Family

Baikkah, Anak terlalu sering Menonton Film Kartun?

tontonan anak film kartun

Film kartun? Siapa yang tidak menukainya. Bahkan orang dewasa pun masih melihat film kartun untuk dijadikan hiburan. Jika orang dewasa bisa menelaah setiap adegan dan karakter dalam film kartun, bagaimana dengan anak kecil? Beberapa orang tua pasti memiliki cara sendiri-sendiri untuk mengalihkan perhatian anak terhadap tontonan yang dirasa kurang baik bagi perkembangan pola pikir anak.

Adapula yang membiarkan anak begitu saja tanpa mendampingi ketika anak sedang melihat kartun atau tontonan lainnya baik di televisi maupun menggunakan laptop. Nah, apa yang seharusnya orang tua lakukan ketika terdapat adegan yang kurang pantas untuk ditonton? Tentunya orang tua akan menegur anaknya atau mematikan televisi. Ada beberapa dampak jika orang tua tidak mengawasi anaknya ketika melihat televisi sebagai berikut:

Malas

Seperti yang sering kita lihat di lingkungan sekitar, anak yang sering menonton televisi membuatnya merasa malas terutama dalam hal belajar. Karena terlalu sering melihat televisi, waktu belajar mereka berkurang. Dan kebiasaan tersebut susah dihilangkan apalagi sekarang serial kartun banyak sekali diputar ditelevisi sengan durasi yang lama dalam satu harinya.

Lama diajak Berkomunikasi

Ketika anak sedang fokus melihat kartun yang menarik dan kita mengajak mereka bicara, mereka pasti lama menanggapinya. Bahkan para orang tua melakukan strategi tersendiri agar anak cepat tanggap ketika diajak berkomunikasi. Seperti halnya dengan mematikan televisi memberikan suatu teguran agar mereka bisa diajak bebicara,

Interaksi Sosial Berkurang

Film kartun maupun serial kartun memang memiliki daya tarik visual bagi siapa saja. Dari anak kecil hingga orang tua. Jika orang tua bisa mengatur waktu dan siap sedia melakukan kewajibannya, lain halnya dengan anak kecil. Dampak buruknya bukan masalah kewajiban anak kecil seperti belajar saja yang menjadi tidak efektif, melainkan waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial juga berkurang. Padahal bermain dengan teman sebaya maupun keluarga merupakan waktu yang baik untuk mengembangkan diri maupun dalam menyelesaikan masalah maupun mengutarakan pendapat.

Terpengaruh Adegan yang Tidak Pantas

Nah, ini dampak inernal dari film yang ditonton. Film kartun memang menarik, akan tetapi tidak semua film kartun terbebas dari adegan yang tidak baik semisal koontak fisik, berantem, ciuman dll. Jangan biarkan anak terpengaruh dengan hal-hal tersebut dan orang tua harus mengawasi anaknya ketika melihat televisi.

Himbauan untuk orang tua, jika ada adegan berantem maupun adegan lainnya yang mengarah kepada kontak fisik dan itu dirasa kurang pantas ditonton untuk anak-anak, orang tua bisa memindahkan chanel ke acara yang lain. Biasanya anak-anak usia balita hanya diam, atau ada pula yang merengek agar dipindahkan ke tontonan tersebut. Ajak mereka berbincang mengenai hal lain juga membuat mereka terlena dan tidak memperhatikan televisi. Namun, jika anak di atas lima tahun, orang tua bisa menjelaskan dengan penjelasan yang mengarah ke situasi positif.

Dampak negative dan sedikit referensi bagaimana cara mengawasi dan memperhatikan anak ketika menonton kartun di atas semoga bisa bermanfaat. Memang kartun tontonan yang bagus dan menarik, akan tetapi jika terlalu keseringan juga akan berdampak buruk baik anak. So, orang tua harus pandai mengatur waktu anak untuk menonton kartun dan mengawasi serta mengarahkan anak ketika menonton film kartun. Sebaiknya lakukan hal tersebut tanpa membatasi hak-hak yang semestinya dimiliki anak. Happy Parenting!

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top