Family

Ingin Anak Tidak Ketergantungan? Lakukan 5 Hal Ini!

Ingin Anak Tidak Ketergantungan

Dianugerahi Tuhan untuk menjadi orang tua memang menjadi hal yang didamba-dambakan oleh hampir semua pasangan. Pasalnya, kita akan melihat perkembangan dan pertumbuhan anak dengan proses yang bertahap. Akan tetapi, kita harus juga memastikan bahwa kelak anak tidak ketergantungan selama menjalani hidupnya.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa sebagai orang tua kita akan mengemban tugas yang tidak mudah. Hal ini disebabkan karena saat menjadi orang tua, kita tidak hanya diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anak kita, tetapi lebih dari itu.

Mendidik anak salah satunya. Mendidik menjadi salah satu hal yang paling krusial, salah sedikit saja, bisa fatal akibatnya. Melatih agar anak membiasakan untuk mandiri merupakan kewajiban dari setiap orang tua.

Hal ini disebabkan karena kemandirian merupakan sikap utama yang harus dipelajari setiap anak sejak usia dini. Jika sikap ini sudah menjadi mindset anak. maka ia akan punya bekal ketika dewasa nanti.

Tidak mungkin selama hidupnya anak akan terus-menerus mengandalkan bantuan orang tua. Sejak balita, penting untuk melatih si kecil agar bersikap tidak ketergantungan. Bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, seperti makan dan tidur sendiri.

Kemandirian anak perlu kita siapkan sedini mungkin. Sebab bila orang tua terlambat sedikit saja mengajarkan anak tentang kemandirian, pasti mereka terkejut dan tidak siap saat menghadapi lingkungan saat dewasa nanti. Untuk membuat anak tidak ketergantungan, orang tua bisa rutin untuk mencoba 5 hal berikut agar anak menjadi mandiri sejak usia dini. Yuk disimak!

1. Agar Anak Tidak Ketergantungan, Cobalah untuk Tidak Selalu Membantu Mereka

Mungkin hal ini terkesan sangat sulit untuk kita lakukan. Kita sebagai orang tua pastinya tidak akan pernah tega membiarkan anak yang sangat kita sayangi mengalami kesulitan, Akhirnya, kita akan selalu membantu mereka dan mereka akan beranggapan bahwa kapanpun mereka mengalami kesulitan, orang tuanya pasti akan membantu mereka.

Hal ini memang tidak mudah, tetapi kita sebagai orang tua harus membiasakannya. Sebagai orang tua, kita sejak awal harus bisa mengidentifikasi dan mengelompokkan kegiatan apa saja yang dilakukan anak. Mana yang perlu dibantu dan mana seharusnya bisa mereka lakukan secara mandiri.

Misalkan saja seperti makan sehari-hari. Biarkan saja anak kita untuk makan sendiri, biarpun nantinya akan mengotori lantai dan berantakan. Hal ini merupakan suatu proses, kita hanya perlu memakluminya dan cukup memantau dari jauh.

Tentu kasusnya akan menjadi beda ketika anak sedang memerlukan bantuan kita sebagai orang dewasa. Misalnya saja seperti mengambil benda di tempat yang tak bisa mereka capai dan sejenisnya. Dalam kasus ini, kita wajib membantu mereka.

2. Biarkan Anak Bisa Bisa Mengenal Dunia Luar, Jangan Kekang Mereka!

Banyak orang yang berspekulasi bahwa kepribadian seseorang mulai terbentuk sejak mereka kecil. Nah, maka dari itu jangan sampai rasa takut akan suatu hal terus membayangi diri anak kita hingga mereka dewasa kelak.

Salah satu permasalahan yang umumnya dihadapi oleh anak adalah selalu merasa takut, malu, bahkan sampai menolak bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Kita sebagai orang tua tidak boleh membiarkan ini sampai berlarut-larut. Cobalah untuk lebih sering membawa mereka berjumpa dan berkenalan dengan banyak orang.

Pada awalnya kemungkinan anak akan merasa sedikit tidak nyaman dengan apa yang mereka hadapi. Namun, sebenarnya ini hanyalah masalah waktu. Kita harus bersabar dan terus-menerus melakukannya setiap saat secara bertahap. Dimulai dari lingkungan yang kecil sampai baru ke lingkungan dalam cakupan yang cukup luas.

3. Coba Beri Mereka Tanggung Jawab Anak Agar Tidak Ketergantungan

Ketika anak mereka sudah mulai terbiasa dengan rutinitas mereka, biarkan itu mengalir. Kita sebagai orang tua tidak perlu membuat target capaian yang cenderung malah memberatkan mereka.

Sebaiknya kita membuat target prioritas sesuai dengan situasi dan kondisi dari anak pada saat itu. Target ini bisa kita anggap sebagai tanggung jawab sederhana mereka. Misalkan saja seperti saat mereka bermain. Berbagai mainan yang telah mereka mainkan pastinya akan menjadi berantakan.

Di saat situasi ini, kita bisa meminta mereka untuk membereskan mainan tersebut saat selesai dimainkan. Coba beri mereka penjelasan bahwasanya mainan ini adalah tanggung jawab mereka dan harus bertanggung atas apa yang telah mereka perbuat. Lakukan hal seperti ini setiap saat agar anak-anak merasa terbiasa.

4. Bantu Mereka Menjadi Seseorang yang Disiplin

Sikap agar anak tidak ketergantungan dengan orang tua juga bisa diawali dan dibentuk dengan rutinitas. Agar anak terbiasa menjalani rutinitas mereka, alangkah baiknya kita membuatkan sebuah jadwal harian. Jadwal ini bisa diisi dengan perihal kegiatan apa saja yang harus dilakukan oleh si anak setiap harinya.

Misalkan seperti bangun setiap pukul 5 pagi. Kemudian dilanjutkan dengan cuci muka dan gosok gigi secara mandiri pastinya. Ketika anak sudah terbiasa dengan rutinitas ini, maka mereka dengan senang hati akan melakukannya sendiri setiap hari.

Selain mengajarkan anak menjadi mandiri, mengatur jadwal setiap hari seperti ini ternyata juga memiliki dampak positif lainnya. Dampak itu seperti membuat dan mengajarkan anak tentang betapa pentingnya untuk menghargai waktu dengan baik dan efisien.

5. Jangan Selalu Atur Mereka, Biarkan Mereka juga Berpendapat

Pada umumnya, anak yang telah menginjak umur lebih dari 3 tahun sudah mulai bisa mengeluarkan pikiran mereka sendiri. Anak-anak yang ada di usia ini cenderung sudah mulai berani dan tidak takut untuk berpendapat tentang sesuatu yang mereka rasa tidak sesuai.

Misalnya saja seperti saat kita memilihkan baju untuk dipakai anak kita nanti. Jika pilihan baju yang kita pilih tidak cocok dengan kriteria yang mereka inginkan, biasanya mereka akan protes dan menolaknya.

Kemampuan anak untuk berpendapat ini sebenarnya juga bisa membantu mereka untuk menjadi lebih mandiri. Hal ini disebabkan karena ketika anak melakukan protes terhadap suatu hal yang mereka anggap tidak benar. Itu menandakan mereka sudah mulai mempunyai pola pikir sendiri dan tidak ketergantungan dengan orang tua lagi.

To Top