnya dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, Aamiin. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top