Family

Tips Manajemen Keuangan untuk Keluarga Baru

Manajemen Keuangan untuk Keluarga Baru

Manajemen keuangan keluarga – Bila Anda adalah pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan, kini adalah masa bagi untuk memikirkan taktik dan strategi jitu dalam mengatur keuangan. Yap, ketika telah menikah, Anda tak lagi memikirkan nasib seorang diri, adanya pasangan istri atau suami sebagai teman hidup menjadikan Anda harus lebih cermat dalam manajemen keuangan keluarga.

Manajemen keuangan keluarga usai menikah ini sangat penting untuk segera dibicarakan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengajak pasangan Anda berdiskusi guna mendapat ide-ide menarik dan komitmen apa saja yang ingin diraih dengan manajemen keuangan keluarga yang baik. Inilah beberapa cara melakukan manajemen keuangan keluarga yang bisa Anda coba:

1. Mendahulukan kebutuhan keluarga

Di awal pernikahan, Anda harus sudah bisa melakukan transisi dengan cepat tentang manajemen keuangan keluarga. Manajemen keuangan kali ini tidak hanya terpaku pada Anda seorang diri, tetapi juga suami atau istri, dan kelak juga akan bertambah dengan hadirnya anak.

Bila setelah beberapa bulan usai pernikahan Anda dinyatakan positif hamil, segera alokasikan dana untuk membeli berbagai kebutuhan dan perlengkapan bayi seperti stroller, tempat tidur, baju bayi, pompa ASI, breastpad, dll. Kalahkan sejenak naluri Anda untuk membeli tas atau sepatu baru dan utamakanlah kebutuhan calon buah hati yang kini ada dalam rahim Anda.

2. Membagi porsi keuangan keluarga

Untuk mendapatkan manajemen keuangan keluarga yang bagus, Anda juga perlu membagi porsi keuangan ke dalam jumlah persentase tertentu. Sebagai contoh, bila memiliki cicilan utang, Anda bisa mengalokasikan penghasilan untuk membayar utang sebanyak 30%, untuk tabungan 30%, serta kebutuhan sehari-hari 30%. Sisa 10% dari pengelolaan manajemen keuangan keluarga tersebut dapat Anda manfaatkan untuk rekreasi.

3. Membagi tugas pembayaran

Keuangan Keluarga Baru

Sebagai pasangan yang baru menikah, mungkin pernah terlintas dalam benak Anda untuk membebankan manajemen keuangan pada istri. Namun, banyaknya tagihan pembayaran seringkali menjadikan pasangan Anda justru kewalahan dan berdampak pada manajemen keuangan keluarga yang berantakan. Nah, komunikasikan tugas pembayaran tagihan bulanan dengan pasangan agar manajemen keuangan keluarga dapat lebih ringan untuk dijalankan.

Tak perlu takut membicarakan tentang manajemen keuangan keluarga di awal masa pernikahan. Buang jauh-jauh pikiran bahwa pembicaraan ini dapat merusak keromantisan. Justru, adanya komitmen manajemen keuangan keluarga yang bagus akan menjadikan rumah tangga Anda terasa lebih bahagia dan terbebas dari krisis finansial.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top