Family

Single Parent, Tips Mendidik Anak Tanpa Ayahnya

Single Parent

Perceraian adalah jalan yang harus diambil ketika sepasang suami isteri sudah tidak cocok satu sama lain, walaupun sudah memiliki anak perceraian sepertinya adalah jalan satu-satunya untuk mengatasi masalah yang berlarut-larut dalam sebuah rumah tangga.

Banyak penyebab perceraian yang terpaksa diambil dikarenakan justru akan sangat berbahaya bagi perkembangan anak-anaknya, seperti misalnya seorang ayah yang memiliki sifat negatif seperti mabuk, judi, dan sifat-sifat lain yang tentu saja mempengaruhi perkembangan si anak.

Selain karena perceraian, biasanya seorang ibu rumah tangga terpaksa harus membesarkan anaknya sendirian dikarenakan ditinggal mati suaminya. Hal ini tentu saja harus menjadi perhatian karena bagaimanapun juga sebagai ibu rumah tangga yang baik harus selalu MoveOn demi perkembangan buah hatinya dan seminimal mungkin tidak ada semacam trauma sejak berpisah atau ditinggal oleh ayahnya.

Single Parent adalah orang yang tinggal dengan seorang anak atau anak-anak dan tidak memiliki pasangan hidup atau pasangan yang tinggal serumah. Alasan menjadi single parent atau orang tua tunggal termasuk perceraian, putus cinta, ditinggalkan, kematian orang tua lainnya, persalinan oleh satu orang atau adopsi satu orang.

Menghadapi fenomena tersebut, dalam tulisan ini kami coba uraikan paparan singkat mengenai tips dan cara ibu rumah tangga membesarkan anak atau buah hati kita tanpa figur sang ayah atau suami anda (Single Parent). Beberapa hal ini sepertinya mutlak harus anda lakukan supaya si anak tidak serta merta kehilangan figur ayah yang seharusnya bisa dibanggakan.

Cari Figur Pengganti

single parent kuat

Figur pengganti yang dimaksud tidak mesti anda dengan cepat harus memiliki pasangan lagi, anda bisa memberikan figur ayah dalam bentuk lain melalui kakeknya, pamannya, atau bahkan teman anda. Biarkan sesekali anak anda bermain, belajar, atau sekedar jalan-jalan bersama mereka supaya anak anda tidak benar-benar kehilangan figur ayahnya.

Menyampaikan Kematian Ayahnya (Jika Karena Meninggal)

Untuk anak yang sudah mulai mengerti, kehilangan ayah karena meninggal tentu saja akan membuat mereka sedih dan anda harus pintar dalam menyampaikan kondisi tersebut sehingga si anak menjadi lebih optimis, misal dengan menyampaikan bahwa anda akan mengambil tempat ayahnya yang baru meninggal selain itu juga supaya si anak mampu menghadapi kenyataan.

Memperkuat Jiwa Anak

kuatkan jiwa anak single parent

Berusaha menyenangkannya bahwa ia sudah besar dan dapat menyelesaikan pekerjaannya sendiri dengan bantuannya. Ibunya harus meyakinkannya dengan penuh kesabaran dan keteguhan bahwa dirinya dapat melindunginya dan dengan perbuatannya harus mengajarkan anak menjadi lebih sabar. Anak harus diajarkan ketegaran dan istiqamah di samping tidak lupa mengambil langkah-langkah bahwa ia memikirkan apa yang dirasakan anaknya.

Seorang ibu pasca kematian atau perceraian dengan suaminya harus memperkenalkan anaknya dengan keluarga ayahnya dan berusaha menciptakan kondisi agar anaknya dapat berhubungan lebih baik dan luas dengan mereka, sehingga ia dapat membiasakan dirinya dengan lingkungan mereka dan tetap riang.

Berperan Menjadi Ayah

Seorang ibu tentu saja perannya berbeda dengan ayahnya, untuk hal ini seorang ibu semestinya dapat berperan seperti seorang ayah yang bisa bermain permainan anak laki-laki (bermain mobil-mobilan, robot, dll) jika anak anda adalah anak laki-laki.

Berikan Waktu Lebih Banyak Bagi Anak

single parent

Pada saat waktu sebagai orang tua tunggal semakin berkurang karena misalkan anda harus beraktifitas untuk bekerja, tetap saja anda diharuskan meluangkan waktu lebih banyak lagi dengan mereka, jadi selain anda bisa tetap bekerja andapun masih tetap memiliki waktu berkualitas dengan anak anda.

Tidak berlebihan menyayangi anak

Dalam menjalankan kewajiban ini, ibu harus memperhatikan bahwa jangan sampai berlebih-lebihan dalam menyayanginya, sehingga kehilangan sarana untuk mengontrolnya.

Anak yang kehilangan ayahnya dari satu sisi merasa lebih bebas dan ingin melepaskan dirinya dari segala bentuk kewajiban. Bila ibunya tidak bersikap tegas terkait aturan keluarga yang ada bagi anaknya, maka hal ini bisa membuat anak itu tidak lagi taat kepada peraturan dan merasa bebas. Ibu harus teliti dalam pelaksanaan aturan dan melaksanakan kewajiban. Bersikap keras dan kaku atau membiarkan anak begitu saja akan menyulitkan ibu untuk merealisasikan tujuan pendidikan anak. Bahkan dalam sebagian kasus justru memberikan kesempatan anak untuk melawan orang tuanya.

Berikan Penjelasan Yang Sebenarnya

Single Parent

Anda sebaiknya memberikan penjelasan yang sebenarnya kepada anak anda perihal perpisahan yang terjadi (misal karena perceraian), dan jika suami anda meninggal dengan memberikan penjelasan yang mudah dipahami sesuai dengan usia sang anak. Jangan pernah berbohong mengenai hal perpisahan anda sehingga terjadi perceraian dengan mantan suami anda, karena suatu saat jika anak anda tau tentang hal yang sebenarnya anak anda akan kecewa dan merasa dikhianati.

Baca Juga : Menjadi Single Parent adalah Sebuah Pilihan

Demikian uraian singkat mengenai cara bagi seorang ibu rumah tangga dalam membesarkan anaknya tanpa figur seorang ayah/suami, diharapkan melalui tulisan ini ratusan bahkan ribuan anak-anak akan masih tetap ceria dan tumbuh sebagaimana layaknya anak yang tetap mempunyai figur ayah kandung yang baik dan anda pun tetap dapat menjalani kehidupan anda kedepannya dengan penuh optimis. 

To Top