Family

Metode Weaning With Love atau Menyapih dengan Cinta

Metode Weaning With Love atau Menyapih dengan Cinta

Tahukan bunda bahwa menyapih anak dengan cara mengoleskan sesuatu yang pahit-pahit pada puting ternyata merupakan kesalahan fatal yang setara dengan melakukan kekerasan pada anak? Karena itu sama artinya dengan membohongi anak. Perlu bunda ketahui bahwa proses menyusui bagi anak lebih dari sekedar mengatasi rasa haus dan lapar mereka. Tentu bunda juga menyadari bahwa ketika anak marah, ketika habis menangis, ketika rindu dengan ibunya bahkan ketika mengantuk, anak mengatasi hal-hal tersebut dengan menyusui karena menyusui adalah segala-galanya bagi anak. Menyapih adalah proses dimana seorang ibu akan mengambil sesuatu yang paling berharga bagi anak jadi harus dilakukan dengan benar. Bayangkan saja bagaimana perasaan bunda jika sesuatu yang paling berharga dalam hidup bunda tiba-tiba hilang dan diambil dengan paksa? Itulah yang akan dirasakan oleh anak jika Anda menyapih dengan cara yang salah.

Apa itu Metode Weaning with Love atau Menyapih Dengan Cinta?

Proses menyapih harus dilakukan dengan benar dan prosesnya tidak sebentar. Metode terbaik yang bisa bunda lakukan adalah menyapih dengan cinta atau lewat metode WWL yang merupakan singkatan dari Weaning With Love.

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan tim sukses, semua keluarga harus terlibat dan memberikan dukungan penuh terutama ketika ibu mulai ‘nggak tega’ karena pada dasarnya menyapih tak hanya tentang anak tapi juga tentang ibu.
  2. Kemudian mulailah kurangi frekuensi menyusui perlahan-lahan, dimulai dari siang hari dengan cara memberikan tambahan porsi MPASI. Dengan menetapkan tempat menyusui juga dapat membantu anak mengurangi frekuensi menyusui di siang hari, misalnya menyusu hanya boleh di kamar sehingga ketika bunda mengajaknya jalan-jalan di siang hari, anak tidak akan meminta susu. Yang paling sulit memang ketika menjelang tidur karena biasanya anak menyusu sambil jatuh tertidur. Untuk mengatasinya bunda bisa mulai mencari kegiatan lain sebelum tidur seperti membacakan cerita, memijat kaki dan tangannya dan masih banyak lagi kegiatan positif yang bisa dilakukan sebelum tidur bersama anak untuk mengalihkan perhatiannya dari menyusui.
  3. Terapkan prinsip ‘Don’t offer but don’t refuse’ dimana ibu hanya memberikan ASI jika anak meminta dan ibu tidak akan menawarkan. Namun jika memungkinkan, ketika anak meminta susu dan ibu bisa mengalihkan perhatiannya dengan memberinya kue favoritnya atau mengajaknya bermain maka tidak masalah asalkan menolaknya tidak dengan paksaan atau membentak.
  4. Dalam proses menyapih bunda jangan berhenti untuk memberi sugesti kepada anak secara terus menerus. Anak kecil terlihat tidak paham ketika diajak bicara namun jika sugesti dilakukan secara terus menerus dan dengan kata-kata yang lembut seperti ‘sekarang kakak sudah besar, jangan nyusu terus ah, kita bikin kue favorit kakak aja ya’.
  5. Disiplin, sabar dan kompak adalah kunci sukses dalam menyapih karena ada kalanya ibu benar-benar harus ‘tega’ dan anggota keluarga lain harus juga 100% mendukung.

Proses menyapih bukanlah proses instan dan metode Weaning With Love walaupun sudah terbukti efektif tapi bukan merupakan metode termudah, jadi bunda harus membulatkan tekad terlebih dahulu. Perlu dicatat juga, jangan menyapih anak ketika anak dalam kondisi kurang baik, misalnya sedang sedih ditinggal ayah keluar kota atau sedang sakit karena hal itu hanya akan membuat anak tambah stress. Proses menyapih memerlukan waktu yang berbulan-bulan jadi sebaiknya mulailah proses menyapih ketika anak belum beranjak dua tahun. Jangan juga menyapih anak dengan menawarkan botol, dot atau empeng. Kalaupun ingin memberi anak susu sebaiknya gunakan gelas saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top