Family

Yang Tak Perlu Dicemaskan Menjelang Pernikahan

Yang Tak Perlu Dicemaskan Menjelang Pernikahan

Memasuki gerbang sakral pernikahan memang akan menjadi hal yang serius untuk dipersiapkan. Segala harus siap, hati harus mantap dan komitmen mesti tetap. Katanya, menjelang pernikahan akan banyak ‘huru-hara’ yang timbul. Persiapan pernikahan yang menguras waktu, tenaga dan dana, belum lagi perbedaan pendapat hingga campur tangan orang tua yang membuat pusing.

Beragam persoalan dan persiapan diuji kemantapannya. Namun, sebenernya ada banyak hal yang tidak perlu dicemaskan menjelang pernikahan. Semua masalah ada solusinya dan semua yang berat akan terasa mudah bila disertai niat yang tulus, bukan? Maka, sebelum pembatalan pernikahan terlontar menjadi ucapan, ketahui dulu mana saja hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan menjelang pernikahan.

Apakah Akan Menjadi Pernikahan Impian?

Gedung dan dekorasi sesuai tema, undangan pernikahan yang memorable, baju pernikahan yang menawan hingga santapan lezat yang memuaskan lapar tamu undangan tentu mesti kamu perhitungkan. Namun, kesampingkan itu semua bila dalam hati dirimu dan pasangan merasa berat akan hal-hal semacam itu. Pernikahan bukan ajang mati-matian untuk pamer, pernikahan adalah gerbang yang membuat siapa pun harusnya merasa nyaman setelah melewatinya, bukan malah terbebani seperti misalnya, terlilit hutang. Jangan dipaksakan. Bila hari bahagia ini hanya terjadi satu kali seumur hidupmu, mengapa tidak menjadikan semuanya terasa mudah? Pernikahan bahkan bukan hanya sekadar pesta resepsi saja. Pernikahan adalah babak baru dalam sepanjang hidupmu. Jangan lupakan tentang dua keluarga yang akan bersatu. Perdebatan sebab terjadi perbedaan pendapat sebaiknya dihindari. Jadikan simpel. Terpenting adalah bagaimana cara agar semua merasa nyaman, pikirkan bagaimana cara agar keluargamu dan keluarganya bisa saling mengenal dan menghargai.

Apakah Dia Pilihan Tepat?

Memilih seseorang yang nantinya akan menemanimu melangsungkan hidup memang bukan perkara mudah. Butuh kemantapan dan komitmen yang kuat, wajar bila dalam proses meyakinkan diri sendiri akan timbul ragam keraguan. Tetapi, bila pernikahan sudah di depan mata, rasanya pertanyaan semacam ini tidak tepat. Bukankah seharusnya sebelum memutuskan menikah dengannya, kamu harus lebih dulu mantap padanya? Bila kecemasan semacam ini muncul menjelang pernikahan, maka besar kemungkinan ini hanyalah kecemasan yang tidak beralasan. Ketakutan yang berlebihan, cenderung kekanakkan bahkan nantinya akan menyulut banyak pertengkaran sepele berakibat fatal.

Percayalah akan banyak hal positif yang terjadi setelah menikah meski dia memiliki banyak kekurangan. Kelak, kau akan menjadi seseorang yang paling mengerti semua kekurangannya dan kaulah yang bisa melengkapinya. Bukankah kamu juga memiliki kekurangan yang membutuhkan campur tangan orang lain untuk mengoreksinya? Maka dia pun sama. Dia membutuhkanmu untuk melengkapi kekurangannya. Saling melengkapilah dan sama-sama terus berusaha menjadi orang yang tepat.

Apakah Nantinya Rumah Tangga Kami Akan Bertahan Lama?

Tidak ada sesuatu yang langsung berhasil. Semua mempunyai proses, bahkan untuk mencapai rumah tangga yang berhasil sekalipun. Katanya, menyatukan dua kepala dalam satu mahligai rumah tangga memang membutuhkan waktu yang lama. Tapi bila itu terus menjadi ketakutanmu, lantas kapan kau akan berani melangkah ke pernikahan? Pertengkaran pasti terjadi, semua tergantung pribadi masing-masing, bisa atau tidak memetik pelajaran dari setiap pertengkaran yang terjadi. Bersikap bijaklah, berpikir dua kali sebelum bertindak dan teruslah percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah menempatkan perasaan dalam hatimu.

Menikah memang bukan mainan, tapi kecemasan yang tidak beralasan pun tidak dibenarkan. Banyak hal yang mesti dipikirkan matang-matang dan ketakutan akan membuatmu lemah untuk melangkah. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top