Entertainment

Kembalinya Cinta Pertama Jadi Ide Cerita When My Love Blooms

When My Love Blooms

This post is also available in: English

Bagi banyak orang, cinta pertama tentu memberi kesan berbeda. Tak jarang kita kesulitan melupakan cinta pertama yang begitu manis dan indah. Kejadian yang sama rupanya dialami pula oleh kedua tokoh utama dalam serial When My Love Blooms. Mengangkat kisah dua sejoli di masa muda, apakah kisah ini akan berakhir bahagia di usia dewasa?

Penampilan Tokoh Utama When My Love Blooms

Layaknya drama bergenre romantis lainnya, serial terbaru dari tvN ini patut diapresiasi. Dengan jajaran pemain yang tak kalah memukau, jelas akting yang disajikan pun tak main-main. Menampilkan kisah cinta pertama dari dua tokoh utama, drama ini mengambil 2 setting waktu, yakni tahun 90an dan masa kini.

When My Love Blooms
Dua Zaman yang Jadi Setting Unik When My Love Blooms

Tokoh utama Han Jae-Hyun diperankan dengan manis oleh Yoo Ji-Tae di usia 40an. Sementara Jae-Hyun muda dibintangi oleh Jin Young GOT7. Untuk karakter Yoon Ji-Soo dewasa, artis berbakat Lee Bo-Young terpilih memerankannya. Karakter Ji-Soo muda justru diperankan oleh Han Jae-Hyun, artis cantik yang berhasil menjiwai dan menghidupkan karismatik Ji-Soo.

Keempat When My Love Blooms cast utama berhasil berakting sempurna di depan layar. Penonton merasakan ketulusan dan kemampuan akting yang tak diragukan lagi. Perubahan karakter menuju dewasa pun tergambar dengan sangat mulus dan apik, sehingga penonton tak merasa bosan di tengah jalan. Meskipun drama romantis, serial ini juga mengangkat konflik keluarga dan dunia bisnis yang cukup menegangkan.

Akting memukau keempat pemain utama didukung kehadiran pemain pendukung yang tak kalah seru. Deretan nama familiar pun hadir demi mewarnai drama satu ini, seperti Park Si-Yeon sebagai Jang Seo-Kyeong (istri Jae-Hyun), Moon Sung-Geun sebagai Jang San, Kim Young-Hoon sebagai Lee Se-Hoon, Min Sung-Wok sebagai Lee Dong-Jin, serta Woo Jung-Won sebagai Yang Hye-Jung.

When My Love Blooms, Berawal dari Pandangan Pertama

Setelah puluhan tahun berpisah, Jae-Hyun dan Ji-Soo dipertemukan lagi secara tidak sengaja. Kenangan masa muda yang dihabiskan bersama pun kembali bak gelombang laut. Tak ada yang bisa memungkiri rasa cinta masih melekat di hati keduanya. Akankah keduanya mengulang masa-masa indah saat bersama dulu? Simak cuplikan When My Love Blooms sinopsis berikut.

Pertemuan Tak Disengaja

Jae-Hyun muda diceritakan sebagai mahasiswa idealis yang kerap berkontribusi dalam aksi. Hari-hari Jae-Hyun dipenuhi kampanye, demo, hingga klub filosofi. Berbeda dengan Jae-Hyun, Ji-Soo justru memilih kehidupan kampus yang tenang. Ia tak pernah terlibat demo sebelumnya, hingga ia mengenal Jae-Hyun secara tak sengaja.

Suatu hari, Jae-Hyun dan teman-temannya tengah melakukan protes di depan kampus. Ji-Soo yang tengah melintas cuma bisa melihat dari kejauhan. Naas, aksi tersebut berujung penyiraman gas airmata hingga menutupi area di sekelilingnya. Ji-Soo yang terjebak dalam aksi pun sempat terjatuh dan hampir tertangkap. Untungnya, Jae-Hyun menolong Ji-Soo dan menyelamatkannya.

When My Love Blooms
Kehidupan Flash Back pada When My Love Blooms

Berawal dari penyelamatan ini, rasa cinta Ji-Soo perlahan-lahan tumbuh. Ia tak ragu mencari tahu dan menarik perhatian Jae-Hyun. Meskipun Jae-Hyun menolaknya di awal, lama-kelamaan benih cinta pun tumbuh antara keduanya. Adegan pertemuan demi pertemuan kedua tokoh utama When My Love Blooms mungkin terkesan cheesy bagi sebagian penonton. Entah kenapa disinilah daya tariknya, mengingat drama ini bergenre romantis.

Dengan latar belakang musim semi di tahun 90an, suasana seolah-olah nyata. Penonton dibawa mengikuti alur percintaan keduanya dengan sangat pelan, namun berujung tragis. Pasalnya, keduanya diketahui berpisah tanpa alasan yang jelas. Inilah yang membuat Jae-Hyun dan Ji-Soo sulit melupakan cinta antara satu dengan lainnya.

Suasana 90an yang Terkesan Nyata

Secara keseluruhan, drama ini menarik untuk ditonton. Buat Anda yang tengah bingung mencari tontonan menguras emosi, When My Love Blooms bisa jadi pilihan. Selain alur cerita yang disajikan maju mundur dengan 2 setting waktu, sinematografi yang ditampilkan pun luar biasa. Bantuan efek dan CGI menambah kesan romantis dan manis dari setiap adegan.

Dengan bantuan CGI, suasana 90an benar-benar terasa nyata. Kebanyakan penonton mungkin tak menyadari keterlibatan teknologi di dalamnya, namun bisa merasakan betapa intensnya ambiance yang hadir. Tak cuma itu, pengambilan gambar di setiap adegan menambah dramatis jalan cerita. Terlebih saat Jae-Hyun dan Ji-Soo muda tengah menghabiskan waktu bersama.

Belajar Berdamai dari When My Love Blooms

Perubahan karakter yang terlihat jelas dari tokoh utama tentu mengajarkan banyak hal. Tanpa disadari, penonton diajak menyelami kehidupan secara realitas. Adapun beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari drama When My Love Blooms sub indo adalah:

Perubahan Tak Selamanya Baik

Jika diperhatikan, karakter Jae-Hyun justru mengalami perubahan drastis. Keadilan yang selama ini dielu-elukannya seolah lenyap ditelan bumi. Menikah dengan putri miliarder ternyata menjadikan hati nurani Jae-Hyun tumpul. Pantas saja kalau orang-orang di sekelilingnya pun merasakan perubahan yang sama, tak terkecuali dirinya sendiri. Perubahan inilah yang membuat alur cerita semakin terasa dekat. Penonton bisa memahami kondisi serupa terjadi di dunia nyata.

Jangan Pernah Hidup di Masa Lalu

Masa lalu yang kita alami mungkin sangat indah, bahkan sulit dilupakan begitu saja. Tetapi hidup tak selamanya berkutat di masa lalu, namun masa kini dan masa depan. Kita tak boleh membiarkan kenangan masa lalu memerangkap dan menghentikan langkah kita.

Justru sebaliknya, cobalah berdamai dan menerima perpisahan di masa lalu untuk menjalani kehidupan kedepannya. Dengan begini, kita akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang tak pernah disadari sebelumnya.

When My Love Blooms
Keputusan Cinta dalam When My Love Blooms

Para penonton When My Love Blooms tentu bertanya-tanya bagaimana akhir dari kisah Jae-Hyun dan Ji-Soo. Dari 16 episode yang ditampilkan, akhir cerita dua sejoli ini justru sangat masuk akal. Realita yang coba ditampilkan terasa logis untuk kehidupan dewasa. Pada akhirnya, kebahagian masing-masing tokoh menjadi kunci utama dari cerita ini.

To Top