Family

Cara Atasi Ngompol Pada Anak

Cara Atasi Ngompol Pada Anak

Anak masih ngompol? Bagaimana cara mengatasi ngompol pada anak? Mengompol memang hal lumrah yang dialamai anak kecil. Kalau sekali dua kali memamg tidak masalah, tetapi jika setiap hari pasti akan membuat jengkel orang tua. Dengan memarahi si anak ternyata bukanlah menjadi solusi untuk si anak bisa menghentikan kebiasaannya tersebut.

“Kalau dulu, orang tua sering memberikan hukuman bagi anaknya yang mengompol. Misalnya dengan menyuruh anaknya membersihkan tempat tidurnya atau bahkan memarahinya. Namun ternyata pemberian hukuman itu malah sering memperparah perilaku mengompolnya, karena dengan dimarahi si anak menjadi semakin stres,”papar Direktur Minauli Consulting, Dra. Irna Minauli, Msi, Psikolog.

Dijelaskan Irna, orangtua harus menyadari bahwa perilaku mengompol itu seringkali bukanlah kehendak anak tersebut, karena seringkali merek tidak mampu mengendalikan kemampuan buang air kecilnya ketika tidur. Disebutkannya, ada dua faktor yang mempengaruhi anak yang suka mengompol.

Anak yang masih mengompol di atas usia 6 tahun bisa jadi dikarenakan dua faktor yang pertama, faktor Biologis alias keturunan yakni kebiasaan si anak yang mengompol diturunkan dari orang tua kandung. Yang kedua adalah faktor fisiologis misalnya kandung kemih yang kecil atau gangguan ginjal. Akan tetapi ada sktr 10 persen anak yang tidak mengalami kedua jenis gangguan tersebut tapi tetap mengompol.

Pengaruhnya, kata Irna, kondisi mengompol ini tentunya sangat memalukan dan tidak menyenangkan, sehingga membuat banyak anak menjadi malu dan mungkin terpaksa membatasi relasi dan kegiatan sosialnya krn takut ketahuan oleh teman-temannya. Setelah dewasa, pengaruhnya biasanya hampir tidak ada, karena sejalan dengan pertambahan usia, mereka juga sudah semakin jarang mengompol atau bahkan sudah bisa menghilangkan kebiasaan mengompolnya itu. Dijelaskannya, mengompol bukan hanya kebiasaan pada anak kecil saja, pada saat seseorang mengalami penuaan, biasanya mereka juga kembali mengalami ketidakmampuan mengontrol buang air kecilnya (inkontinensia).

“Pada dasarnya setiap orang pasti pernah punya pengalaman mengompol, bahkan pada saat dewasa. Umumnya hal ini terjadi karena tidur yang sangat nyenyak (deep sleep),”jelasnya.

Untuk pencegahannya, tumbuhkan kebiasaan anak seperti mengurangi minum air. Kemudian ajarkan anak untuk buang air kecil sebelum tidur. Kemudian memberi reward buat si anak kalo dia lepas dari mengompol malam itu dan kalau masih terus mengompol,  sikapi dengan sabar dan suruh si anak biar ikut membersihkan tempat tidur yang diompolinya.

Cara Mengatasi Ngompol Pada Anak

  1. Bagi anda yang memiliki anak dengan kebiasaan buruk, mengompol anda tidak perlu menghukum anak anda atau menyalahkannya, hindari menunjukan rasa jengkel, marah ataupun panik. Berikan dukungan anak anda dengan menasehatinya dan memberikan pengarahan sebelum anak anda pergi tidur malam sehingga dapat mengurangi kebiasaan mengompol.
  2. Jangan mempermalukan anak atau membandingkan anak anda dengan anak lain, bahkan jika anak dapat melalui tidurnya tanpa mengompol, anda dapat memberikan sebuah hadiah atau pujian tentang keberhasilannya untuk mengurangi kebiasaan mengompol, untuk membuat dia lebih termotivasi.
  3. Minta anak Anda untuk mengubah seprai dan pakaian di malam hari, ketika anak sudah mampu melakukannya atau menempatkan tikar karet ditutupi dengan kain di tempat tidur, sehingga anak-anak dapat belajar untuk bertanggung jawab dan mengurangi kebiasaan buruk, mengompol.
  4. Selain itu, pastikan anak Anda buang air kecil sebelum tidur. Dorong anak-anak untuk mengikuti instruksi dari seorang dokter, seperti latihan relaksasi atau pelatihan kandung kemih menahan keluarnya air seni atau latihan modifikasi perilaku. Jika perlu, anda dapat membeli alarm antimengompol yang cocok untuk anak usia lima tahun ke atas. Alarm ini memiliki sensor kelembaban dikenakan langsung pada pakaian dalam. Pada tetes cairan pertama, sebuah bel akan membangunkan anak anda. Secara bertahap anak belajar untuk bangun ketika mereka merasa ingin buang air kecil.

“Yang paling penting adalah tidak menambah stres yang dirasakan anak. Untuk itu, perilaku mengolok-olok mereka sering memperparah perilaku mengompol tersebut. Semakin ortu ‘concern’ (menaruh perhatian besar) pd masalah mengompolnya anak, maka membuat anak menjadi semakin stres,”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

To Top