Family

Wajib Tahu! 5 Ciri Rumah Tangga yang Sejahtera

Ciri Rumah Tangga yang Sejahtera

Umumnya, Saat kita memulai suatu hubungan rumah tangga bersama dengan pasangan yang kita cintai kita pasti terpikirkan satu pertanyaan. Bagaimana sebenarnya ciri rumah tangga yang sejahtera itu? Apakah harus mempunyai harta dan rumah yang mewah? Padahal, sebenarnya kekayaan itu bukanlah segalanya. Kita sering melihat artis-artis di layar kaca Indonesia yang mempunyai kekayaan berlimpah, rumah yang sangat mewah, dan kendaraan pribadi kelas atas.

Akan tetapi, justru kehidupan rumah tangga mereka tidak tenteram dan banyak yang bercerai. Setelah melihat fakta tersebut, apakah kamu masih berpikir bahwa harta adalah kunci untuk memiliki kehidupan rumah tangga yang sejahtera? Faktanya, kebahagiaan tak harus selalu dengan kemewahan. Kebahagiaan dalam rumah tangga memang tidak memandang derajat ataupun harta seseorang.

Bahkan, seseorang yang hanya bekerja sebagai pemulung sampah pun bisa memiliki keluarga yang sejahtera. Malah terkadang mereka yang bekerja menjadi artis, direktur ataupun pengusaha menjalani hubungan rumah tangga dengan menderita. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa mewujudkan hubungan rumah tangga yang sejahtera tidak mudah. Dibutuhkan peran dan kesadaran dari pasangan suami istri untuk membuatnya menjadi kenyataan.

Bayangkan saja kalau hanya salah satu pihak yang berjuang untuk mewujudkannya, hal tersebut pasti sangat sulit. Rumah tangga yang tenteram bisa diwujudkan secara bertahap oleh pasangan suami istri. Oleh karena itu, yuk ketahui 5 ciri kehidupan rumah tangga yang sejahtera!

1. Saling Mengasihi Satu Sama Lain

Kunci Utama Mewujudkan Rumah Tangga yang Sejahtera adalah saling mengasihi.

Pada umumnya, agar bisa menjalin hubungan rumah tangga yang bahagia memang dibutuhkan kontribusi dua pihak. Kita tidak akan mungkin bisa menjalani hubungan rumah tangga dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Bayangkan saja kalau hanya suami yang mencintai istrinya, tetapi sang istri tidak pernah mencintai suami ataupun sebaliknya. Inilah yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan.

Hal ini pada akhirnya pasti membuat hubungan dalam rumah tangga tidak akan bisa bertahan lama. Sama halnya seperti sebuah bangunan agar bisa berdiri tegak dan kokoh pastinya membutuhkan sebuah pondasi yang kuat pula.

Hal ini ternyata juga berlaku pada hubungan keluarga. Kita membutuhkan rasa cinta dan kasih sayang dari kedua belah pihak agar bisa menciptakan suatu pondasi keluarga yang kokoh. Hal ini disebabkan karena tanpa landasan cinta dan kasih sayang yang tua, rumah tangga tidak akan mungkin bisa langgeng.

2. Kondisi Perekonomian Keluarga Baik dan Lancar

Pada jaman sekarang, mungkin masih banyak orang yang berspekulasi bahwa cinta adalah segalanya. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa cinta tanpa uang itu omong kosong. Faktanya, hal ini sebenarnya tidak selalu benar, tetapi juga tidak salah.

Coba kita bayangkan, jika dalam suatu rumah tangga terjadi peristiwa yang mungkin bisa dibilang aneh tapi nyata. Peristiwa saat suami dan istri sama-sama tidak mempunyai pekerjaan untuk waktu yang cukup lama. Akan tetapi, kebutuhan dari keluarga terus berjalan dan semakin banyak, lalu apa yang akan terjadi?

Pada akhirnya, masalah ekonomi akan memicu retaknya rumah tangga suatu pasangan. Hal ini disebabkan karena masalah ekonomi menjadi hal yang krusial dan perlu diperhatikan untuk membina hubungan rumah tangga yang sejahtera. Dengan ekonomi yang lancar, hal ini pastinya akan membuat kita terhindar dari perselisihan yang berujung perceraian dalam rumah tangga.

3. Saat Terjadi Konflik, Diselesaikan dengan Penuh Perhatian

Dalam suatu hubungan rumah tangga, hal seperti konflik dan perselisihan pasti akan terjadi. Entah dipicu karena masalah sepele atau rumit, konflik bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Tidak akan mungkin pernah ada suatu hubungan antar dua orang yang selalu damai setiap saat. Jika pun ada, biasanya hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi antar dua orang tersebut yang menyebabkan munculnya konflik semakin rendah.

Hal yang perlu kita lakukan saat terjadi konflik dalam rumah tangga sebenarnya tidak terlalu rumit. Kita hanya perlu menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan penuh perhatian. Tunjukkan bahwa kita menghargai mereka sebagai pasangan. Ajak pasangan kita untuk saling memperhatikan kesusahan dan kesibukan satu sama lain. Hal seperti ini pastinya akan membuat hubungan dalam rumah tangga semakin harmonis.

4. Jaga Komunikasi dengan Pasangan

Pernahkah kita mempunyai pikiran apakah mungkin suatu keluarga akan bahagia tanpa adanya komunikasi antar satu sama lain? Bahkan tidak pernah melakukan komunikasi selama bertahun-tahun? Kemungkinan hal seperti ini terjadi sangat minim dan terkesan sangat tidak masuk akal bila sampai terjadi.

Hal ini disebabkan karena yang dinamakan keluarga sejahtera adalah keluarga yang rutin memberikan kabar satu sama lain. Selain itu, mereka juga melakukan komunikasi kapan dan dimana saja. Sekalipun suami sedang tidak ada di rumah, komunikasi tetap bisa dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi jaman sekarang.

Tanpa adanya komunikasi antar pasangan, pasti akan menyebabkan hubungan rumah tangga menjadi hampa dan menggantung. Bahkan, terkadang hal ini bisa menimbulkan kecurigaan dari sang suami ataupun istri terhadap sesuatu yang dilakukan oleh pasangan mereka. Oleh karena itu, sangat krusial bagi suami istri untuk selalu berkomunikasi agar bisa menciptakan hubungan rumah tangga yang sejahtera.

5. Berkomitmenlah Satu Sama Lain!

Ingin Rumah Tangga yang Sejahtera? Berkomitmenlah!

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau dalam suatu hubungan dibutuhkan sebuah komitmen satu sama lain. Komitmen dalam berumah tangga pun juga demikian. Hal ini disebabkan karena tanpa sebuah komitmen sangat mustahil bagi suami istri bisa mempertahankan hubungan rumah tangganya dalam jangka waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu, sebaiknya sebelum menjalani hubungan rumah tangga, masing-masing pihak harus memilliki komitmen yang selaras. Selain itu, setelah mereka menikah nanti, rumah tangga yang dibina juga wajib mempunyai komitmen yang kokoh. Dengan berkomitmen, maka keutuhan dalam rumah tangga bisa tetap terjaga.

Bahkan komitmen yang kuat juga bisa membuat suatu keluarga bisa terhindar dari hal-hal buruk seperti perceraian dan munculnya pihak ketiga. Namun, berbeda kalau hanya salah satu pihak saja yang mau untuk berkomitmen, hubungan dalam rumah tangga pastinya tidak akan bisa berjalan dengan baik.

To Top