Family

5 Masalah dalam Rumah Tangga yang Harus Dihindari

Masalah dalam Rumah Tangga

Dalam suatu hubungan dalam rumah tangga, kebanyakan pasangan pada umumnya pasti akan mengalami dua kejadian. Kejadian yang pertama yaitu kehidupan rumah tangga yang rukun sehingga menjadi sebuah keluarga sejahtera. Akan tetapi, berbeda dengan peristiwa kedua yaitu saat suatu pasangan mengalami masalah dalam rumah tangga yang pada akhirnya berujung perceraian.

Namun, semuanya bergantung apa yang dipilih oleh pasangan tersebut. Entah hubungan rumah tangga yang langgeng ata berakhir dengan perceraian. Kedua hal itu merupakan pilihan yang hanya bisa ditentukan oleh pasangan itu sendiri. Jika kita menginginkan kondisi rumah tangga yang rukun dan damai, maka jalanilah hubungan itu dengan penuh cinta dan kasih sayang. Berikan cinta pada pasangan kita dengan utuh dan binalah keluarga yang kita miliki dengan baik. Namun jika kalau kita tidak bisa, maka pada akhirnya dalam rumah tangga nanti dihiasi dengan konflik antara satu sama lain.

Hal ini terkadang bisa membuat anak kita menjadi korbannya. Selain itu, lebih memilih untuk bercerai tentu saja merupakan pilihan yang wajib dihindari. Hal ini disebabkan karena selain menyakitkan, perceraian merupakan suatu bukti kegagalan dari janji pernikahan yang pernah diucapkan bersama. Jalan perceraian biasanya dipilih karena terdapat masalah dalam rumah tangga yang sangat sulit untuk diselesaikan. Oleh karena itu, kita harus tahu dan waspada terhadap 5 masalah dalam rumah tangga yang umum terjadi. Yuk disimak!

1. Adanya Orang Ketiga menjadi Penyebab Umum Masalah dalam Rumah Tangga

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa orang ketiga merupakan penyebab umum awal munculnya masalah dalam rumahn tangga. Pihak ketiga dalam hal ini antara lain wanita ataupun pria simpanan. Kehadiran mereka pastinya dapat menyebabkan munculnya masalah yang dapat memperburuk rumah tangga.

Kemunculan orang ketiga dalam suatu hubungan tentu saja ada sebabnya. Sebab yang paling umum terjadi biasanya karena salah satu pasangan tidak mampu memberikan kepuasan pasangannya di ranjang.

Sebenarnya kalau hal seperti ini bisa sampai terjadi, harus ada kekompakan dalam hal introspeksi satu sama lain. Kita tidak boleh secara langsung menyalahkan pasangan kita dan membuat mereka terpuruk karena situasi buruk yang kita ciptakan. Salah satu kunci agar kita bisa terhindar dari datangnya pihak ketiga yaitu jaga komunikasi dan sikap saling terbuka.

2. Rasa Bosan Menjalani Kehidupan yang Begitu-Begitu Saja

Terkadang, rasa bosan berawal dari diri kita yang merasa kehidupan pernikahan berjalan secara monoton atau begitu-begitu saja. Meskipun terkesan sepele, pada kenyataannya rasa bosan menjadi salah satu penyebab umum munculnya masalah dalam rumah tangga.

Jika kita abaikan dan tidak segera diatasi, tentu saja hal ini bisa memicu konflik yang semakin rumit. Biasanya, rasa ini muncul saat kita bersama pasangan selalu setiap hari melakukan aktivitas rutin yang selalu kita ulangi terus.

Kemudian salah satu pihak antara suami atau istri menjadi kehilangan gairah dan tidak mempunyai rasa semangat dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, sebaiknya kita bisa mengantisipasi hal ini dengan melakukan berbagai aktivitas secara spontan dan bergantian.

3. Kekerasan dalam Rumah Tangga yang Kerap Terjadi

Selain itu, ada juga masalah yang sebenarnya bisa diantisipasi lebih awal, tetapi kita tidak memperdulikannya. Masalah yang berawal dari kekerasan dalam rumah tangga misalnya. Kita pasti pernah mengetahui entah secara langsung atau lewat berita tentang kekerasan dalam dunia rumah tangga. Biasanya, kekerasan ini dilakukan oleh pihak laki-laki atau suami.

Misalnya seperti peristiwa tentang suami suka main kekerasan dan berkata kasar pada istrinya. Biasanya, hal ini dipicu karena berawal dari masalah personal atau pekerjaan dari sang suami. Hal ini pastinya bisa memunculkan masalah dalam rumah tangga.

Pada akhirnya, kekerasan dalam rumah tangga akan berujung pada perceraian. Hal ini disebabkan karena sang istri yang merasa disiksa secara lahir dan batin. Kemudian ia berspekulasi cara terbaik untuk mengakhiri masalah ini satu-satunya yaitu dengan bercerai.

4. Sudah Menikah Cukup Lama, Tetapi Tak Kunjung Dianugerahi Anak

Kebanyakan orang yang menikah, selain agar mempunyai pasangan juga bertujuan untuk melanjutkan keturunan. Namun, pastinya tidak semua pasangan yang telah menikah pasti bisa mempunyai anak, semua ini tergantung anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Memang benar, Mempunyai anak adalah keinginan utama dari setiap pasangan yang telah menjalani pernikahan. Akan tetapi, terdapat beberapa pasangan yang sudah bertahun-tahun sampai berpuluh tahun tidak kunjung mendapatkan anak.

Sebagian besar, kalau hal itu sampai terjadi suami pasti langsung menyalahkan istri mereka. Para suami beranggapan kalau istrinya mandul, padahal belum tentu demikian. Bisa saja malah sang suami sendiri yang mandul dan kurang subur. Agar bisa mengatasi masalah ini, kita perlu membuktikannya dengan melakukan tes kesehatan. Dari sini kita bisa tahu apakah salah satu di antara mereka ada yang mandul atau tidak.

5. Mertua yang Ikut Campur terkait Masalah dalam Rumah Tangga

Mertua yang Ikut Campur terkait Masalah dalam Rumah Tangga
Mertua yang Ikut Campur Masalah dalam Rumah Tangga

Sudah menjadi hal yang tidak mengherankan ketika mertua menjadi ‘’pengganggu’’ dalam hubungan rumah tangga anaknya. Tidak jarang kita temui seorang mertua yang selalu berlebihan saat membela anaknya di depan pasangannya.

Mereka seolah merasa masih mempunyai tanggung jawab untuk menjaga anaknya dan tidak rela anaknya disakiti dan dibuat susah oleh pasangannya. Mirisnya, campur tangan yang diberikan oleh mertua ini justru sering kali bermula karena pengaduan yang tidak-tidak oleh anak kandungnya sendiri.

Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena kurang dewasanya sikap dan sifat yang masih dimiliki oleh anaknya. Padahal seperti yang kita ketahui mertua bukanlah solusi dari masalah rumah tangga, tetapi awal munculnya masalah rumah tangga itu sendiri.

Baca Juga : Cara Agar Suami Menundukkan Pandangan

Akan tetapi, sebenarnya tidak semua mertua merupakan penyebab masalah dalam rumah tangga anaknya. Terkadang juga ada mertua yang memiliki sifat bijaksana dan berwawasan luas yang justru menjadi peneduh sekaligus penasihat dari hubungan rumah tangga anak mereka yang sedang dilanda awan mendung.

To Top