Family

Peran Orangtua pada Remaja

Peran Orangtua pada Remaja

Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap stress. Masa dimana seorang anak menginginkan sebuah kebebasan dalam berandil. Seorang remaja akan terarah dengan baik atas tanggung jawab orangtua. Maka dari itu orang tua harus mengenal anaknya lebih dekat pada masa remaja yang sangat rentan akan pengaruh lingkungan dan kelabilan yang dialaminya.

Pada dasarnya perilaku remaja terdiri atas perilaku kognitif, sosioemosional dan seksual. Perilaku kognitif didasarkan atas pola pikir mereka dalam menghadapi suatu hal. Perilaki sosioemosional merupakan perilaku mereka terhadap lingkungan sosial, cara berinteraksi dan berbaur di lingkungan sosialnya. Dan perilaku seksual yaitu sebagai contoh kaitannya mereka dalam berpacaran.

Peran orang tua adalah mengontrol anaknya agar dalam tahap perkembangan ini dapat menjadikan seorang remaja yang baik. Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk anak remajanya? Ada beberapa hal yang dapat disimak sebagai berikut:

1. Memberi kebebasan untuk berteman dan bersosialisasi
Sebagai orangtua, kita harus memberikan kepercayaan kepada anak untuk berbaur dalam lingkungan sosial dan memilih teman. Dalam masa ini, para remaja akan lebih loyal terhadap teman dibandingkan dengan orang tua. Memberi kesempatan untuk berteman dan bersosialisasi akan menunjang pembentukan karakter anak dalam kehidupan sosial, serta mengajarkan tanggung jawab kepada anak, seberapa pantas ia mendapat kepercayaan atas kebebasan yang diberikan orangtua untuk memilih teman dan bersosialisasi terhadap lingkungan.

2. Mengetahui jadwal kegiatan anak
Kenapa pulang terlambat? Dari mana? Hal tersebut tidak akan ditanyakan oleh orangtua jika orangtua tersebut mengetahui jadwal kegiatan anak setiap harinya. Mengetahui jadwal anak itu sangat perlu bagi orangtua, selain untuk mengontrol anaknya, mereka juga mengetahui seberapa besar tanggung jawab yang harus dikerjakan oleh anak di luar rumah selain bermain atau kegiatan di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian orangtua dapat memberikan porsi yang lebih akan perhatian terhadap anak remajanya.

3. Berusaha untuk mengenali teman-teman yang dekat dengan anak
Bukan hanya memberikan kebebasan untuk berteman begitu saja, namun orangtua juga harus mengenali siapa saja yang menjadi teman dekat anakanya. Karena teman dekat akan memberikan pengaruh besar terhadap anak atas interaksi dan kegiatan yang dilakukan kesehariannya. Apakah teman dekatnya memberikan dampak positif atau dampak negative.

4. Memberikan bekal kemandirian dan tanggung jawab
Mandiri dan tanggung jawab penting diajarkan kepada anak. Terutama tanggung jawab dalam beribadah dan mandiri untuk mengatasi masalah. Karena masa remaja adalah masa dimana masalah akan lebih kompleks dihadapi remaja dalam mencari jati dirinya. Serta kemandirian untuk memutuskan suatu hal, berpendapat dan menentukan cara mengatasi masalah yang dialami.

5. Memberikan motivasi akan bakat yang dimiliki anak
Seperti sebuah kasih sayang, motivasi juga perlu diberikan kepada anak. Motivasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak dalam menekuni bakatnya atau aktivitas positif yang disukai anak. Orangtua akan mengetahui seberapa jauh krativitas, kemampuan yang dimiliki anaknya dengan pemberian motivasi tersebut, sehingga orangtua juga mampu mengarahkan atau memberikan pendapat kepada anaknya lebih jauh.

6. Mengajarkan cara mengelola uang dengan baik
Terkadang poin ini tidak dihiraukan oleh orangtua yang notabenya memiliki penghasilan ekonomi yang lumayan tinggi. Mereka akan memberikan uang tanpa mengetahui pengeluaran yang dibutuhkan oleh anaknya. Mengajarkan anak untuk mengelola uang bertujuan agar uang pemberian dari orangtua digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga mengenalkan saving kepada anak, agar kelak mereka mampu berinvestasi untuk masa depan.

Beberapa hal diatas tersebut dapat dilakukan orangtua dalam mengenali anak remajanya lebih dekat. Seberapa jauh seorang anak harus diperhatikan, seberapa penting orangtua harus memperhatikan anak? Semua memiliki porsi masing-masing, dan semuanya akan terbentuk atas komunikasi baik yang dijalin oleh orangtua dan anaknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top