Family

Cara Mudah Membuat Suami Nyaman Berada di Rumah

Bayangkan betapa lelahnya seorang suami berada di luar rumah seharian. Pekerjaan yang tidak jarang membuat stres, maka pulang ke rumah yang nyaman dan menyenangkan adalah dambaan setiap suami. Kebersamaan dalam satu atap pun sangat penting dan tidak bisa disepelekan. Betapa menyenangkannya menjadi tempat untuk pulang. Betapa berharganya seorang wanita bila sang suami selalu mengandalkanmu menjadi tempat bersandar, tempat yang tenang, berada dalam rumah yang tenang. Maka, berilah rumah yang nyaman bagi suami. Nyaman secara fisik maupun perasaan. Seluruh anggota keluarga memegang kunci untuk menjadikan rumah yang nyaman, sebenarnya. Tetapi, tidak ada salahnya kamu, seorang istri sekaligus seorang pencontoh bagi anak-anak, yang memulai lebih dulu untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman. Berikut tipsnya.

1. Sambut suami

 Menyambut dalam artian sambutan yang baik. Apa jadinya bila suami yang baru pulang setelah seharian lelah bekerja malah kamu sambut dengan wajah cemberut dan omelan? Posisikan diri sebagai seorang yang menghargai seseorang yang telah bekerja keras untuk kita dan anak-anak. Tersenyumlah ketika suami pulang. Senyum, selain memberikan ketenangan bagimu sendiri, juga akan membuat suami merasa tenang. Paling tidak, lelahnya akan berkurang bila tahu kamu dan kedaan rumah baik-baik saja. Kalaupun ada kabar buruk, sampaikan nanti ketika suami sudah segar sehabis mandi, sudah kenyang menyantap masakanmu yang lezat. Sampaikan kabar buruk saat kondisi hati masing-masing tenang.    

2. Berhias untuk suami

Tips ini tidak mengharuskanmu merawat diri dengan peralatan mahal apalagi berlebihan. Cukup berpakaian yang layak, dan menjaga kebersihan tubuh. Menjaga bau badan juga penting. Kebanyakan suami justru menyukai aroma tubuh istrinya yang wangi alami, ketimbang aroma parfum mahal. Jadi, cukup dengan jangan malas mandi. Usahakan waktu untuk ini. Tubuh bersih dan terawat juga akan membuat dirimu sendir nyaman, bukan?    

3. Merapikan rumah

 Inilah maksud rumah yang nyaman secara fisik. Rumah yang bersih, dan layak untuk ditinggali adalah sebaik-baiknya kenyamanan. Menangani urusan rumah tangga, termasuk merapikan rumah adalah tugas seorang orang istri. Berkumpul dengan orang-orang tersayang di rumah yang rapi dapat meningkatkan kualitas kebersamaan. Asal rapi, rumah kecil yang hangat oleh kebersamaan tetap terasa nyaman, bukan? Maka perhatikanlah kesehatan dan kualitas hidup suami dan anak-anak. Merawat barang-barang kesayangan suami juga bisa meningkatkan kepercayaan bahwa kamu juga bisa menjaga rumah tangga. Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi suami, selain memiliki seorang istri yang perhatian.    

4. Memuliakan keluarga dan tamu suami

Anggaplah keluarga suami sebagai keluarga sendiri, di mana setiap ada kekurangan yang tidak kamu sukai dalam keluargamu, kamu merangkulnya, bukan membenci. Setiap kali keluarga suami datang berkunjung, sambutlah dengan tulus. Begitu juga dengan tamu. Kadang ada saja orang-orang atau teman suami yang tidak kamu sukai. Kamu tidak bisa begitu saja bersikap tidak enak pada mereka karena kamu tidak menyukai. Jadilah bijak. Jadilah suamimu bangga memilikimu, seorang istri yang selalu dibicarakan karena kebaikan-kebaikannya, bukan sikap buruknya. Bayangkan suamimu selalu ingin cepat memelukmu karena saat mengobrol dengan keluarga dan temannya tadi, ia begitu banyak mendengar betapa beruntungnya ia memilikimu.    

5. Ikhlas menerima keadaan

Terimalah dengan sabar dan ikhlas apapun kekurangan yang ada dalam rumah tangga, apalagi bila keadaan ekonomi dan pekerjaan suami tidak menentu. Sebuah hati yang ikhlas menerima keadaan, akan memunculkan sikap yang baik pula. Seorang istri yang ikhlas menerima keadaan biasanya akan tulus memberi pelayanan kepada suami. Untuk itu, ikhlaslah menerima kekurangan suami. Istri yang lebih banyak mengeluh biasanya suami tidak akan betah. Salinglah membantu, mencoba memperbaiki keadaan bersama-sama. Bukankah rumah tangga adalah sebuah bangunan utuh yang juga dibangun oleh dua orang yang sepakat membangun bersama? Bila keadaan rumah tangga sulit, rasanya pun egois bila hanya mengeluh dan menyalahkan suami. Sepakat saja untuk membangun rumah tangga yang baik bersama-sama, ya? Semoga tips-tips ini dapat membantu.    

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top