Family

Anak Susah Bangun Pagi? Lakukan 4 Hal Ini

jam Bangun Tidur anak

Membangunkan anak di pagi hari, khususnya yang sudah bersekolah, kerap kali jadi masalah. Apalagi, bila kedua orang tuanya pun harus bekerja, bisa-bisa membangunkan anak serupa “perang” di pagi hari. 

Masalah anak tak bisa bangun pagi, terang psikolog Rahmitha P. Soendjojo, seperti yang dikutip dari tabloidnova.com, tak bisa dilepaskan dari ritme tidurnya. “Kita harus lihat kebiasaan sebelumnya, jam berapa ia tidur malam dan bagaimana pula tidur siangnya.”

Masalah bangun pagi menurut Rahmitha hanyalah masalah kebiasaan. Jadi, anak sebenarnya bisa bangun pagi asalkan dibiasakan. Dengan begitu, ritme tubuhnya juga akan selalu mengatur jadwal tidur dan bangunnya setiap hari.

Hal penting yang tak boleh dilupakan orang tua adalah bahwa anak sedang dalam proses belajar. Anak mulanya tak punya keterampilan dan pengalaman untuk bangun pagi. Jikalau ia tak diajarkan untuk kapan bangun pagi, kapan tidur malam, dan kapan tidur siang, maka ia tak akan memiliki keterampilan untuk menata kesehariannya. Meski begitu, apabila orang tua lupa melatih si kecil bangun pagi sebelum tiba saat masuk “sekolah”, tak ada kata terlambat.

Pada akhirnya, si kecil akan bisa bangun pagi asalkan dilatih secara konsisten. Lantas apa saja yang perlu diperhatikan orang tua untuk membiasakan anak bangun pagi?

Percepat Tidur Malam

Bila anak tak bisa bangun pagi lantaran tidur siangnya lambat sehingga tidur malamnya jadi larut, berarti orang tua harus mengatur jadwal lagi. Orang tua bisa membangunkan anak lebih dini dari biasanya saat tidur siang. Seiring dengan itu, jadwal tidur malam dan bangun paginya juga harus diperdini. Jika saat pertama ia tak bisa tidur dan tetap ingin bermain, tak jadi masalah karena proses ini tidak berlangsung secara bertahap dan perlahan-lahan. Jangan lupa sajikan pengantar tidur yang menyenangkan seperti mendongeng atau menyanyikan lagu pengantar tidur.

Anak Susah Bangun Pagi? Lakukan 4 Hal Ini

Jangan Biarkan Si Kecil Menunggu

Sering terjadi, anak tidur malam terlalu larut karena menunggu orang tuanya pulang dari kantor. Mayoritas orang tua di kota-kota besar, tiba di rumah kira-kira jam 9 malam. Sebaiknya, anak tak dibiarkan tidur larut karena menunggu orang tua pulang kantor. Toh, esok paginya orang tua dan anak masih bisa saling bertemu. Apalagi kalau anak sudah biasa bangun pagi, maka pagi hari akan cukup panjang dan bisa dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan orang tua. Orang tua pun bisa menyiapkan segala sesuatunya bersama anak sebelum sibuk dengan sekolah dan pekerjaan

Orang Tua Bangun Lebih Pagi

Tentunya, orang tua perlu bangun lebih pagi dari anak. Kalau orang tua dan anak sama-sama bangun jam 6, misalnya, maka yang terjadi adalah kehebohan karena semuanya akan terburu-buru menyiapkan diri. Itulah mengapa kita perlu bangun lebih awal dari anak agar punya waktu untuk keperluan kita dan anggota keluarga lainnya lebih dulu. Setelah semua urusan tersebut beres, barulah kita bangunkan si kecil. Dengan begitu, kita jadi bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi si kecil yang malas-malasan bangun.

Pastikan Sekolah Bukan Penyebab

Tak jarang anak sulit dibangunkan karena malas “sekolah”. Anak belum memiliki pengalaman dan cara berpikirnya juga terbatas, sehingga kemampuan adaptasinya belum secepat orang dewasa. Jadi, kalau ada masalah, ia belum tahu cara mengatasinya. Banyak hal yang bisa membuat anak malas “sekolah”. Bisa jadi karena pergaulannya yang tidak menyenangkan atau ada mata pelajaran yang tidak disukai.

Orang tua wajib mengajak anak bicara bila ada indikasi ke masalah ini. Dari situ akan ketahuan apa penyebabnya malas bangun pagi. Kemudian, orang tua juga harus menjalin kerja sama dengan sekolah, sehingga kalau ada masalah bisa cepat ketahuan. Dengan demikian, si orang tua tahu betul bagaimana keadaan anaknya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top