Entertainment

Youtuber Turah Parthayana Terlibat Pelecehan Seksual, Manajer Akui Kebenarannya

Youtuber Turah Parthayana Terlibat Kasus Pelecehan Seksual, Manajer Mengakui Kebenarannya

Kembali mengguncang jagat hiburan tanah air, Turah Parthayana, seorang youtuber asal Bali terseret kasus dugaan pelecehan seksual (06/08). Dikabarkan, pria yang sedang melanjutkan studi di Rusia melakukan perbuatan tidak beradab ini kepada seorang teman wanitanya saat berada di Rusia.

Isu tidak sedap yang menyeret TP bermula dari cuitan akun @sandi_sa119 yang membeberkan kejadian tersebut melalui twitter. Sontak saja utas yang diunggahnya sangat menarik perhatian publik. Pasalnya, para netizen menganggap terduga pelaku tidak mungkin melakukan perbuatan tercela itu.

Selama ini, Turah Parthayana dianggap sebagai laki-laki yang baik dan bermoral, sehingga menjadi panutan generasi milenial. Konten-konten yang diunggahnya melalui kanal youtube pribadinya pun dinilai sangat mengedukasi serta bermanfaat. Bahkan, ia pun pernah berkolaborasi dengan youtuber mahasiswa Indonesia di Jepang, Jerome Polin dan Hansol Jang, youtuber Korea yang berbahasa Indonesia. Namun, nasi telah menjadi bubur. Pelecehan seksual yang dilakukannya sudah tidak dapat terhapus.

Berbagai reaksi pun ditunjukkan oleh warga social media. Banyak dari mereka yang kaget mendengar skandal ini. Tidak sedikit pula yang justru menghujat pria Bali itu lantaran tampilan luarnya yang lugu tidak sesuai dengan yang telah diperbuat.

Bagaimana kronologi lengkap kasus ini? Benarkah Turah melakukan tindakan durjana berupa pelecehan seksual terhadap wanita?

Awal Mula Kejadian

Awal Mula Kejadian
Awal Mula Kejadian

Disampaikan @sandi_sa119, peristiwa ini terjadi di akhir tahun 2019, tepatnya pada tanggal 23 November 2019 di kamar 430 asrama Pairs, tetapi baru dipublikasi pada 06 Agustus 2020. Sudah berselang waktu yang cukup lama sejak kejadian berlangsung hingga publikasi kasus di media sosial. Hal ini diakibatkan karena korban dinilai bisa saja mengalami depresi setelah mengalami pelecehan seksual terhadap dirinya, malu, dan takut sehingga baru bisa speak-up sekarang.

Sementara itu, untuk melindungi citra korban, maka hanya disebutkan inisialnya, yakni J. Bahkan, yang menyampaikan kasus ini ke publik bukan korban secara langsung, melainkan teman korban, pemilik akun @sandi_sa119. Terbayang bagaimana perasaan korban yang telah dilecehkan, pasti sangat sakit hati.

Menurut Sandi, ekspos yang dilakukan olehnya bertujuan untuk menyelamatkan perempuan-perempuan lain sebelum menjadi korban dengan kasus yang sama. Ia pun menginginkan agar mereka yang menjadi korban tidak takut untuk menyampaikan pelecehan seksual yang telah terjadi padanya. Perempuan ada untuk dilindungi, bukan dimanfaatkan atau disakiti.

Ia juga mengklaim telah memiliki cukup bukti atas pernyataannya yang menyeret nama si youtuber. Juga dengan tegas ia melampirkan surat pernyataan yang berasal dari Ketua PPI/Permira Tomsk, Gokma Sahat Tua Sinaga, bahwa perbuatan asusila ini dilakukan Turah secara sadar dan terencana.

Kronologi Kejadian

Youtuber Turah Parthayana Terlibat Pelecehan Seksual
Youtuber Turah Parthayana Terlibat Pelecehan Seksual

Mulanya, korban diajak oleh terduga pelaku untuk menonton film horror di dalam kamar temannya yang kosong, yaitu kamar 430 asrama Pairs. Dalam dialognya dengan Sandi, J sebagai korban mengungkapkan bahwa TP menyampaikan jikalau ia telah izin kepada temannya untuk meminjam kamar itu, tetapi ketika pemilik kamar datang justru ia kaget ketika melihat keduanya. Bukankah ada yang janggal di sini?

Namun, pemilik kamar tidak mempermasalahkan hal tersebut lantaran memang sudah biasa kamarnya dijadikan tempat untuk berkumpul. Terlebih, di luar negeri kegiatan menginap di tempat laki-laki atau perempuan adalah hal yang wajar.

Karena sudah, larut maka tidak lama kemudian si pemilik kamar tertidur, sehingga tidak menghiraukan lagi apa yang terjadi dengan kedua temannya, antara TP dan JA. Setelah itu, TP mulai melancarkan aksinya, dari menyentuh J, mencium, menyuruh J untuk meraba yang tidak seharusnya, dan lain-lain tetapi tidak sampai ke hubungan seksual. Karena takut, J pergi dan kembali ke kamarnya.

J juga menjelaskan jika TP marah-marah karena ia tidak mau reputasinya hancur. Padahal, ia telah melakukan perbuatan yang salah. Cukup ironis melihat korban yang justru disalahkan. Hingga akhirnya korban diberikan dukungan yang kuat agar berani menyampaikan kasus yang menimpanya.

Manajer Turah Parthayana Mengonfirmasi Kebenarannya

Manajer Buka Suara, Mengonfirmasi Kebenarannya
Manajer Buka Suara, Mengonfirmasi Kebenarannya

Jehian Panangian Sijabat selaku manajer, telah mengakui kebenaran kasus yang menyeret nama seorang talentnya. Ia pun mengungkapkan kekecewaan terhadap perbuatan yang dilakukan TP. Ia merasa gagal dalam mendidik terduga pelaku.

Tidak hanya sampai disitu, Jehian juga menyampaikan rasa penyesalannya kepada korban, JA. Ia merasa sangat menyesal tidak mengetahui informasi yang beredar dengan lebih cepat.

Meski telah terkonfirmasi secara jelas melalui manajernya, Turah Parthayana tidak mau menjelaskan kasus pelecehan seksual yang melibatkannya secara mendetail. Ia pun belum mengakui secara gamblang bahwa ia pelakunya, juga belum mengutarakan rasa penyesalan. Selain itu, TP belum meminta maaf kepada korban atas kesalahannya itu.

Lewat story di akun instagram pribadinya, TP mengklarifikasi bahwa ia menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada KBRI Moskow. Apabila ingin bertanya atau mencari informasi terkait berita yang beredar, ia tidak mau menanggapi lebih lanjut, cukup biarkan KBRI yang menangani semua.

Gokma Sahat Tua, Ketua PPI/Permira Tomsk, telah memberi sanksi sosial kepada Turah Parthayana serta dukungan moral kepada korban. Tidak seharusnya TP yang memiliki banyak followers melakukan perbuatan durjana berupa pelecehan seksual karena akan menjadi contoh yang tidak baik.

Sungguh miris betapa pelecehan seksual dapat terjadi kepada siapa saja, oleh siapapun. Terlebih, fenomena victim blaming terhadap korban yang menjadikan korban takut untuk mengungkapkan kejadian yang telah menimpanya merupakan hal yang sangat ironis.

Sebagai pengguna sosial media, sebaiknya lebih bijak dalam bertindak. Jangan mengikuti contoh yang tidak benar, demi kebaikan bersama. Ingat, manusia tidak hidup sendiri. Oleh karena itu, sudah seharusnya saling menjaga dengan tidak merampas hak yang dimiliki satu sama lain.

To Top