Family

Tips Agar Bahagia Menjadi Ibu Baru

Anda yang baru menyandang peran sebagai Ibu baru, terutama menjadi ibu dari anak pertama, tentu mengalami sedikit tekanan karena pola hidup yang berubah 180 derajat dan tanggung jawab yang semakin besar. Dalam dunia psikologi, tekanan semacam itu diartikan sebagai gangguan baby blues syndrome. Gangguan psikis tersebut bisa menimbulkan beragam masalah mulai dari yang ringan sampai yang serius. Dimulai dari rasa kelelahan, menjadi depresi hingga berpikir bahwa kehadiran anak hanya mengekang kehidupan Anda. Beberapa kasus serius yang pernah terjadi karena gangguan baby blues syndrome ini adalah ibu berakhir dengan melukai atau bahkan membunuh anak tersebut. Jangan sampai terjadi pada Anda.

Untuk itu, dalam menjalani peran baru Anda, ada baiknya Anda hidup dengan bahagia dan jangan terlalu tertekan. Memang tidak semudah mengatakannya, namun dengan beberapa tips di bawah ini semoga kami dapat membantu Anda merasa bahagia menjalani kehidupan Anda sebagai ibu baru. Berikut kami menyarankan tips untuk Anda.

Tetap Sediakan Waktu untuk Sendiri

Atau bahasa kerennya, me time. Sibuk mengurus dan merawat buah hati memang kewajiban Anda sebagai seorang ibu, namun, bukan berarti Anda menjadi tidak memikirkan diri Anda sendiri. Ketika anak tidur, luangkan waktu untuk melakukan apa yang Anda sukai. Anda tentu punya suatu kegiatan yang selalu ampuh membuat Anda merasa senang, bukan? Seperti menonton drama, membaca buku atau beragam hobi lainnya. Kegiatan semacam ini akan membuat Anda lebih rileks dan lebih siap untuk memulai lagi mengurus anak Anda dengan baik.

Tetap Tidur

Begadang menjadi suatu hal yang tidak mengherankan lagi ketika Anda memiliki bayi yang baru lahir. Jam tidur bayi yang tidak menentu dan kerap kali terjaga saat malam hari membuat Anda mau tidak mau mengurangi jam tidur Anda. Sementara seperti yang Anda ketahui, kurang tidur akan membuat beragam masalah kesehatan fisik hingga psikis. Anda akan merasa pusing, kaku pada syaraf leher hingga menjadi mudah marah dan stres. Untuk menjadi ibu baru yang bahagia, Anda tentu tidak menginginkan ini terjadi. Maka dari itu, ketika anak Anda tidur, kesampingkan dulu kewajiban lain seperti mengurus rumah dan beristirahatlah dengan tidur.

 Olahraga

Jangan sepelekan kesehatan Anda. Selain menjaga pola makan dan tidur cukup, Anda juga perlu melakukan olahraga agar tubuh dan pikiran Anda sehat. Jangan memaksakan diri melakukan olahrag berat, mengingat Anda juga mustahil memiliki jam tidur yang terpenuhi. Lakukanlah renang, selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh juga agar membuat tubuh Anda lebih segar. Atau olahraga pilates dan yoga, yang dipercaya bisa menyegarkan pikiran Anda. Atau berlari-lari kecil di pagi hari? Boleh saja. Jogging pagi hari lalu ketika pulang menenteng barang belanjaan untuk dimasak hari ini? Itu cerdas sekali! Pastikan Anda melakukan olahraga dengan benar walaupun dalam waktu sesingkat apa pun untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan. Selain mendapatkan tubuh yang sehat, olahraga juga bisa membantu Anda menurunkan berat badan karena sudah bukan rahasia lagi, kenaikan berat badan pada wanita pasca meahrikan sangat mungkin terjadi pada siapa saja, termasuk pada Anda.

Makan Junk Food

Untuk mendapatkan ASI yang berkualitas Anda harus memakan makanan sehat. Apalagi untuk Anda yang memiliki ASI sedikit dan sedang berusaha memperbanyaknya, menu makanan sehari-hari Anda bisa jadi hanya sayuran dan buah saja. Hal itu tentu membosankan dan tanpa sadar, membuat Anda merasa tertekan. Untuk itu, tidak ada salahnya sesekali Anda memakan junk food. Tentu, meskipun ‘makanan sampah’ tapi Anda tetap harus berhati-hati karena apa yang Anda makan akan berpengaruh pada bayi Anda. Sebagai contoh, Anda boleh kok tetap makan mi instan seminggu sekali untuk membuat Anda merasa tidak tertekan.

Jangan Pusingkan Komentar Orang

Demi menjalani peran baru sebagai ibu, Anda mungkin akan menerima beragam nasehat. Mulai nasehat dari orang terdekat hingga para tetangga atau teman yang datang menjenguk. Semua nasehat tersebut tentu dimaksudkan untuk kebaikan Anda dan buah hati. Namun, Anda tidak perlu mendengarkan semuanya. Pilihlah nasehat yang membangun. Jangan dengarkan nasehat yang menjatuhkan apalagi mendengarkan komentar orang lain tentang bagaimana Anda merawat anak. Prasangka buruk orang lain dan sikap sok tahu mereka akan membuat Anda sedih. Berbuat kesalahan saat merawat anak adalah hal wajar, sebab menjadi orang tua adalah hal baru bagi siapa saja. Terpenting adalah, bagaimana Anda belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha agar kesalahan itu jangan sampai terjadi. Jangan takut menjadi ibu, seiring berjalannya waktu Anda juga akan terbiasa melakukan yang terbaik untuk buah hati tercinta Anda.

Semua tips di atas tentu hanya bisa Anda lakukan jika Anda memiliki komunikasi baik dengan pasangan dan keluarga Anda. Minta tolonglah pada mereka untuk bekerja sama. Demikian, semoga bermanfaat. Kami ucapkan selamat untuk peran baru Anda sebagai ibu. Berbahagialah!

Kesalahan yang Sering dilakukan Untuk Ibu Baru

1. Tidak pernah minta bantuan

Dengan adanya gadget dan internet, semua hal jadi lebih mudah dicari dan didapatkan. Moms juga lebih banyak mencari informasi lewat internet atau artikel dibanding bertanya.

Hal ini sebenarnya bagus, namun dapat menyebabkan Moms jadi keras kepala dan menganggap bisa melakukan semuanya sendiri. Mandiri memang baik, tapi ada kalanya Moms juga membutuhkan bantuan orang lain.

Moms jadi tertekan ketika tidak tahu jawaban atas suatu hal atau ketika tidak bisa melakukan sesuatu. Tekanan-tekanan itu malah dapat membuat Moms jadi stres, lho. Jadi sebaiknya tahu kapan waktunya meminta bantuan suami, keluarga, atau orang terdekat lainnya.

2. Berusaha menjadi ibu yang sempurna

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Moms juga berusaha menjadi sosok yang sempurna dan ideal. Apalagi dengan banyaknya ibu-ibu lain yang juga membagikan cara pola asuh mereka di media sosial, Moms jadi membanding-bandingkan diri dengan mereka.

Moms pun akan merasa sedih dan gagal ketika tidak bisa melakukan apa yang ibu lain lakukan. Padahal anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna dan selalu serba bisa, kok.

“Tidak perlu jadi ibu yang perfect, jadi ibu yang baik untuk anak kita saja sudah cukup,” ujar Vera.

3. Tidak siap dengan rencana B

Akibat terlalu percaya diri, Moms pun seringkali tidak siap dengan rencana cadangan jika rencana utama tidak berjalan sesuai rencana. Tanpa ada rencana cadangan, Moms akan jadi panik dan stres berlebihan menghadapi sesuatu yang tidak terduga.

“Siap dengan segala kemungkinan terburuk penting tuh untuk kesejahteraan mental ibu, supaya tidak terjadi baby blues atau postpartum depression,”

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top