Family

10 Kebohongan Yang Sering Dikatakan oleh Orang Tua Tanpa Mereka Sadari

Pola asuh orang tua pada anak terutama di usia golden age ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak ataupun pola pikir anak ketika dewasa. Salah satu aturan penting yang selalu ditekankan oleh orang tua kepada anak adalah ‘Tidak Boleh Berbohong’. Alasannya bisa macam-macam, berbohong itu dosa, berbohong itu tidak baik, berbohong itu artinya tidak jujur. Intinya, berbohong adalah sesuatu yang buruk untuk dilakukan, namun ternyata tanpa Anda sadari, sebagai orang tua, Anda justru sering mengatakan 10 kebohongan ini kepada anak.

  1. Awas Ada Hantu

Melaran anak melakukan sesuatu dengan menakut-nakuti memang lebih praktis daripada menjeaslkan kepada mereka alasan mengapa dilarang. Tapi konsekuensinya sangat besar, dengan sering ditakut-takutin anak-anak akan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang selalu ketakutan.

  1. Ayah Ibu Nggak Akan Selalu Melindungimu

Walaupun memang niatnya baik tapi faktanya sebagai orang tua Anda tidak bisa selalu selama 24 jam berada di sisi sang anak. Ajarkan juga kepada anak untuk bertanggung jawab dan tak hanya berfikir bahwa mereka selalu memiliki orang tua untuk menyelesaikan masalah yang mereka buat.

  1. Mall-nya Udah Tutup

Setiap anak pasti suka ke mall dan ada kalanya memang Anda tidak punya waktu untuk mengajak mereka ke mall. Dari pada mengatakan bahwa mall-nya sudah tutup padahal tidak, sebaiknya jelaskan bahwa mereka tidak bisa ke mall sekarang dan buat perjanjian kapan waktu yang tepat untuk kesana, tapi ingat janji itu juga harus ditepati.

  1. Nggak Sakit Kok! Janji!

Kalimat ini sering sekali diucapkan oleh para orang tua terutama ketika anaknya hendak disuntik. Fakta bahwa disuntik itu sakit tidak boleh ditutupi hanya karena Anda malu anak Anda menangis meraung-raung. Jelaskan ke anak, walaupun sakit tapi disuntik nggak lama, cuma sebentar. Jangan remehkan logika anak-anak, kadang mereka justru cepat mengerti jika Anda benar dalam hal menyampaikannya.

  1. Kamu Memang Paling Jago

Memberikan pujuan kepada anak memang perlu tapi juga jangan dilakukan jika Anda tidak serius. Melihat gambar anak Anda yang acak-acakan tapi tetap ingin memberikan pujian, lakukan secara fair, misalnya pemilihan gambarnya yang unik atau pemilihan warnanya yang tepat.

  1. Waktunya Tidur

Ketiak waktu tidur tiba biasanya para orang tua ingin anaknya cepat-cepat tidur. Kadang anak yang belum mengenal waktu menurut saja pada orang tua walaupun menggurut. Ingat suatu hari mereka akan tahu membaca waktu dan sadar bahwa selama ini mereka sudah dibohongi.

  1. Nggak Tau Kemana Perginya Gambarmu

Anak-anak memang suka sekali menyimpan hasil karyanya dan sebagai orang tua kadang risih melihat tempelan gambar-gambar aneh memenuhi kulkas dan dinding-dinding rumah. Coba diskusikan kepada anak tentang bagaimana sebaiknya mereka menaruh gambar-gambar itu bukan malah membuangnya diam-diam.

  1. Sebentar Lagi!

Ketika anak butuh bantuan sementara Anda sedang melakukan pekerjaan lain ‘sebentar lagi’ adalah kata yang sering diucapkan, namun kenyataannya Anda datang sangat terlambat atau malah tidak datang sama sekali. Tahukan ayah bunda, seberapa kecilpun masalah itu, anak-anak akan merasakan kekecewaan yang sangat ketika orang tua tidak menepati janjinya.

  1. Kalian Ibu Tinggal Sendirian Di Rumah Ya Kalau Nggak Nurut

Sekali lagi memberikan ancaman yang tidak akan ayah bunda lakukan kepada anak tidaklah baik, karena itu termasuk kategori berbohong. Jika Anak tidak mau menurut, coba beri hukuman yang memang bisa Anda lakukan, misalnya jika tidak mau nurut, waktu menontonnya akan dipotong atau harus masuk kamar lebih awal.

  1. Ibu Nggak Punya Uang

Tidak punya uang bukanlan alasan yang ingin didengar oleh anak Anda walaupun memang kenyataannya Anda tidak memilih budget untuk memenuhi keinginan anak. Jelaskan kepada anak bahwa Anda tidak bisa membelikan mainan yang diinginkannya karena Anda harus membeli stok susu yang sudah habis. Anak akan berfikir bahwa kalau dia dapat mainan maka dia tidak bisa minum susu. Sekali lagi jangan remehkan logika atau cara berfikir anak ya ayah bunda.

Coba Anda tanyakan kepada diri Anda, dari kesepuluh poin di atas mana yang sering Anda lakukan atau katakan kepada anak? Mungkin maksud dan tujuan Anda baik atau mungkin Anda memang tidak bermaksud apa-apa, apalagi bermaksud untuk berbohong. Tapi sayangnya, apapun alasan dibaliknya, Anda sendiri sudah menekankan kepada anak bahwa berbohong itu perbuatan yang tidak baik, jadi sebaiknya Anda pun tidak boleh melakukannya, apapun alasannya. Solusinya, carilah cara atau pendekatan yang berbeda kepada anak walaupun mungkin cara tersebut tidak praktis tapi lebih baik kan dari pada berbohong. Happy parenting parents!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top