Family

Apakah Anak Anda Pernah Mengalami Pelecehan Seksual?

Beberapa waktu yang lalu akibat kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh produser terkenal Hollywood Harvey Weinstein dan hastag #MeToo yang menjadi trending topic di beberapa media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram kembali membuka mata para orang tua bahwa pelecehan seksual masih tetap mengintai dan kasus Harvey Weinstein menjadi contoh kongkrit bahwa tidak mudah bagi korban untuk melaporakan kejadian pelecehan tersebut dengan berbagai alasan. Sebagai orang tua yang mungkin memiliki anak, ketakutan akan hal ini pasti selalu ada dan pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Apakah anak saya baik-baik saja?’ sampai ‘Apakah saya sudah memberi perlindungan yang cukup terhadap anak-anak saya?’. Perlu Anda ketahui, predator anak tidak memiliki wajah begitu juga dengan para pelaku pelecehan seksual, mereka bisa siapa saja bahkan orang terdekat sekalipun. Lalu apa yang harus dilakukan oleh orang tua dalam menjaga anak-anak mereka?

Apa Yang Perlu Anak Anda Pahami tentang Pelecehan Seksual

Mengetahui fakta-fakta mendasar tentang pelecehan seksual sangatlah penting untuk diajarkan kepada setiap anggota keluarga. Pada kenyataannya pelecehan seksual memang sering dialami oleh remaja perempuan dan wanita dewasa tapi saat ini hal tersebut juga bisa menimpa anak laki-laki. Lima fakta penting berikut wajib diketahui oleh anak-anak perempuan Anda dan anak-anak laki-laki juga:

  1. Apa itu Pelecehan Seksual?

Hal penting pertama yang harus dipahami oleh anak-anak Anda adalah apa itu pelecehan seksual. Pelecehan seksual tidak hanya terbatas pada sentuhan secara fisik tapi juga bisa berupa verbal misalnya gurauan yang bersifat melecehkan, komentar-komentar yang berisi kata-kata tidak senonoh bahkan sikap tidak sopan yang membuat perasaan dilecehkan misalnya hanya berupa tatapan mata yang terkesan tidak sopan juga termasuk dalam kategori pelecehan seksual walaupun tidak ada kata-kata yang terucap. Dengan mengetahui hal ini, setidaknya anak-anak Anda akan paham bahwa tidak sepantasnya mereka diperlakukan seperti itu, walaupun oleh orang terdekat atau teman mereka sendiri.

  1. Bagaimana Bisa Tahu Ketika Sedang Dilecehkan Secara Seksual?

Beberapa hal yang disebutkan pada poin satu bisa menjadi dasar pengetahuan. Anak-anak Anda harus diajarkan tentang kemungkinan munculnya perasaan yang tidak nyaman akibat perlakuan itu seperti perasaan panik, takut tanpa alasan, susah tidur dan mimpi buruk karena itu merupakan tanda-tanda adanya trauma. Jika demikian, tekankan kepada anak-anak Anda bahwa walaupun akibat hal tersebut akan muncul rasa malu tapi jangan pernah menyimpannya sendiri. Mereka harus berani mengungkapkan. Rasa malu adalah masalah utama mengapa pelecehan seksual sering terungkap ketika semuanya sudah terlambat ataupun sudah lama berlalu.

  1. Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Melihat Adanya Pelecehan Seksual yang Terjadi?

Sayangnya kebanyakan orang masih kurang peka dengan masalah ini, selama hal tersebut tidak terjadi pada dirinya dan si korban tidak protes maka tidak ada yang perlu dilakukan. Ini merupakan tindakan yang salah karena biar bagaimanapun pelecehan seksual harus dihentikan dan pelakunya harus menyadari apa yang dilakukannya adalah salah dan mendapatkan ganjaran akibat perbuatannya itu. Tidak mudah memang, tapi cobalah tekankan kepada anak-anak Anda, bila mereka melihat hal-hal seperti itu, segera laporkan dan kalaupun mereka takut, Anda sebagai orang tua akan mengambil alih tugas ini.

Saat ini sudah banyak lembaga-lembaga yang dikhususnya untuk menangani kasus-kasus pelecehan serupa, komisi nasional perlindungan anak dan perempuan adalah salah satunya yang secara aktif menangani kasus-kasus seperti ini dan masih banyak lagi organisasi-organisasi yang terjun langsung membantu. Jadi ingatlah bahwa Anda tidak sendiri, hastag #MeToo membuktikan bahwa ternyata banyak yang pernah mengalaminya tapi mereka tidak tahu bahwa sebenarnya mereka tidak sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top