Family

Ketika Memberi Hukuman Membuat Anak Menjadi Tidak Terkontrol

Mengajarkan kedisiplinan kepada anak sejak kecil sangatlah penting dan tujuan awalnya setiap orang uta mengajarkan kedisiplinan dan menetapkan kosekuensi dan aturan adalah demi untuk melindungi anak dan orang-orang disekitarnya namun tahukah Anda ada kalanya ketika disiplin dan hukuman justru dapat membnatu anak menjadi tidak terkontrol. Tentunya beberapa dari Anda sudah pernah merasakan dan bertanya-tanya mengapa anak semakin dewasa semakin suka membantah padahal Anda sudah melakukan segalanya untuk mengajarkan tentang kedisiplinan ketika mereka masih kecil. Well, beberapa poin berikut mungkin sedikit banyak bisa membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut.

Ketika Hukuman Membuat Anak Menjadi Tak Terkontrol

Penerapan hukuman yang tidak tepat pada anak dapat membuat anak menjadi tidak terkontrol. Hal pertama yang lumrah dilakukan oleh kebanyakan orang tua adalah justru menambah kadar hukumannya dan menambah lebih banyak aturan. Namun yang terjadi adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak yang memutuskan untuk menolak aturan-aturan itu akan cenderung memberontak dengan cara mereka sendiri. Beberapa anak menjadi lebih pintar berbohong dan sepertinya semakin cerdik saja untuk menghindari segala hukuman dan aturan yang dibuat. Jika demikian anak tersebut justru tumbuh menjadi pribadi yang manipulatif dan terbiasa berbohong.
  • Beberapa anak justru memutuskan untuk menolak secara terang-terangan dan membantah orang tua secara terang-terangan juga. Akibatnya anak-anak ini justru tumbuh menjadi pribadi yang suka memberontak dan melanggar aturan dengan tujuan menunjukkan kepada orang tua mereka bahwa mereka bisa saja bersikap seperti layaknya orang tua. Yang terburuk adalah ketika mereka bertemu dengan orang yang justru dapat menularkan sifat-sifat buruk yang mereka anggap sebagai bagian dari pemberontakan mereka terhadap orang tua yang terlalu disiplin.
  • Namun ada juga anak yang justru menjadi semakin diam dan cenderung mengikuti segala aturan yang ditetapkan oleh orang tua mereka. Beberapa orang tua menganggap bahwa mereka berhasil mendidik anak mereka karena mereka tumbuh menjadi pribadi yang penurut namun jangan salah hal ini justru membuat anak Anda menjadi berfikiran sempit dan tidak mandiri. Alasan mereka menuruti kemauan Andapun mungkin karena mereka takut dihukum atau justru karena mereka memang malas untuk ribut. Kondisi seperti ini sangat tidak baik untuk pertumbuhan psikis dan sosial mereka. Tipe anak seperti ini hanya terbiasa mengikuti perintah sehingga mereka akan kesulitan ketika diharuskan untuk berfikir sendiri.

Terapkan Kedisiplinan Sesuai Umur

Orang tua juga harus menyadari bahwa anak-anak mereka juga akan bertumbuh tak hanya fisik tapi juga cara mereka berfikir. Sayangnya, kebanyakan orang tua terlena dengan segala aturan yang mereka buat. Ketika anak masih kecil mareka akan cenderung menuruti orang tua apapun perintahnya entah karena mereka tidak tahu harus bagaimana atau karena takut dihukum. Orang tua lupa bahwa semakin mereka dewasa mereka semakin bisa berfikir dan menemukan bahwa beberapa aturan tak lagi relevan dan disanalah biasanya konflik dimulai ketika anak mulai bertanya-tanya dan orang tua tidak suka ditanya-tanya. Untuk mengatasinya, orang tua seharusnya mulai menerapkan kedisiplinan sesuai dengan umur mereka, ajak anak berdiskusi tentang hal-hal yang mereka inginkan dan hal-hal yang Anda larang. Jika Anda melakukannya dengan benar, sebagai orang tua Anda tidak perlu takut kehilangan kewibawaan hanya karena Anda duduk setera di satu meja dengan anak Anda, yang ada anak-anak Anda justru akan semakin menghormati Anda sebagai orang tua yang mau menghargai pendapat mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top