Family

Pola Pengasuhan: Ketika Orang Tua Berusaha Terlalu Keras, Anak Justru Menjadi Semakin Rapuh

Beberapa Metode Pengasuhan yang Dianjurkan

Bagaimana sebaiknya menjadi orang tua? Bagaimana pola pengasuhan anak yang baik? Jika Anda membuat daftar jawabannya maka daftar tersebut tidak akan pernah ada habisnya. Karena jika Anda ingin belajar menjadi orang tua maka jangan pernah berharap untuk ‘lulus’ karena tidak ada kata berhenti bagi orang tua untuk terus belajar tentang bagaimana cara yang baik untuk mendidik seorang anak. Namun, satu hal yang penting untuk setiap orang tua pahami adalah berusaha terlalu keras menjadi orang tua hanya akan membuat anak semakin rapuh.

parenting

Ekspektasi Bukanlah Segalanya

Setiap orang tua pasti menginginkan segala sesuatu yang terbaik untuk anak-anak mereka. Pendidikan terbaik, fasilitas terbaik, kehidupan yang segalanya serba terbaik dengan harapan anak-anak mereka juga tumbuh menjadi yang terbaik. Tidak ada salahnya bagi orang tua untuk memberikan hal tersebut namun sebaiknya berhati-hati dengan ekspektasi ‘agar menjadi yang terbaik’ karena jika dalam prosesnya justru membuat mereka merasa tertekan dan tidak bahagia, sebagai orang tua Anda sebaiknya mengkaji ulang ekspektasi Anda karena menjadi yang pertama tidak lebih penting dari kebahagian mereka. Jangan sampai ekspektasi itu hanya merupakan ego sang orang tua saja. Selain itu memaksa mereka melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan hanya akan membuat mereka menjadi tidak percaya lagi kepada orang tua. Anak-anak yang selalu takut kepada orang tua mereka menganggap bahwa apapun yang mereka minta akan selalu dilarang sehingga mereka memilih untuk mencari cara lain yang sifatnya sembunyi-sembunyi bahkan cenderung manipulatif, asalakan mereka bisa melakukan yang mereka inginkan tanpa ketahuan oleh orang tua. Padahal seorang anak sebaiknya tumbuh dalam lingkungan dimana mereka diijinkan untuk membuat pilihan dan kebebasan untuk bertanya dan berdiskusi.

Beberapa Metode Pengasuhan yang Dianjurkan

Beberapa Metode Pengasuhan yang Dianjurkan

Tidak mudah memang menjadi orang tua ketika Anda harus duduk di bangku penumpang ketika rasanya Anda  ingin menjadi orang yang bertanggung jawab dibalik kemudi. Tapi dengan demikian Anda memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar dan bertanggung jawab.

  1. Berikan Pujian Atas Usaha Mereka Jangan Hasil

Kebiasaan masyarakat Indonesia selalu memuji anak mereka hanya ketika berhasil meraih ranking pertama tapi orang tua lupa bahwa anak yang tak mendapat ranking pun sudah berusaha sekuat tenaga mereka untuk belajar. Jadi dari pada berkata “Hebat kamu juara satu!” sebaiknya gunakan kalimat seperti “Wuah, hebat ini adalah hasil kerja keras kamu Nak, selamat ya!”

  1. Biarkan Mereka Melakukan Kesalahan Agar Bisa Belajar tentang Sebuah Konsekuensi

Dari pada membantu mereka menyelesaikan masalah lebih baik beri mereka tanggung jawab dan kesempatan untuk melakukannya sendiri. Walaupun pada akhirnya cara yang mereka ambil salah setidaknya mereka belajar tentang arti sebuah konsekuensi dan tanggung jawab yang harus mereka pikul. Percayalah, kali berikutnya mereka akan berusaha lebih baik lagi tanpa harus Anda minta.

  1. Jangan Fokus Pada Kelemahan Mereka Tapi Carilah Kekuatan Mereka

Semua anak berbeda, jangan pernah samakan anak Anda dengan anak orang lain yang jago matematika atau anak tetangga yang bisa berbahasa Inggris. Perlu Anda pahami tak semua anak bisa belajar matematika dengan mudah dan tidak semua anak bisa belajar bahasa dengan mudah, coba cari hal-hal yang menjadi kelebihan anak-anak Anda misalnya dari pada belajar matematika dia lebih suka bernyanyi atau buku bahasa Inggrisnya penuh dengan coretan gambar-gambar kartun. Dari situ setidaknya Anda sudah bisa menebak apa yang sebenarnya menjadi kelebihan anak Anda.

Dalam proses pengasuhan peran aktif orang tua sangatlah penting. Bahkan dalam proses mengajarkan mereka sebuah tanggung jawab, orang tua tetap harus selalu mengawasi dan memberikan dukungan. Selalu ciptakan lingkungan yang sehat untuk anak tumbuh dan berkembang dan hal tersebut tak akan terlaksana jika orang tua sibuk bekerja dan anak-anak diasuh oleh pengasuh. Happy Parenting!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top