Family

Hilangkan Kata Perintah Ketika Anak Sedang Bermain

Masa bermain pada anak usia dini, juga merupakan suatu masa dimana anak akan berkembang dan mengasah keterampilannya. Meskipun bermain secara harfiah berarti melakukan sesuatu dengan kesenangan hatinya, akan tetapi mereka akan mengalami proses belajar dari permainan tersebut. Beberapa permainan memberikan pelajaran bagi anak meliputi mengasah keterampilan, melatih anak menyelasaikan masalah, membuat anak lebih kreatif dsb. Ketika anak sedang bermain hendaknya orang tua menemani dan mengawasi. Orang tua juga bisa membelikan permainan yang memiliki nilai edukatif untuk anaknya. Diusahakan agar anak tidak salah dalam memilih permainan, supaya dalam tahap bermain anak bisa berkembang dengan maksimal. Selain menjaga dan mengawasi anak ketika bermain, orang tua juga sebaiknya tidak sering-sering memerntah sesuai dengan keinginannya sendiri. Kenapa demikian? Apabila terlalu banyak perintah terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua atas kemaunnya akan berdampak sebagai berikut;

Membatasi Kreativitas

Hal kecil saja bisa menimbulkan masalah. Biasanya orang tua akan mengarahkan kepada sesuatu yang menjadi umumnya atau lebih kepad hal yang benar. Memang hal tersebut tidak ada salahnya. Akan tetapi jika peritah itu selalu diberikan kepada anak, daya kreativitas anak akan terbatasi. Sebagai contoh, ketika menggambar pegunungan anak akan mewarnainyai dengan warna coklat, akan tetapi orang tua menyuruhnya dengan warna biru. Itu hal sepele, padahal pada kenyataannya jika dilakukan secara berulang kreativitas anak tidak akan berkembang. Padahal bisa saja anak memilih warna yang menghasilkan gambar mereka bagus dan berbeda dengan lainnya.

Membuat Anak Membangkang

Kejadian di atas mungkin akan terlihat biasa saja ketika terjadi pada anak yang pendiam. Coba saja jika orang tua melakukan perintah terhadap anak yang memiliki kemauan keras dan keteguhan pendirian. Sama saja orang tua membuat anaknya rajin untuk membangkang perintahnya sendiri. Padahal dengan memberikan kebebasan dalam berkreasi dan memberikan apresiasi terhadap karya anak itu jauh lebih baik daripada memerintah sesuai dengan kemauan orang tua. Anak suka bermain pensil warna disuruh bermain alat musik yang bukan passionnya. Nah, orang tua jangan terlalu memaksakan kehendak dan egois dalam mendidik anak.

Mengurangi Keberanian Anak untuk Berpendapat

Selanjutnya, ini dampak yang akan terjadi dalam waktu jangka panjang. Karena merasa terbatasi dan selalu patuh terhadap perintah-perintah, anak akan mengurungkan niatnya utuk berpendapat. Perlakuan sejak dini bisa menjadi imbas ketika mereka sudah dewasa nanti. Hal tersebut akan menghambat mereka di kehidupan sosial nantinya.

Beberapa dampak negative di atas bisa diatasi dan dicegah. Orang tua harus pandai memberikan pendidikan serta pengarahan kepada anaknya. Jangan terlalu membatasi dan jangan terlalu mengumbar anak. Memberikan apresiasi atas kreativitas anak juga dapat berfungsi sebagai suatu dukungan. Hal tersebut bisa dilakukan orang tua sejak anak masih dini. Ketika sedang bermain anak merasa senang, bisa melatih kreativitas dan belajar berpendapat untuk dirinya sendiri. Anak adalah tunas yang akan membanggakan kelak, berikan pendidikan dan pengarahan ada tahap emas yaitu tahap bermain agar anak bisa mengembangkan dirinya. Suatu saat hal-hal kecil bermanfat yang ia lakukan bisa menjadi prestasi kelak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top