Family

Istri Berubah Setelah Melahirkan? Ini Penyebabnya.

Istri Berubah Setelah Melahirkan? Ini Penyebabnya.

Perubahan status seorang wanita dari “istri” menjadi seorang “ibu”, tentu menjadi dambaan bagi setiap wanita. Mempunyai anak sanggup membuat wanita merasa menjadi wanita seutuhnya. Memiliki suami dan anak, kebahagiaannya seolah lengkap.

Namun, keadaan dan fisik yang berubah pasca melahirkan, kadang membuat wanita turut berubah. Jangan keburu mengambil kesimpulan dulu tentang perubahan wanita pasca melahirkan. Banyak perubahan yang bisa dipahami, dimengerti bahkan sebenarnya ada beberapa perubahan yang terjadi hanya karena membutuhkan perhatian lebih dari para suami.

Tidak Percaya Diri.

Berat badan yang bertambah ketika hamil, bagian gendut sana-sini yang ternyata tidak luruh pasca melahirkan membuat wanita gampang minder. Pada saat seperti ini, masalah serius adalah wanita menjadi lebih sensitif, lebih mudah curiga dan tentunya, butuh perhatian lebih.

Solusi bagi suami: Bersabarlah mendengar banyak gerutuan tentang berat badan yang akan lebih sering dilontarkan. Katakan dia tetap cantik meski gemuk, beri kepercayaan bahwa suatu saat berat badannya akan kembali normal seiring berjalannya waktu. Katakan padanya, perasaanmu yang bahagia dan bangga menjadi seorang ayah tak akan bisa disandingkan dengan apapun.

Berterima kasihlah karena dia telah memberi yang terbaik untuk melahirkan si buah hati. Ingatkan padanya, bahwa setelah memiliki anak, hidup yang kalian berdua jalani akan terasa lebih indah.

Ketakutan Berlebih.

Manusia selalu memiliki kesadaran akan kemampuan dirinya sendiri termasuk para wanita. Setelah melahirkan, semua kepercayaan pada kemampuan diri sendiri mendadak menciut. Meski telah terlatih merawat bayi jauh-jauh hari sebelumnya, ketakutan itu tetap ada ketika bayi telah hadir di depan matanya. Efek sampingnya adalah istri menjadi cepat panik dan mudah gugup, melebihi gugup ketika sedang demam panggung.

Solusi bagi suami: Katakan padanya bahwa segala sesuatu yang baru memang wajar bila membutuhkan waktu untuk mempelajarinya. Semua ada prosesnya, tidak langsung bisa.

Para suami juga harusnya lebih maklum akan hal ini. Merawat bayi tidak semudah merawat hamster. Jangan cepat marah jika istri melakukan kesalahan ketika mengasuh anak. Itu sama sekali bukan tugas mudah. Katakan pada istri, bahwa kalian percaya sepenuhnya dia akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kalian.

Bantulah meringankan tugas istri.

Bantulah meringankan tugas istri.

Butuh Istirahat.

Semalaman tidak tidur karena bayi rewel, tubuh pegal-pegal dan kulit kusam, kalian para suami ketika libur malah asyik bermain game seharian. Wah, wajar saja kalau istri gampang marah. Menjadi seorang Ibu harus siaga 24 jam, harus sambil belajar mengurus bayi, sungguh lelah bukan main. Wajar bila dia marah-marah bila kamu sama sekali tidak membantu walau sekadar membersihkan rumah.

Solusi bagi suami: Jadilah partner yang baik. Ketika istri mengurus bayi, tidak ada salahnya para suami membersihkan rumah. Gantian berjaga tiap malam juga efektif untuk memberikan waktu istirahat bagi istri.

Sering melihat adegan film dimana bayi menangis tengah malam sehingga membuat istri harus kembali terjaga sementara suami tidur pulas di ranjang empuk? Kejadian itu adalah sebenarnya. Meski ada suami yang berjaga sekalipun, nurani seorang ibu tetap tidak tenang bila mendengar anaknya menangis.

Pada akhirnya, lagi-lagi harus dia yang terbangun. Ketika istri membangunkanmu, sesungguhnya dia hanya minta ditemani saja. Hargai kasih sayangnya itu dengan tetap menemani dia mengurus bayi tengah malam.

Bayi Membutuhkan Perhatian Lebih.

Tentu, bayi tak bisa makan sendiri, tidak bisa membersihkan pupnya sendiri. Istri akan lebih banyak perhatian pada bayi dan dia tidak sesuper itu untuk memberi perhatian ekstra kepada dua orang sekaligus. Jadi, wajar bila kehadiran bayi membuat para suami sedikit terabaikan.

Solusi bagi suami: Mengertilah. Bahkan seharusnya para suami bangga bila istri mau totalitas mengurus si buah hati. Meski menjadi kurang perhatian, bagi para istri cinta mereka untuk para suami tidak akan berkurang porsinya, kalian tetap selalu diharapkan umtuk menjadi pelindung yang kuat dijadikan sandaran, suami dan ayah yang baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top